CERITA MEMBINGUNGKAN UNTUK ORANG BINGUNG

21 Oct

1512471_3923365539914_1635683891_n

George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah.

George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet.

Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Iedul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzul Hijjah, setelah acara wukuf di Arafah tanggal 9-nya.

Continue reading

MENANGIS GARA-GARA MAULID

21 Oct

1549478_3926554099626_1456625486_n
Setiap tahun, acara maulid nabi selalu dirayakan dengan semarak. Di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, sudah menjadi pemandangan yang lumrah jika menjelang bulan Rabi’ul Awal banyak terpajang poster dan spanduk besar berupa ucapan selamat dan ajakan untuk merayakan hari kelahiran nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Biasanya spanduk besar yang dipajang dipinggir jalan itu selalu menampilkan gambar tokoh tertentu dengan gaya dan ekspresi yang berbeda-beda.

BAPAKKU TIDAK DITAHLILIN

21 Oct

Tahlilan

“Kenapa tidak di tahlilin?”

Itulah pertanyaan yg sering mampir ke kami pasca meninggalnya bapak rahimahullah. Pertanyaan yang keluar dari lisan saudara2 kami, tetangga maupun kawan. Pertanyaan tersebut tidak lain untuk mengusir rasa penasaran yang membisikkan ke hati-hati mereka. Namun Alhamdulillah kami bisa menjawabnya dengan baik ke mereka semua, tanpa harus ditutup-tutupi atau disembunyikan dengan berbagai macam alasan. Dan mereka pun mau memahami serta memaklumi atas jawaban kami tanpa ada bantahan atau perdebatan sedikitpun dari mereka.

Selepas menguburkan bapak rahimahullah, ana mendatangi beberapa orang tokoh warga untuk menjelaskan kepada mereka secara baik2 dan meminta maaf jika selama penyelenggaraan jenazah sampai menguburkan ada hal2 yang tidak sesuai atau berbeda dengan tradisi masyarakat setempat. Mereka menerimanya dengan baik dan toleran terhadap kami, tidak ada sedikitpun kekecewaan atau sikap yang aneh dari mereka.

Sejak dulu masyarakat tempat kami tinggal sudah memaklumi terhadap manhaj yang kami pegang, walaupun awalnya sempat menghangat, dikarenakan kami lah orang yang pertama yang manhajnya berbeda dengan warga sekitar (dalam contoh: tidak ikut maulid, tidak tahlilan/selamatan kematian, tidak ikut yasinan setiap malam jumat, tidak melafazhkan niat, dll). Seiring berlalunya waktu, merekapun akhirnya bosan juga sehingga tidak lagi terdengar bisik2 tetangga, entah tidak tahu kalau dibelakang kami.

Hingga saat ini, kami masih sama2 saling menghargai. Mereka juga segan terhadap kami, enggan untuk ikut campur terhadap urusan kami khususnya dalam masalah agama. Jika ada urusan2 agama yang tidak kami lakukan, mereka sudah tahu dan paham tentang itu, seperti meminta iuran untuk acara Maulid Nabi, kami sudah tidak pernah dimintai atau diikut sertakan dalam acara mereka. Sedangkan untuk acara atau sesuatu diluar hal itu, maka kami masih dilibatkan dan diikut sertakan oleh mereka, seperti kegiatan kerja bakti, ronda, ta’ziyah, dll.

Continue reading

PEMBELI KEPO (MASALAH USHALLI)

21 Oct

syrat-amal

Ba’da maghrib tadi seorang pelanggan toko kami datang untuk membeli barang. Seperti biasa, selain membeli barang dia juga mengajak ana untuk saling sharing atau tukar pikiran, khususnya masalah2 agama, karena dia adalah orang yang mulai mengenal Sunnah, dan masih tahap transisi atau membanding2kan. Hari ini dia kembali mengajak ana untuk berbincang tentang masalah lafazh niat shalat.

Pelanggan: “Kalau di Ahlus Sunnah seperti kamu, ada gak bacaan ‘Ushalli’ atau niat ketika mau shalat?”

Continue reading

ODOT (ONE DAY ONE TA’ARUF)

21 Oct

3814_3990426896406_1288581680_n
KASUS 1

Ikhwan 1: “Afwan akhi, ana mau tanya, antum atau istri antum punya kenalan akhwat yang siap nikah? Kalo ada, ana mau minta tolong ke antum, ana mau ta’aruf.”

Ikhwan 2: “Ana coba tanya ke istri ana dulu ya. Kemungkinan ada insya Allah, soalnya istri punya banyak teman akhwat.”

Ikhwan 1: “Tapi akhi, ana punya beberapa syarat, ana maunya perawan, pernah kuliah, cantik dan manis, tinggi dan tidak gemuk, bermanhaj Salaf, orangtuanya juga sudah kenal manhaj Salaf, mampu dan berkecukupan kehidupannya, rajin, keibuan, penyabar, qana’ah,…

DISANGKA TUKANG OJEK

21 Oct

Aksi-Kocak-Valentino-Rossi-03-UnicdanLucu

Kemaren siang, posisi ana saat itu sedang mengendarai motor di daerah Pemda Cibinong karena ada suatu urusan. Di tengah perjalanan, agak sepi waktu itu, tiba2 ada orang yang memanggil dan menyuruh ana berhenti. Ana tidak tahu, apa maksud orang itu? Ana perhatikan sekilas penampilan orang tersebut. Wajahnya agak seram seperti preman, mengenakan baju dan celana berbahan jeans sambil membawa sebuah tas. Dari wajahnya terlihat kesan kurang baik (ini hanya prasangka saja karena sedang kondisi heran).

Continue reading

NIKMAT ALLAH UNTUK SAHABATKU

21 Oct

muslim-family-600x325

Sahabat ana ini seorang duda. Sejak kematian istrinya yang sangat dicintainya, beliau bersabar tidak menikah beberapa tahun lamanya. Hingga akhirnya dia mencoba untuk merubah kehidupannya dengan menikah setelah sekian tahun dia hidup kesepian. Mulailah dia mendatangi dan menghubungi beberapa kawan dekatnya (termasuk ana) untuk meminta bantuan mencarikan seorang akhwat yang bersedia menjadi istrinya. Kami pun akhirnya mulai mencarikan akhwat yang bersedia untuk ta’aruf dengannya. Sahabat ana ini tidak punya banyak persyaratan untuk calon istrinya, cukup yang sudah ngaji atau kenal manhaj salaf saja katanya, sehingga kami tidak terlalu kesulitan mencarikannya. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 210 other followers