WASPADA LAGU-LAGUNYA HADDAD ALWI DAN SULIS KARENA BERBAU SYIAH

22 Mar

Bagaimana bisa ada orang yang membenci Syiah tapi masih mengidolakan tokoh2 Syiah dan menggemari karya2 mereka?
Semoga mereka melakukannya karena kebodohannya atau ketidak tahuannya akan hal itu. Ini peringatan untuk kita agar tidak asal ikut2an.

Karena banyak dari orang2 kita yang membenci Syiah, melaknat Syiah, namun mereka masih mengidolakan tokoh Syiah dan menyukai karya2nya. Mereka masih mengidolakan tokoh Syiah semisal Muhammad Quraish Shihab yang pemikirannya banyak terpengaruh ajaran Syiah, berikut dengan karyanya Tafsir Al Misbah.
Tidak ketinggalan juga dengan artis yang populer di Indonesia, yang pemikirannya juga terpengaruh ajaran Syiah, yaitu Haddad Alwi dan sulis.
Jangan kaget kalo lagu2 yang mereka bawakan diambil dari lagu2 ajaran Syiah. Seperti lagu berikut ini:
“Ya Thayyibah…ya Thayyibah…”
Contoh (dijamin 100% Syiah):
http://www.youtube.com/watch?v=9h2Wv-24rMc&feature=related

(Ket: Jangan didengarkan dan jangan dinikmati lagunya. Sekedar referensi saja)

Disebutkan:

Mengenai nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar) itu juga nyanyian, hanya berbahasa Arab. Kalau nyanyian berbahasa Indonesia, Inggeris atau lainnya yang biasanya berkisar tentang cinta, pacaran dan sebagainya, misalnya dinyanyikan di masji…d, orang sudah langsung faham bahwa itu tidak boleh.

Nyanyian cinta-pacaran seperti itu justru kesalahannya jelas. Orang langsung tahu. Sebaliknya, kalau nyanyiannya itu seperti Ya Thoybah, kalau itu mengandung kesalahan (dan memang demikian), justru orang tidak mudah untuk menyalahkannya. Karena dia berbahasa Arab, dan menyebut nama sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyebut Al-Quran dan sebagainya.

Padahal, nyanyian Ya Thoybah itu justru isinya berbahaya bagi Islam, karena ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Berikut ini kutipan bait yang ghuluw dari nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar):
Ya ‘Aliyya bna Abii Thoolib Minkum mashdarul mawaahib.

Artinya: “Wahai Ali bin Abi Thalib, darimulah sumber keutamaan-keutamaan (anugerah-anugerah atau bakat-bakat).”

Bagaimanapun, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Di dalam nyanyian itu sampai disanjung sebegitu, dianggap, dari Ali lah sumber anugerah-anugerah atau bakat-bakat atau keutamaan-keutamaan. Ini sangat berlebihan alias ghuluw.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ

Artinya: “Jauhilah olehmu ghuluw (berlebih-lebihan), karena sesungguhnya rusaknya orang sebelum kalian itu hanyalah karena ghuluw –berlebih-lebihan– dalam agama.” (HR Ahmad, An-Nasaai, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dari Ibnu Abbas, Shahih).

Ali ra sendiri pernah disikapi seperti itu. Abdullah bin Saba’, pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam, bekata kepada Ali: “Engkau lah Allah”. Maka Ali bermaksud membunuhnya, namun dilarang oleh Ibnu Abbas. Kemudian Ali cukup membuangnya ke Madain (Iran). Dalam riwayat lain, Abdullah bin Saba’ disuruh bertaubat namun tidak mau. Maka ia lalu dibakar oleh Ali (dalam suatu riwayat). (lihat Rijal Al-Kusyi, hal 106-108, 305; seperti dikutip KH Drs Moh Dawam Anwar, Mengapa Kita Menolak Syi’ah, LPPI Jakarta, cetakan II, 1998, hal 5-6).

Rupanya antek-antek Abdullah bin Saba’ kini berleluasa menyebarkan missinya.
Kelompok yang oknum-oknumnya diakui sebagai para pendukung tersebarnya aliran sesat di Indonesia itu juga merupakan kelompok yang ghuluw dalam menyanjung Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohnya adalah nyanyian mereka dalam pengajian-pengajian yang dikenal dengan nyanyian Ya Robbi bil Mushtofaa.

Nyanyian yang satu ini dikhawatirkan menjurus kepada syirik (kemusyrikan, menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala), kalau lafal bil (dari Yaa Robbi bil-Mushtofaa) itu dimaksudkan untuk sumpah, artinya demi (Rasul) pilihan (Mu). Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ. (الترمذي)

“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka sungguh ia telah musyrik (menyekutukan Alah).” (HR At-Tirmidzi dalam bab iman dan nadzar, kata Abu Isa, hadits ini hasan).
Terlarang pula bila lafal bil (dari Yaa Robbi bil-Mushtofaa) itu dimaksudkan untuk sababiyah atau perantara, karena berarti menjadikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah wafat sebagai perantara (wasilah) kepada Allah. Itu terlarang. Karena hal itu termasuk ibadah. Sedang ibadah harus tauqifi, berdasarkan dalil. Karena tak ada dalilnya yang membolehkan, maka para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bertawassul dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sudah wafat.

Adapun minta didoakan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika orang yang diminta itu masih hidup atau tawassul ketika orangnya masih hidup, maka tidak terlarang.

Kalau ada yang minta hadits larangan bertawassul dengan dzat makhluk, dalam hal ini isi dari syair Ya Robbibil, sebenarnya sudah jelas dalam keterangan di atas. Namun agar lebih jelas, kami kutipkan hadits:

رَوَى الطبراني فِي مُعْجَمِهِ الْكَبِيرِ { أَنَّهُ كَانَ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَافِقٌ يُؤْذِي الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ : قُومُوا بِنَا لِنَسْتَغِيثَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذَا الْمُنَافِقِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّهُ لَا يُسْتَغَاثُ بِي وَإِنَّمَا يُسْتَغَاثُ بِاَللَّهِ }

Thabrani meriwayatkan di dalam kitabnya, Mu’jam Al-Kabir: Bahwa dulu pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang munafiq (Abdullah bin Ubay) menyakiti/ mengganggu orang-orang mukmin, maka Abu Bakar berkata: Bangkitlah dengan kami, kami akan minta tolong kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari (gangguan) munafiq ini. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak (boleh) dimintai tolong, dan sesungguhnya hanya Allah lah yang dimintai tolong.” (Disebutkan oleh al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaaid 10/159 dan ia berkata: Diriwayatkan oleh Thabrani sedang para periwayatnya shahih selain Ibnu Lahi’ah dan hadits ini hasan).

Dalam kitab Fathul Majid dikomentari, Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah nash/ teks bahwasanya tidak (boleh) minta tolong kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga orang lainnya. Beliau membenci perbuatan ini sebenarnya, walaupun beliau termasuk mampu mengerjakannya (memberi pertolongan) dalam hidupnya (tetapi ini) sebagai penjagaan akan terjauhnya Tauhid, dan menutup jalan ke arah bahaya syirik, dan adab serta tawadhu’ kepada Tuhannya, dan memberikan peringatan kepada ummatnya tentang sarana-sarana kemusyrikan dalam ucapan dan perbuatan.

Kalau dalam hal yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mampu mengerjakannya ketika hidupnya saja (beliau tidak membolehkan), maka bagaimana beliau akan membolehkan untuk minta tolong (diperantarakan kepada Allah, misalnya) setelah beliau wafat, dan dimintai untuk mengerjakan hal-hal yang beliau tidak mampu atasnya kecuali Allah saja yang mampu mengerjakannya? Sebagaimana telah dilakukan oleh lisan-lisan sebagian banyak penyair seperti Al-Bushiri, Al-Bara’i dan lainnya, yang beristighotsah (minta tolong) kepada orang yang tidak memiliki manfaat dan mudhorot pada dirinya sendiri…( Fathul Majid, hal. 196-197).

Secara pasti, ibadah itu harus ada dalilnya (ayat Al-Quran atau Hadits yang shahih) atau ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (kesepakatan Sahabat Nabi shallallahu ‘alaih…i wa sallam). Dalam kasus ini, sya’ir itu tidak sesuai dengan dalil, seperti uraian tersebut di atas, dan tidak pernah ada contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun para sahabatnya.

Ibadah saja mesti ada dalilnya atau contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedang sya’ir Ya Rabbi bil Musthofaa… itu menyangkut aqidah, maka dalilnya untuk membolehkannya harus jelas. Ternyata tidak ada dalil yang membolehkan secara jelas, yang ada justru isi dan bentuk sya’ir itu bertentangan dengan dalil aqidah yang benar.
Jadi pertanyaan yang mestinya diajukan adalah: Mana hadits yang membolehkan atau membenarkan isi sya’ir itu, bukan mana haditsnya yang melarang. Karena isi sya’ir itu menyangkut aqidah, yang dalam hal aturannya justru lebih ketat dibanding ibadah. Apalagi isi sya’ir itu sudah tidak sesuai dengan aqidah yang benar.

Masalah ulama tidak tahu atau tahu tetapi tidak menyatakan bahwa itu salah, ini hal yang sering diungkapkan orang dalam berbagai kesempatan. Namun yang jelas, agama itu landasannya adalah dalil (ayat Al-Quran atau Hadits yang shahih) dengan pemahaman yang sesuai dengan penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, tabi’in, dan tabi’it tabi’in. Di sinilah pentingnya mempelajari agama, agar tidak hanya mengikuti apa kata orang, walau disebut ulama. Insya Allah kalau menempuh jalan seperti ini, kita akan selamat. Amien.
Demikian pula sholawat Badar, di sana ada lafal bil haadii Rasuulillaah. Itu sama dengan keterangan tersebut di atas. (lebih jelasnya, baca buku Tasawuf Belitan Iblis, Darul Falah, Jakarta, 1422H, atau Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2002, atau Tarekat Tasawuf Tahlilan dan Maulidan, WIP Solo, 2007).

Recent Posts :

118 Responses to “WASPADA LAGU-LAGUNYA HADDAD ALWI DAN SULIS KARENA BERBAU SYIAH”

  1. Syahrul Azmi 22 March 2012 at 22:39 #

    semoga kita terhindar dari perbuatan2 syiah itu..yang sagat-sangat melenceng dari islam itu sendiri,, dan saya mengucapkan terimaksih kpada mpu web ini, semoga selalu di beri kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah azza wa jalla agar bisa berda’wah dan mnjelaskan kepada masyarakat tentang pemahaman yang benar yang bersumber dari al qur’an dan sunnah..

  2. abu fauzan 24 March 2012 at 18:55 #

    jazaakallohu khoir ats infony,smg bnyk membw manfaat bagi kaum muslimin,baik yg blm tau maupun yg udah tau…
    Izin untuk share…

  3. abusalsabila 27 March 2012 at 08:07 #

    Reblogged this on Abangbenny’s Blog.

  4. EM 27 March 2012 at 19:31 #

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dari sepenggal tulisan anda. :

    – Contohnya adalah nyanyian mereka dalam pengajian-pengajian yang dikenal dengan nyanyian Ya Robbi bil Mushtofaa.

    Nyanyian yang satu ini dikhawatirkan menjurus kepada syirik (kemusyrikan, menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala), kalau lafal bil (dari Yaa Robbi bil-Mushtofaa) itu dimaksudkan untuk sumpah, artinya demi (Rasul) pilihan (Mu).

    – Karena banyak dari orang2 kita yang membenci Syiah, melaknat Syiah, namun mereka masih mengidolakan tokoh Syiah dan menyukai karya2nya. Mereka masih mengidolakan tokoh Syiah semisal Muhammad Quraish Shihab yang pemikirannya banyak terpengaruh ajaran Syiah, berikut dengan karyanya Tafsir Al Misbah.

    Yang bener aja Akhi…anda itu siapa berani mengatakan hal buruk dan menilai orang yg sesungguhnya lebih mengerti Islam daripada anda dan keturunan2 diatas anda Akhi..cuma berdasarkan penilaian yg tidak cerdas dan melakukan pengartian yg salah dan sempit atas suatu ayat dan sepenggal kalimat yang anda artikan secara subyektif..mungkin justru islam seperti anda lah yang sesungguhnya hanya kedok agama untuk merubah ayat dan melakukan “brain stroming” pada ummat.Maaf bukan fitnah tapi hanya menerka tanpa maksud apa2..kalau memang tidak benar itu semua..secepatnya lah bertaubat dan memohon ampun pada Allah SWT.

    Dan pengartian suatu kalimat maupun ayat tidak bisa sembarangan Akhi..harus ada pembimbingnya dan berdasarkan ilmu tafsir Akhi.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    • gizanherbal 27 March 2012 at 20:58 #

      bantahlah secara ilmiyah, bukan dengan perasaan. Karena agama bukan berlandaskan dengan perasaan, tapi dengan dalil.

      • ningzcute 28 March 2012 at 09:35 #

        shohih akhi, menurut dia buruk, menurut ana gak buruk. trus standaritas keburukan ato kebaikan itu siapa? tidak ada melainkan Nabi. kalo standaritas kebaikan dan keburukan itu dikembalikan kepada pribadi masing2 ngapain Alloh menurunkan Alquran, ngapain Alloh ngutus Nabi?

        dan kalo standaritas kebaikan itu menurut kebanyakan orang, orang kapir kan lebih banyak. berarti kita harus setuju dong kalo yesus itu tuhan???

      • Martanagara 30 May 2012 at 10:14 #

        Akhi, kalo anda mengatakan tidak boleh bersumpah dengan selain Allah, coba liat dulu konteksnya ? sumpah apa ?
        Bagaimana dengan Al-Qur’an yang qt baca ? Demi Masa, Demi Waktu Ashr dll ? Ya Rabbi Bil Mustofa artinya Ya Pencipta dari Al Mustafa (Rasulullah SAW)… apanya yang salah ? semoga Allah SWT mengampuni qt semua…

      • gizanherbal 30 May 2012 at 19:28 #

        Hendaknya ant berkata dengan ilmu. Jangan disamakan sumpahnya Allah dengan sumpahnya makhluq. Allah bebas berbuat dan berkehendak apa saja, berbeda dengan makhluq. Masalah ini adalah masalah yg paling mendasar/aqidah dan sudah dipelajari dalam kitab2 tauhid.

    • Menggali Kembali 14 May 2014 at 14:27 #

      KUPAS TUNTAS LAGU SESAT SYI’AH “YAA THAYYBAH”

      Rupanya nasyid Ya Thayybah yang selama ini didendangkan oleh umat Islam di Malaysia & Indonesia sebenarnya lagu nasyid yang diambil dari nasyid syiah !
      Mulai Hari ini dan Seterusnya…

      Jangan lagi Umat Islam ikut menyanyikan Nasyid ini..!
      Selain Musik itu di larang, Lirik Lagu ini adalah Lagu Syi’ah !
      Pujian ‘Ghuluw’ (berlebih-lebihan) kepada Manusia (Ali).
      Kaum Syi’ah sangat meng-Agungkan dan meng-Kultuskan Ali.

      Dibalik lagu “Yaa Thaybah” ini ada kultus dan penuhanan kepada ‘Ali bin Abi thalib, dan berlebih-lebihan dalam memuji hasan dan husain maka lagu ini sangat jarang ditemukan terjemahannya, bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sering diputar maknanya, padahal jika difahami dalam kaidah ‘arabnya bermakna pemujaan kepada ‘Ali, Hasan, dan Husain.

      Inilah liriknya, dalam versi ‘arab, latin, dan terjemahannya :

      يَا طَيْبَة يَا طَيْبَة يَا دَوَالْعيَا نَا
      اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَدَانَا، وَالْهَوَى نَدَانَا

      يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
      مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
      يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
      عِنْدُكُمْ اَفضَلُل الغِلمَاَنَ اَفضَلُل الغِلمَاَ نَ

      اَسْيَادِي الْحَسَنْ وَالحُسيْنِ
      اِلَى النَّبِيِ قُرَّ ةْ عَيْنِ
      يَا شَبَا بَ الجَنَّتَيْنِ
      جَدُّكُمْ صَا حِبُ القُرْ آنَ صَا حِبُ القُرْ آنَ

      yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa dawal’ayanaa
      isytaqnaa lika wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

      yaa ‘aliy yaa ibna abi thalib
      minkum mashdarul mawahib
      yaa tura hal ura liy haajib
      ‘indakum afdhalul ghilmana, afdhalul ghilmana

      asyadiy alhasan wal husaini
      ila annabiy qurrata ‘aini
      yaa syababal jannataini
      jaddukum shahibul qurana, shahibul qurana

      Artinya :

      Wahai sang penawar, wahai sang penawar, wahai penyejuk mata kami
      kami merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

      Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
      darimulah sumber keutamaan
      wahai engkau yang dilihat (maksudnya ‘Ali) apakah tirai menjadi pengghalang bagiku (dari melihatmu)
      sedang disisimu memiliki dua orang sebaik-baik anak, dua orang sebaik-baik anak

      sayyidku Al-Hasan dan Al-Husain
      sebagai Cahaya mata nabi
      Wahai dua pemuda surga
      kakekmu ahli quran,, ahli quran

      dimana letak penuhanannya ?
      ada pada 3 kalimat berikut :
      pertama :

      يَا دَوَالْعيَا نَا
      اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَادَانَا، وَالْهَوَى نَادَانَا
      yaa dawal’ayanaa
      wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

      artinya :
      wahai penyejuk mata kami
      kami telah merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

      kedua pada kalimat ini

      يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
      مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
      yaa ‘aliy yaa ibna abi thalib
      minkum mashdarul mawahib

      artinya :
      Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
      darimulah sumber keutamaan

      dan ketiga pada kalimat ini

      يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
      yaa tura hal ura liy haajib

      artinya :
      wahai engkau yang dilihat (maksudnya ‘Ali) apakah tirai menjadi penghalang bagiku (dari melihatmu).

      _______________

      Sungguh jika dilihat pada tiga kalimat diatas nyatalah mereka kufur kepada Allah, tidak ada kerinduan mereka kepada Allah, mereka tidak ingat kepada Allah ketika mengucapkan kalimat-kalimat itu. Seakan-akan semua hidup dan mati hanya dipersembahkan untuk keluarga ‘Ali dengan melupakan Allah.

      Bagaimanapun, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Di dalam nyanyian itu sampai disanjung sebegitu, dianggap, dari Ali lah sumber anugerah-anugerah atau bakat-bakat atau keutamaan-keutamaan. Ini sangat berlebih-lebihan alias ‘ghuluw.’

      Bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri melarang kita Umatnya, agar jangan terlalu berlebihan Memuji dan memuja diri beliau. Pada diri beliau yang Mulia saja terlarang, apalagi pada diri Orang lain. tentu hal itu di Larang Keras ..!

      لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ (رواه البخاري)

      “Janganlah kalian memuji / menyanjung aku secara berlebihan, sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah ‘hamba Allah dan Rasul-Nya”

      حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
      Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Sufyan berkata, aku mendengar Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhua bahwa dia mendengar ‘Umar radliallahu ‘anhum berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah ‘abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya”).
      (HR. Bukhari)
      __________________________

      Ini Link Video Lagunya ==> http://www.youtube.com/watch?v=4U3C3k1O5PI

      Jangan kaget kalo lagu2 yang mereka bawakan diambil dari lagu2 ajaran Syiah. Seperti lagu berikut ini :

      “Ya Thayyibah…ya Thayyibah…”

      Contoh (dijamin 100% Syiah):

      (Ket: Jangan didengarkan dan jangan dinikmati lagunya. Sekedar referensi saja)

  5. ibnsyahidun 28 March 2012 at 21:29 #

    Ahsan barakallahufik akhi

  6. Fadhlulloh Faishol Bin Hasyim 30 March 2012 at 08:16 #

    Assalamu’alaikum akhi..
    punten nii,mohn d bales yaa pesan ana,
    apa hukumnya mengenai shalawat badar ketika acara resepsi pernikahan diperbolehkan/tdk..???ini untuk mengganti acara adat pernikahan di lingkungan ana..mohn jawabnnya

  7. AbinCa 5 April 2012 at 08:37 #

    Akhi…Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berakhlak mulia kepada semua makhluk, meskipun dengan orang yang dianggap musuh ! Antum harus mengaja akhlak antum apalagi kepada orang yang berilmu sekelas Quraish Syihab, sangat tidak pantas merendahkannya. Maaf akhi, apabila pernyataan antum tak bisa dibuktikan secara qat’i maka sesungguhnya antum telah menyebarkan fitnah yang keji kepada saudara sesama muslim…naudzubillahi mindzalik.

  8. sakka 7 April 2012 at 16:39 #

    mencintai ali itu baik, mengkulktuskan ali itu salah…
    mencintai ahlu sunnah itu baik, berlebihan membid’ahkan amalan itu jelek…
    intinya jangan terlalu berlebihan….

    • gizanherbal 7 April 2012 at 21:35 #

      Membid’ahkan apa yang bid’ah (atau yg di bid’ahkan dalam Islam) juga sangat baik.

  9. Toha 8 April 2012 at 21:42 #

    sukron akhi…banyak pengetahuan yang sy dapat

  10. deteksi 15 April 2012 at 19:20 #

    innamal a’malu bin niyat… kita tidak tahu apa yang di dalam hati orang, apa yang diniatkan orang lain. hanya dirinya dan alloh yang tahu.

    • gizanherbal 16 April 2012 at 09:55 #

      Dalil yaitu Al Quran dan As Sunnah diturunkan tidak lain adalah untuk bisa mengetahui dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Wallahu a’lam.

    • Erni 4 February 2013 at 11:49 #

      niat aja ga cukup kali, niat baik harus disertai dengan cara yang sesuai aturan Islam juga

  11. setiawan 21 July 2012 at 22:38 #

    MasyaAllah… Ya Rabbi Bil Mustofa itu artinya Ya Pencipta dari Al Mustafa (Rasulullah SAW) jadi tetap demi Allah, kenapa anda permasalahkan, anda harus hati2 dalam berpendapat, kajilah semua ilmu jangan hanya dari beberapa sumber, di atas langit masih ada langit…semoga Allah mengampuni kita semua, Aminnn

    • gizanherbal 22 July 2012 at 11:03 #

      komentar ant menunjukkan bahwa ant bodoh dalam bahasa arab. Kata ‘bi’ dalam syair tersebut apa maknanya? Qasam atau Sebab?

      • nnnnnnnnnnnnnnn 28 July 2012 at 03:44 #

        Masya Allah…belajar lebih banyak dulu jangan asal menyalahkan…lagu islami Hadad Alwi dari beberapa ulama di Indonesia yang sudah banyak menuntut ilmu tidak mempermasalahkan lagu islami Hadad Alwi, kenapa anda mempermaslahkan…coba tanya ke ulama yang tinggi ilmunya jangan menjermuskan orang yang awam…semoga Allah mengampuni kita semua

      • gizanherbal 28 July 2012 at 11:35 #

        Ulama yang kami ikuti adalah ulamanya Ahlus Sunnah, bukan ulamanya Syiah.

  12. edo 23 August 2012 at 17:09 #

    Kalau dakwah anda seperti ini, saya kurang simpati. Saya ingin da’i2 yang bijak dan tidak mudah menyalahkan. Mungkin maksudnya baik, tapi kok rasanya kurang bijaksana, tidak taktis, dan terkesan mau menghukum. Subhanallah! Jangan2 anda setuju Islam ditegakkan dengan pedang.

    • gizanherbal 23 August 2012 at 20:04 #

      tidak ada toleransi terhadap agama Syiah.

      • yulia darmilah 11 May 2013 at 23:18 #

        syiah y syiah;BUKAN AGAMA

      • Wawa Alfu-Tahiyyah 18 August 2013 at 10:50 #

        Setuju akh.. Laa ikraha Fid diin, tapi juga tidak ada kompromi dalam urusan agama. Yang Haq adalah Haq. Dan yg bathil adalah bathil.

      • Wawa Alfu-Tahiyyah 18 August 2013 at 10:54 #

        Syiah, ahmadiyah atau aliran apapun yang memiliki syahadat, rukun Islam dan rukun imannya berbeda bisa dibilang agama yg berbeda bukan?

  13. didin 1 September 2012 at 20:45 #

    hati-hati,, hukum bagi orang yang mengkafirkan muslim adalah kafir

  14. abuabdurrohmanmanado 4 September 2012 at 03:51 #

    izin share lagi yaa akhi..

    jazakallohu khoir..

  15. TAUFIK HIDAYAT 27 September 2012 at 15:02 #

    BUMI HANGUSKAN SYIAH……PARA MUSUH-MUSUH ALLAH LAKNATULLAH

  16. Ibnuasy 13 October 2012 at 11:20 #

    aki, sukron, yg komennya kontra, maaf, blmlah jauh2 ana menilai, baru dr cara menulisnya saja, Allh SWT. Nabi SAW, dll ana sdh tdk setuju, itu bkn cara ahlu sunnah yg benar.

  17. Bramastyo 24 October 2012 at 10:19 #

    akhi…hendaknya jangan lah kita guluw dalam hal agama . . . . .:)
    jangan lah sikap guluw kita itu, menjadi pedang untuk saudara kita sesama muslim. . . .

  18. fu 13 December 2012 at 19:20 #

    semoga tuhan YME mengasihi anda

  19. syamsulhady 12 January 2013 at 09:14 #

    hahahahha,.,,,, klo mau nyari masa jgn mnjelek2an org yg lebih pintaqr dripada ente zan. ana NU/syafi’iyah. scepat itukah ente menghardik mreka? bahlul ente. baru punya ilmu scuil udh mau post yg bersubstansi ghibbah, fitnah dll. tau apa jg ente tntang al-mishbah karya quraish shihab? parakh nih ente. coba blajar berbenah lgi bro. :-)

  20. Abdullah Al Ikhlasul mukmin 11 March 2013 at 11:03 #

    Waallahu alam bishowab.
    Hanya Allah dan Rasul-NYA yang tahu.
    Ilmu Allah meliputi seluruh alam semesta ini.

  21. Ira 17 March 2013 at 08:09 #

    Mf sbelumnya, sepengetahuan sy islam tak pernah mengajarkan kebencian,,,

    • negaratauhid 20 March 2013 at 17:37 #

      islam juga tidak pernah mengajarkan penyimpangan

  22. sunni malaysia 22 March 2013 at 09:10 #

    assalamualaikum,nak tanya ,yang versi mishary rashid al fasy tu tiada unsur syiah kan..?

  23. yenny 26 March 2013 at 11:42 #

    Walau apa pun kata2 kalian ..ana tetap gemar dgn lagunya habib haddad alwi serta sulis.Lagunya membuat ana rasa tersentuh apabila kerana byk yg menyanjungi nabi besar kita Rasulullah…Bagi ana Kecintaan ana pd Rasulullah bukan sekadar cinta kpd insan biasa.Tetapi kecintaan terhadap manusia luar Biasa, pembawa Rahmat sekelain Alam.Maka tdk salah kita mengagungkan nya lantas mencintai Rasulullah sedemikian .Kita jika mencitai ahli klrga pun pasti mempamerkan rasa kasih sayang dgn menyambut hari jadi sebagai contohnnya…membelikan hadiah sebagai tanda kasih..Maka terpulanglah pd masing2 cara mereka menunjukkan rasa kasih terhadap INSAN MULIA & SUCI.
    Ana masa bersaksi bhwa Allah TUhan Yg Esa & Nabi MUhamad itu Pesuruhnya!!!

    • negaratauhid 26 March 2013 at 20:43 #

      Namun yg harus diketahui bahwa beragama bukan berdasarkan perasaan atau akal.

      • alif 8 April 2013 at 23:19 #

        assalamu’alaikum wr. wb. saya tidak menyalahkan atau memihak siapapun.. karena tanpa kekuatan yg di beri allah ta’ala kita tidak bisa berbuat apa2.. termasuk memperdebatkan sesuatu.. yg penting mari sama2 di tata hatinya masing2.. mendekatkan diri kpd allah ta’ala dgn cara masing2.. allah pasti mengerti niat kita klo kita niat benar2 mendekat kepadaNYA.. adapun ada kesalahan dalam pelaksanaan pasti allah ta’ala memberi pengetahuan untuk mengoreksi kesalahan yang kita kerjakan.. dan kita mengenal tauhid bukan utuk menjadikan kita seseorang yang merasa mengenal lebih dekat kepada sang pencipta tetapi untuk menyadarkan kita sebagai makhluk ciptaanNYA.. terimakasih.. kalaupun ada kata2 saya yang kurang berkenan mohon di maafkan.. wassalamu’alaikum wr. wb.

  24. triono 15 April 2013 at 14:57 #

    sukron

    • pengagum ulama kampung 15 May 2013 at 17:50 #

      astagfirulloh…….
      lalu bagaimana dengan doa nya nabi Adam A.S ketika memohon ampun kepada ALLOH Subhanahu Wata’ala, nabi Adam A.S melihat lafad Syahadat di A’rash dan bertawasul melalui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum lahir..mohon penjelasannya??

      • negaratauhid 15 May 2013 at 21:11 #

        Bisa ana minta matan haditsnya sesuai dengan apa yang antum katakan?

  25. musician 31 May 2013 at 11:15 #

    anda seorang muhammadiyah ya?

    • negaratauhid 3 June 2013 at 20:20 #

      saya muslim

    • thohir 25 October 2013 at 14:49 #

      ngawur ente..emangnye muhammadiyah gimane ? sok tahu ente..@negaratauhid jawab pertanyaan si musician biar dia nggak asal jeblak aja tuh congor

  26. pencari kebenaran 1 June 2013 at 11:27 #

    KAMI MEMBERI DUKUNGAN ATAS KEPUTUSAN FATWA MUI JATIM NO.KEP 01/SKF MUI/JTM/I/2012 SESATNYA AJARAN SYIAH……………TOLONG KIRIM SEBANYAK-BANYAKNYA KE MUI MELALUI EMAIL irfanh70@GMAIL.COM,,,terima kasih mas admin

  27. Nurman 4 June 2013 at 16:06 #

    Kalau mau mencintai Alloh terlebih dahulu kita harus cinta Rasululloh..
    KARENA BELIAULAH YANG MENGAJARKAN KEPADA KITa BAGAIMANA CARA MENCINTAI ALLOH YANG BENAR !!!!!!!!!

    • negaratauhid 7 June 2013 at 20:19 #

      benar, rasulullah yang mengajarkan kepada kita, bukan haddad alwi yang mengajarkan.

      • lapakbelanjaku 20 September 2013 at 10:44 #

        juga bukan ustadz-ustadz kita yang lain ?

  28. nana 6 June 2013 at 09:01 #

    Maaf… bukankah beragama itu dengan iman untuk meluruskan akal dan perasaan dengan jalan yang diridhoi-Nya? Jadi mengapa ada pendapat anda yang memisahkan agama dengan akal dan perasaan? Karena bukan terkategori manusia jika tanpa akal dan perasaan… dan bukan hamba Allah jika tanpa iman… dan semua itu adalah anugerah Allah Subhanahu wa ta’ala…

    • negaratauhid 7 June 2013 at 20:17 #

      beragama itu dengan dalil.
      Ali bin Abi Thalib berkata:

      “Seandai agama ini dengan akal maka tentu bagian bawah khuf lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Dan sungguh aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khuf-nya.”

      Hujjah yang paling baik tentang bolehnya mengusap di atas khuf ialah riwayat Imam Muslim, dari Al-A’Masy dari Ibrahim dari Hammam berkata, “Jarir kencing kemudian berwudhu’ dan mengusap di atas kedua khufnya. Lalu ia ditanya, ‘Kamu melakukan ini?’ Jawabnya, ‘Ya,’ (karena) saya pernah melihat Rasulullah saw. kencing lalu berwudhu’ dengan mengusap di atas kedua khufnya.”?

      Al-A’masy bertutur bahwa Ibrahim menegaskan, “Adalah para ulama terkagum oleh hadits ini, karena Jarir masuk Islam setelah turunnya surah al-Maaidah.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no:136, Muslim I:227 no:272 dan Tirmidzi I:63 no:93).

      Pada ucapan beliau ada keterangan bahwa dibolehkan seseorang mengusap bagian atas khuf atau kaos kaki atau sepatu ketika berwudhu dan tidak perlu mencopot jika terpenuhi syarat sebagaimana tersebut dalam buku-buku fikih. Yang jadi bahasan kita disini adalah ternyata yang diusap justru bagian atas bukan bagian bawahnya. Padahal secara akal yang lebih berhak diusap adalah bagian bawah karena itulah yang kotor.

  29. andrian 18 June 2013 at 19:02 #

    sy tidak tau anda wahabi atw bukan. tp tulisan anda seperti terpengaruh paham wahabi.

    • negaratauhid 23 June 2013 at 17:14 #

      iya saya wahhabi, bukan terpengaruh tapi mempengaruhi.

      • nurman 24 June 2013 at 13:59 #

        ohh pantesan

  30. saiful 3 July 2013 at 09:48 #

    izin share admin

  31. Hamba Allah 20 July 2013 at 13:42 #

    tidak ada paksaan dalam beragama!!! semua dari hati. hanya Allah yang bisa membolak-balikan hati manusia.

    • negaratauhid 8 August 2013 at 19:10 #

      salah besar jika ant mengatakan semuanya dari hati! Semua itu dari dalil, bukan dari hati! Untuk apa Allah menurunkan dalil kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kalo memang semua itu dari hati????

      • ninaaaawaeee 2 March 2014 at 18:17 #

        sebanyak2nya dalil di dalam agama Islam, dan jika ada orang non Islam baca, mempelajari dalil2, Al-Qur’an, kalo hatinya g kepanggil, g bakalan dia masuk Islam….seorang muslim kalau merasa keberatan + gak ikhlas lillaahi ta’ala HATInya menjalani hukum2 yang ada dalam islam, dari kewajiban, larangan dsb, malah cuman jadi Islam KTP, hidup segan, mati gak mau.
        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya semua hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari ar-Rahman (Allah Ta’ala), seperti hati yang satu, yang Dia akan membolak-balikkan hati tersebut sesuai dengan kehendak-Nya”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Wahai Allah Yang membolak-balikkan hati (manusia), palingkanlah hati kami untuk (selalu) taat kepad-Mu.” [HR Muslim (no. 2654)]
        sumber : https://www.facebook.com/InspirasiIslami1/posts/485873014803738

  32. Kriswidagdo 28 July 2013 at 15:56 #

    Tidak usah memperbesar perbedaan ,carilah kesamaan, toh syiah diakui sebagai salah satu mazhab dalam islam.

    • negaratauhid 8 August 2013 at 19:05 #

      syiah itu bukan madzhab, tapi agama lain, karena punya kitab suci yg berbeda dan Tuhan yg berbeda. Bagi org2 yg mengetahui.

  33. Eru 29 July 2013 at 13:21 #

    Astaghfirullah.. Semoga Allah mengampuni semua dosa2 yg tlah kau lakukan.. Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW menyukai orang2 yg bersholawat terhadapnya.. Jdi, apa salahnya jka kita bersholawat.. Anda seorang Wahabi

    • negaratauhid 8 August 2013 at 19:04 #

      orang yang berilmu adalah orang yang bisa membedakan antara shalawat dengan menyanyi. Dan orang yang bisa membedakan shalawat yg berlandaskan dalil dengan shalawat karangan orang.

  34. Busyanul hakim 6 August 2013 at 05:01 #

    Assalamualaikum.. maf saudara.. cuman komentar saja karna ada kolom dan kesempatan komentar…
    kalau di lihat dari semngangat anda untuk membahas ” saudara hadad alwi syiah” itu BERLEBIHAN,… inget dan hati2
    maf, itu pesan saya tolong IMAN dulu dah yang di utamakan baru islam baru kemudian aturan berislam insyaALLAH akan lebih komplex dan mendapatkan mix titik jelah cara hidup dan berkedupa<< maaf saya juga masih proses belajar dan wawasan masih kurang sangat sekali
    maf dan trimakasih sebelumnya

    • negaratauhid 8 August 2013 at 18:51 #

      kalo wawasan masih kurang, baiknya jangan berkomentar atau menyimpulkan.

      • syahrulmaulidi 13 August 2013 at 17:14 #

        Istighfar… Coba cek masukan ana. Cara bicara Anta ini ga mengundang simpatik. Terkesan merendahkan org lain. Jgnlah angkuh. Tawadhu biar dihina dicerca. Sabar, jgn terbawa emosi.
        Tulisan anta ga ana tolak seluruhnya. Ana ambil bagian yg bermanfaat. JazakAllah

  35. joe 8 August 2013 at 09:22 #

    banyak sekali komentar disini yang membahas mengenai islam tapi kata-kata yang digunakan tidak seperti layaknya orang islam. sangat menyedihkan….

  36. Huyapah 9 August 2013 at 21:15 #

    Pak admin…skedar masukan saja…ketika menjawab prtanyaan..tlong agar menggunakn bahasa yg lembut dan luwes..syukron

    • negaratauhid 9 August 2013 at 21:59 #

      tergantung yg bertanya. jika yg bertanya dengan adab, maka akan dijawab dengan adab.

      • muhammad ali husayn 10 September 2013 at 08:46 #

        Pake ngomongin adab segala
        Yang ada antum kena adzab nanti gara2 memfitnah dan menyembunyikan kebenaran

      • negaratauhid 19 September 2013 at 19:53 #

        Justru ana takut kena adzab gara2 menyembunyikan atau mendiamkan kesalahan/penyimpangan.

  37. vnsy 14 August 2013 at 17:00 #

    Lebih baik tidak mendengarkan lagu apapun lah

  38. haidar 18 August 2013 at 15:33 #

    assalamualaikum,maaf sebelumnya saya mengamati tulisan anda cukup menarik tentang hadad dan sulis nyanyian nya yg berbau syiah,saya mendukung hal itu,akan tetapi lebih bagusnya menurut saya anda angkat topik ini ke publik dengan begitu masyarakat kita yg awam akan faham tentang ini semua,krn kalau hal ini di biarkan berlarut2 saya hawatir akan semakin berkembang biak pengikut2 siah tersebut.trimakasih mohon penjelasan nya.wassalam

  39. orang awam 22 August 2013 at 00:22 #

    Aku orang awam yakin dengan ini agama, namun aku orang awam yg tidak paham agama, aku orang awam yang ingin belajar ttg agama, tp aku orang awam bersedih ketika mereka menertawakan pertengkaran kita, takut jika ilmu hanya untuk memecahkan persaudaraan kita, malu jika saling menghujat merasa diri lebih baik dari saudaranya. Aku orang awam yang bodoh tdk pernah yakin akan masuk syurga. Tapi apakah dgn ilmu saudaraku, saudara yakin masuk syurga?! Aku orang awam sangat mencintai saudaranya, hanya menginginkan persatuan, bersatu. Hingga lawanpun bergetar mendengarnya. Tidak mmbuka celah, hingga srigala siap menerkamnya. karena orang awam yakin kebenaran itu hanya milik Allah dan datang dari-Nya. Aku orang awam sangat mencintai
    saudaranya.

  40. Joyo Must Makinud 7 September 2013 at 12:00 #

    Iwi tulisan isine adu domba thok… ora bedo karo http://www.arrahmah.com/ gak ngajak damai malah adu domba tho…..

  41. Andi Yusuf 10 September 2013 at 03:28 #

    Ksimpulan yg dapat diambil : Penulis artikel ini adalah seorang wahabi..

  42. Endah 14 September 2013 at 13:18 #

    assalamu’alaikum warahmatullah

    saya mendapatkan tulisan ini dalam pencarian saya mencari terjemahan “nyanyian” ya taiba versi hadad alwi/sulis.

    namun sedikit kecewa karena tdk semua lirik diterjemahkan (hanya bagian ghuluw kpd Ali ibn Abi Thalib (radhiallahu anhu)), mohon penulis melengkapi terjemahan keseluruhan lirik

    tapi alhamdulillah byk info yg saya dapat, terutama dari komentar2 pembaca, dan saya bisa membedakan mana yg berpegang pada sunnah dan mana yg “terbawa arus” insya Allah.

    jazakallahu khairan ..

  43. muhammad 20 September 2013 at 12:31 #

    Afwan sekedar tanya.lantas bagaimana dengan rosulullah dalam semasa hidupnya ia pernah berziyarah kepada ayah ibunya?

    bagaimana dengan ayat (innallaha wa malaaikatahu yu shollunaa alannabi) yaa ayyuhalladzina aamanu (shollu alaihi wasallimu tasliima)????

    • negaratauhid 21 September 2013 at 19:33 #

      shalawat seperti beda dengan shalawatnya haddad alwi

  44. FDW 20 September 2013 at 23:25 #

    Assalamualaikum, Jika anda merasa lagu hadad alwi dan sulis berbau syiah, yang menurut anda berbahaya… apa solusi yang akan anda tawarkan kepada masyarakat? Maaf pengkritik yang baik juga harus punya solusi yang baik.

    • negaratauhid 21 September 2013 at 19:31 #

      SOlusinya adalah meninggalkan dan menjauhi segala pemahaman yg berbau syiah

      • faisal 23 September 2013 at 08:42 #

        betul,.. lebih baik tinggalkan dan jauhi segala pemahaman yang berbau syi’ah… karena syi’ah bukannya hanya bertaqiyah dalam aqidahnya, tetapi juga taqiyah dalam menyebarkan pengaruhnya…

        shalawat itu tidak perlu dilantunkan seperti haddad alwi….kita sholat pun sudah menyebutkan shalawat… kita sering mengkaji hadits nabi pun kita sering membaca shalawat, yaitu tat kala menyebutkan qolla nabi lalu diiringi dengan “shalallahu ‘alaihiwasalam.. itu sudah shalawat kok…

  45. wildan 26 September 2013 at 14:20 #

    Sepertinya anda membeci sayidina Ali ?

  46. ahmad 28 September 2013 at 06:02 #

    Anda terlalu lebai alias anda yg berlebihan menyikapi nya jelas usa lah yg harus di waspadai bukan masalah beginian

    • negaratauhid 8 October 2013 at 14:07 #

      Orang yang paham akan merasa bahwa ini sangat perlu utk diwaspadai.

  47. azry 28 September 2013 at 11:10 #

    ngomong syi’ah tapi kaga tau syi’ah, jelasin dulu syi’ah itu apa baru beri komentar..!!!

    • Elham El-haq 21 January 2014 at 19:09 #

      tapi.. ajaran syi’ah 100 % membenci sahabat Nabi SAW.. apakah Nabi SAW mengajarkan itu ???

  48. Samsul 3 October 2013 at 23:36 #

    Kalo kalian mengaku sbg hamba Allah dan sbg umat Rasulullah, maka berpegang teguh dlm islam.. Karena Rasulullah tdk mengajarkan sunni, syi’ah atau lain2. Tetapi Rasulullah mengajarkan tntg islam.

    • negaratauhid 8 October 2013 at 14:05 #

      Rasulullah bersabda, Islam itu terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali 1.
      Nah…kita mau pilih islam yg mana? yg di neraka atau yg di surga?

    • Elham El-haq 21 January 2014 at 19:02 #

      tapi.. ajaran syi’ah 100 % membenci sahabat Nabi SAW.. apakah Nabi SAW mengajarkan itu ????

  49. boy achmad 6 October 2013 at 04:31 #

    ALLAH yg mengatur semuanya, ALLAH yg berkehendak, jd jangan kwatir saudaraku muslimin/mah, pada saat nya nanti, ALLAH akan membinasakan org yg menganut ajaran menyimpang seperti syi’ah..
    ALLAHUAKBAR.

  50. SUTAN 25 October 2013 at 13:45 #

    makanya ENTE klo belum paham tafsir jgn maen asal tafsir aja hadits itu mksdnya bukan itu pake sumpah lah ga boleh,,,itu justru menjunjung tinggi nabi MUHAMMAD SAW,UDAH TAU SYIAH BUKAN AGAMA PAKE DI BAHAS ,,ADUH…istigfar gan jgn cari bahasan lagu mending ngaji ibadah yang rajin taat ama agame…insya ALLOH BERKAH

  51. Shery Mustika 1 November 2013 at 11:06 #

    jika menurut anda pendapat anda benar, dan anda ingin meluruskan yang salah knp anda tidak mencoba untuk menjelaskannnya secara terang2 kpd masyarakat melalui sebuah karya lagu, buku atau film…….. rasanya kurang etis jika hanya melalui blog, krn itu sama sprti surat kaleng………

    • negaratauhid 3 November 2013 at 15:37 #

      Ini adalah hak privasi kami, terserah kami mau melalui cara apa. APalagi kami sudah menyampaikan dgn cara2 yg disyariatkan/dihalalkan, dgn tulisan/buku/majalah, ceramah/kajian, dll. Tidak dgn musik yg diharamkan dalam islam.

  52. Yusuf 25 November 2013 at 11:37 #

    yg pasti yg sesat adalah wahabi, jd jng teriak maling klo maling….

    • farhammi 29 December 2013 at 08:12 #

      sesatnya wahabi itu darimana?

  53. Hamba Allah 26 December 2013 at 07:11 #

    Alfatihah,,,,,,,,
    Makasih Ilmu dari semuanya Insya Allah Semakin Banya Ilmu,Semakin Baik,,,
    Tetap Bersatu yah,,,
    Islam tetap Jaya Selamanya,,,
    Makasih Admin, dan Komentator smuanya,,,,,

  54. Khalil Ur Rahman 11 January 2014 at 22:14 #

    “Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) & Rasul (sunnahnya/tuntunannya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah & Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) & lebih baik akibat-nya.” (An-Nisaa’: 59)

    • aliem guppi 26 January 2014 at 00:49 #

      Bagaimana dengan ayat yg satu ini..Ya ayyuhallazi na amanu wabtagu ilaihil wasilah..

    • aliem guppi 26 January 2014 at 16:39 #

      Terimakasih atas sgala hujjah yg kalian kemukakan,saya cuman ambil bagian yg cinta kepada Rasul..

  55. bucek 14 January 2014 at 15:03 #

    sudah jelas menyimpang masih di bela…
    ALLOHUAKBAR.. syiah itu yahudi yang berkedokan islam..Semoga Alloh menjaga umat yang tetp berpegang teguh pada quran sunnah..Amiin

  56. acank lakallu 4 March 2014 at 09:35 #

    Aneh bin ajaib! Kok disuruh waspada terhadap saudara sendiri, bukankah kita harus berprasangka baik terhadap sesama saudara?

    • negaratauhid 8 March 2014 at 17:27 #

      Prasangka itu hanya utk sesuatu yg belum jelas. Adapun yg sudah jelas, maka tidak perlu lg berprasangka.

    • farhammi 14 March 2014 at 09:39 #

      syiah kok saudara, yang sudah jelas kok berprasangka -_-

      • Sanny Mawardi 13 May 2014 at 16:21 #

        Syiah bukan Islam

  57. maulana ibn ahmad 22 March 2014 at 22:16 #

    Bismillah
    Assalaamu’alaikum
    Innal hamdalillah…
    Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ‘ali Muhammad.
    Ada baiknya kita berhenti berbantah-bantah. Dan msh byk lagi kewajiban yg hrs kita lakukan. Tugas kita hanya menyampaikan; dan hidayah itu milik Alloh. Semoga Alloh pertautkan hati kita dalam iman Islam yg sesuai dg yg Alloh ridho’.
    “..saling menasihati dlm kebajikan, dan saling menasihati dlm kesabaran”
    Wallohu’alam
    Barokallohu fiikum
    Wassalaamu’alaikum

  58. ALFIAN ROHMATUL 26 March 2014 at 10:59 #

    bener bener ahkir zaman

    ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAH AKBAR

  59. Dap sabilillah 5 April 2014 at 00:29 #

    Banyak hp yg kesingnya bagus tapi dalamnya rusak… maaf sekarang banyak yg pakaiannya bagus dan mahal tapi semua itu utk menutupi kebusukannya… seperti habib2 yg mencabuli anak didiknya…

  60. eko pramono 24 April 2014 at 11:59 #

    Assalamualaikum….

    semoga apapun yang kita debatkan dalam lagu ini tidak ada kepentingan apapun…
    dan kami setuju dengan semua pendapat karena indahnya hidup terlihat dari semua perbedaan yang kita miliki baik secara sudut pandang atau pengetahuan…

    untuk itu kami hanya mengutarakan apa yang menjadi pendapat kami tentang lagu ini…menurut kami syah-syah saja asal sebatas lagu dan memang kami selaku orang awam tidak pernah mengkhususkan ini untuk sahabat Ali atau siapapun..yang kami tau kami dapat melantunkanya dengan penuh keindahan dan kesyukuran dan semata-mata kami tujukan untuk junjungan kami nabi besar muhammad SAW….Utusan Allah…
    Terlepas dari itu kami tidak pernah berfikir sejauh itu…
    salam hormat kami untu anda-anda yang lebih memahami semua ini….

    semoga kita senantiasa mendapatkan berkah dari Allah dan semoga kita semua tergolong kaum-kaum yang tidak terpecah belah…Amin…Amin…Amin…Amin Ya Robbal’alamin…

    wassalamualaikum…

  61. ray 12 May 2014 at 10:22 #

    hati-hati saudaraku :) jangan coba coba menafsirkan bahasa arab. karena satu kata dalam bahasa arab itu maknanya banyak. nanti bisa menjuruskan k jalan yang tidak benar. misalnya, ragu ragu dengan isi al quran gara gara menafsirkannya dan akhirnya murtad. hanya mengingatkan makasih bro :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 210 other followers

%d bloggers like this: