AKIBAT NONTON SINETRON

2 Jun

Sepasang suami istri asyik nonton sinetron berduaan. Si istri menikmati alur ceritanya, sedangkan si suami menikmati kecantikan artis2nya. Namun rupanya wajah istrinya tak secantik artis sinetron. Akibat terpengaruh sinetron, akhirnya suaminya selingkuh utk melampiaskan hasratnya. Si istri tak mnyadari. Lalu apa yang terjadi kemudian?

Suami asyik dgn selingkuhannya krn lbh cantik dari istrinya, akibatnya istrinya kurang diperhatikan. Krn kurang diperhatikan suami, si istri jg beraksi, sama2 mencari selingkuhan. Akhirnya suami dan istri saling berselingkuh. Rumah tangga mrk smakin mburuk, hingga akhirnya mrk resmi bercerai. Lihatlah bgm syaithan berhasil memisahkan antara suami dgn istri hanya krn diawali oleh sinetron atw yg sejenisnya. Masih mau nonton sinetron?

Byk terjadi hal spt itu dari yg pernah ana tau, bahkan ada yg lbh parah dari itu. Mrk tdk mengetahui bhw sebabnya dari sinetron atw hal2 yg sepele menurut mrk. Sehingga dampaknya mjadi lbh bsar skali. Wallahu alam.

 

Tanya: Bagaimana hukumnya sandiwara (sinetron, film)?

Jawaban Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzahullah

Sandiwara, saya katakan tidak boleh karena:

Pertama: Di dalamnya melalaikan orang yang hadir, mereka memperhatikan gerakan-gerakan pemain sandiwara dan mereka senang (tertawa). Di dalamnya mengandung unsur menyia-nyiakan waktu. Orang Islam akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap waktunya. Dia dituntut untuk memelihara dan mengambil faedah dari waktunya, untuk mengamalkan apa-apa yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla, sehingga manfaatnya kembali kepadanya baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana hadits Abu Barzah Al-Aslamy, dia berkata: Telah bersabda Rasulullah:

“Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. Tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. Tentang badannya untuk apa dia kerahkan…” (Dikeluarkan Al Imam At-Tirmidzi (2417) dan dia menshahihkannya)

Umumnya sandiwara itu dusta. Bisa jadi memberi pengaruh bagi orang yang hadir dan menyaksikan atau memikat perhatian mereka atau bahkan membuat mereka tertawa. Itu bagian dari cerita-cerita khayalan. Sungguh telah ada ancaman dari Rasulullah bagi orang yang berdusta untuk menertawakan manusia dengan ancaman yang keras. Yakni dari Muawiyah bin Haidah bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Celaka bagi orang-orang yang berbicara (mengabarkan) sedangkan dia dusta (dalam pembicaraannya) supaya suatu kaum tertawa maka celakalah dia, celakalah bagi dia.” (Hadits hasan dikeluarkan oleh Hakim (I/46), Ahmad (V/35) dan At-Tirmidzi (2315))

Mengiringi hadits ini Asy-Syaikhul Islam berkata: “Sungguh Ibnu Mas’ud berkata: Sesungguhnya dusta itu tidak benar baik sungguh-sungguh maupun bercanda.”

Adapun apabila dusta itu menimbulkan permusuhan atas kaum muslimin dan membahayakan atas dien tentu lebih keras lagi larangannya. Bagaimanapun pelakunya yang menertawakan suatu kaum dengan kedustaan berhak mendapat hukuman secara syar’i yang bisa menghalangi dari perbuatannya itu.

[Dinukil dari Edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah hal. 84-93, Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan – http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=440]

 

Recent Posts :

3 Responses to “AKIBAT NONTON SINETRON”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: