ANTARA FUTSAL DAN MENDAKI GUNUNG

2 Jun

Datang seseorg kpd si A dan mendebat ttg ‘Mendaki Gunung’dan tujuannya. Dia (si B) berkata, “Apa manfaatnya ant mendaki gunung? hanya melelahkan yg tiada manfaat. Ahsan ant ganti dgn ibadah spt mengaji, atw lainnya.”

Si A menjawab, “Itukan menurut ant. Jika berbicara ttg manfaatnya mendaki gunung, maka itu bisa dilihat dari niatnya. Jika niatnya berupa kebaikan, insya Allah dia akan byk mendapat manfaat karena itu.

Diantaranya, dia bisa mentadabburi ciptaan dan kekuasaan Allah berupa makhluk2-Nya. Bisa juga utk memperkuat dan melatih jasmaninya, menerapkan byk sunnah yg akan dilakukannya (seperti sunnah2 safar spt menjama’ dan mengqashar shalat, dziki…r ketika berjalan mendaki dan turunan, dll), dan masih byk lagi manfaat2 yg tak disebutkan. Tapi jika niatnya buruk, seperti ingin memberikan sesajen kpd penghuni gunung, ingin berpacaran, atau maksiat lainnya, maka ini yg tidak diperbolehkan dan tdk mendapat manfaat melainkan malah mendapat dosa.

Si B : Tapi ahsan kan jika diganti dgn ibadah lainnya, seperti mengaji, pergi ke majelis ta’lim, atau uangnya utk sedekah, dsb.

Si A : Baiklah kalau begitu. Bukankah ant hobi dengan main Futsal?

Si B : Iya.

Si A : Lantas, daripada ant main futsal, kan ahsan diganti dengan ibadah lainnya, seperti mengaji, pergi ke majelis ta’lim, atau uangnya utk sedekah, dsb?

Si B : ……

Si A : Seseorang yg bertamasya bersama keluarganya, apakah hal itu dilarang jika tamasya-nya tidak melanggar syar’i? Seperti tamasya ke Kebun Binatang, atau ke pegunungan, atau ke laut? Dan apakah ada fatwa ulama yg melarang seseorang tamasya mendaki gunung? Jika tidak ada, lantas kenapa ant melarang dan menahan kami?

Si B : …….

Si A : Bukankah apa yg ant lakukan yaitu Futsal juga melelahkan? apa manfaatnya ant bermain futsal jika ant sendiri tidak tahu manfaatnya mendaki gunung?
Sekarang kita bandingkan antara Futsal dengan Mendaki Gunung…
– Apakah bisa seseorang yg sedang bermain futsal utk selalu mulutnya berdzikir? Sambil lari berdzikir, sambil menendang bola berdzikir, dan sambil menggol-kan jg berdzikir?
Sedangkan mendaki gunung sangat bisa sekali utk senantiasa mulutnya selalu berdzikir dan berdoa.
– Apakah bisa seseorg yg sedang bermain futsal/bola sambil shalat atau mengaji dan muraja’ah? Jelas tidak akan bisa. Malah kebanyakan dari mereka melalaikan shalatnya. Sedangkan mendaki gunung bisa dilakukan sambil shalat,mengaji dan muraja’ah.
– Uang yg dikeluarkan utk bermain futsal bisa sebanding dengan uang yg dikeluarkan utk mendaki gunung. Karena mendaki gunung paling dilakukan setahun 2 atau 3 kali. Sedangkan futsal dilakukan setiap pekan sekali, bahkan bisa dua kali.
– Dan masih byk lagi keutamaan dari apa yg kami lakukan dibandingkan dgn apa yg ant pahami. Walaupun ana sendiri juga aktif bermain futsal. Wallahu a’lam.

Si B : (Alhamdulillah dia rujuk dari pemikirannya sendiri, dan bersikap adil.)

 

Recent Posts :

2 Responses to “ANTARA FUTSAL DAN MENDAKI GUNUNG”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: