APA YANG KAU RASAKAN JIKA BERJUMPA DENGAN KEKASIHMU SETELAH LIMA PULUH RIBU TAHUN BERPISAH ?

2 Jun

Jika kita berpisah lama skali dengan orang yang kita cintai (seperti orgtua atau istri & anak2), entah itu setahun, 10 tahun atau 20 tahun (karena merantau atau dipenjara, dsb), maka perasaan kita saat berjumpa dengan mereka pasti sangat gembira atau menangis karena bahagia. Bagaimana perasaan kita seandainya berpisah selama ribuan atau puluhan ribu tahun? Dan bagaimana perasaan kita saat berjumpa dengan mereka di padang mahsyar atau di telaga al haudh?

Dan semoga pula kita tidak berjumpa atau dikumpulkan dgn org2 yg kita cintai di neraka. Allahumma amiin.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),”(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai utusan terhormat dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.” (QS. Maryam [19] : 85-86).

“Pada hari itu (yakni hari Kiamat) langit menjadi hancur lebur bagaikan cairan perak dan gunung-gunung (beterbangan) bagaikan kapuk. Disitu tidak ada orang yang menanyakan kepada keluarganya, padahal mereka diperlihatkan pula kepada keluarganya itu. Orang yang berdosa merasa lebih senang, andaikata siksa pada hari itu dapat ditebus dengan mengorbankan anaknya, dengan istrinya atau saudaranya, ataupun dengan semua keluarga yang menjadi tanggungannya, bahkan sekalipun dengan orang-orang seluruh isi bumi, asalkan dapat menyelamatkan diri orang yang berdosa tadi (dari siksa Tuhan).” (QS. Al-Ma’arij : 8-14)

Hadis riwayat Sahal bin Saad Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Pada hari kiamat, manusia dikumpulkan di tengah padang berwarna putih agak kemerahan bagai dataran yang bersih di mana tidak ada tanda-tanda penunjuk untuk seorangpun.” (HR: Muttafaqun alaih)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun menghadap Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang (tidak berpakaian) dan tidak disunat (dikhitan)”. (HR. Bukhari & Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Panjang sisi) telagaku lebih jauh jaraknya antara Ailah dan ‘Adn (keduanya adalah nama tempat), lebih putih dari salju, lebih manis daripada madu yang dicampur susu, bejana-bejananya lebih banyak dari jumlah bintang-bintang, dan aku benar-benar akan menghalangi manusia darinya sebagaimana seorang yang menghalangi unta milik orang lain dari telaganya. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengenali kami waktu itu?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh umat-umat yang lain. Kalian datang kepadaku dengan anggota wudhu yang putih bersinar dari bekas wudhu”. (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya:
(salah satunya) dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya.”
(HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)

Pertanyaan.

Apakah hari perhitungan itu hanya sehari .?

Jawab :

Memang hari perhitungan itu hanya sehari, akan tetapi sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun, sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala.

“Artinya : Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun”. (Al-Ma’arij : 1-4).

Yakni, azab ini akan menimpa orang-orang kafir dalam sehari yang kadarnya limu puluh ribu tahun. Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan hadits dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Tiada seorangpun dari pemilik emas atau pemilik perak yang tidak menunaikan haknya, melainkan pada hari kiamat akan dibentangkan untuknya papan dari logam dan dipanaskan di atasnya dalam naar Jahannam, lalu dipangganglah lambungnya, dahinya dan punggungnya. Ketika telah dingin, dikembalikan lagi dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun sehingga tertunaikanlah segala yang berkaitan dengan hamba“. Hari yang panjang ini adalah hari yang menyusahkan bagi orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan adalah (hari itu), hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang yang kafir”. (Al-Furqan : 26).

“Artinya : Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafi lagi tidak mudah”. (Al-Mudatsir : 10).

Namun dapat dipahami dari dua ayat ini bahwa bagi orang-orang mukmin adalah mudah. Hari yang amat panjang ini dan penuh dengan hal-hal yang menakutkan dan perkara-perkara yang luar biasa djadikan mudah oleh Allah Ta’ala bagi orang mukmin dan menyusahkan bagi orang kafir. Kita memohon kepada Allah Ta’ala kiranya berkenan menjadikan kita dan saudara-saudara kita termasuk golongan yang diberi kemudahan oleh Allah pada hari kiamat.

Terlalu berlebihan dalam memikirkan dan menyelami masalah-masalah ghaib, seperti ini termasuk perbuatan tanatthu’ (berelebihan/melampui batas) yang pernah disinyalir oleh Nabi melalui sabdanya ;” Celakalah orang-orang yang berlebihan, celakalah orang-orang yang berlebihan, celakalah orang-orang yang berlebihan”.

Tugas kita sebagai manusia dalam masalah-masalah semacam ini adalah pasrah saja dan mengambil zhahirnya makna tanpa perlu menyelami atau berusaha mengqiyaskan dengan hal-hal yang terdapat di dunia ; karena hal-hal yang ada di akhirat itu tidak seperti yang ada di dunia. Meskipun terdapat keserupaan secara makna, akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan yang besar. Sebagai contoh, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa di dalam surga itu terdapat kurma, delima, buah-buahan, daging burung, madu, air, susu, khamr, dan sejenisnya namun Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya :Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (As-Sajadah : 17).

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berkata :

“Artinya : Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah di dengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik dalam hati maunusia”.

Nama-nama ini yang memiliki substansi di dunia ini tidak berarti bahwa hal itu sama seperti yang disebutkan oleh Allah mengenai hal-hal yang ada di akhirat, meskipun secara asalnya maknanya ada kesamaan.

Setiap hal-hal yang ghaib yang memiliki kesamaan asal maknanya dengan hal-hal yang bisa kita lihat di alam dunia ini tidak memiliki kesamaan dalam substansi. Karena kita dan siapa saja mesti memperhatikan kaedah ini dan hendaklah dalam menghadapi masalah-masalah yang ghaib seperti ini dibiarkan menurut makna zhairnya saja tanpa perlu berusaha mencari-cari arti lain dibalik itu.

Oleh karena itulah ketika Imam Malik Rahimahullah ditanya mengenai firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Yang Maha Rahman beristiwa di atas ‘Arsy”.

“Bagaimana Ia beristiwa ?”, beliau menggeleng-gelengkan kepala sampai keringatnya bercucuran, karena pertanyaan tersebut terasa amat berat baginya. Kemudian beliau berkata yang kemudian jawaban beliau ini menjadi masyhur dan menjadi neraca untuk setiap apa yang disifatkan oleh Allah bagi diri-Nya. Kata beliau :”Istiwa’ itu tidak majhul, kaifiatnya tidak ma’qul (tidak masuk akal atau tidak bisa dimengerti), iman dengannya wajib, dan mempertanyakannya adalah bid’ah”.

Mempertanyakan secara mendalam mengenai masalah-masalah semacam ini merupakan bid’ah, karena para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum yang merupakan generasi yang paling tamak terhadap ilmu dan kebaikan, apalagi kalau dibandingkan dengan kita, tidak pernah bertanya kepada Nabi dengan sejenis pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Cukuplah kiranya mereka itu mejadi teladan.

Apa yang kami katakan disini yang ada kaitannya dengan masalah hari akhir, tak berbeda permasalahannya dengan segala yang terkait dengan sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang Dia sendiri sifatkan untuk diri-Nya. Di antaranya : Dia memiliki ilmu, kekuasaan, pendengaran, penglihatan, perkataan dan sebagainya. Maka substansi dari itu semua jika dinisbatkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, tentu tidak ada sesuatupun yang menyerupai atau menyamainya, yang jika hal itu dinisbatkan kepada manusia apa yang menyerupainya. Setiap sifat mengikuti maushufnya (yang disifati). karena Allah Ta’ala tidak ada yang menyerupainya dalam hal sifat-sifat-Nya.

Pendek kata, bahwa hari akhir adalah satu hari. Ia merupakan hari yang amat menyusahkan bagi orang-orang kafir, dan bagi orang-orang mukmin ringan dan mudah. Segala pahala dan siksa yang ada di hari akhir itu termasuk perkara yang tidak bisa diketahui hakekatnya di kehidupan dunia ini, meskipun asal maknanya dapat kita ketahui dalam kehidupan dunia ini.

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.

3 Responses to “APA YANG KAU RASAKAN JIKA BERJUMPA DENGAN KEKASIHMU SETELAH LIMA PULUH RIBU TAHUN BERPISAH ?”

Trackbacks/Pingbacks

  1. INDEKS ARTIKEL-ARTIKEL ISLAM YANG MENARIK DAN SANGAT BERMANFAAT DARI gizanherbal.wordpress.com « Sesungguhnya Pacaran Adalah Perbuatan Keji Dan Haram. Maka Jangan Pacaran Agar Selamat Dunia Akherat. (silahkan add Facebook: tundher_cary@yahoo.com &am - 11 July 2011

    […] APA YANG KAU RASAKAN JIKA BERJUMPA DENGAN KEKASIHMU SETELAH LIMA PULUH RIBU TAHUN BERPISAH ? […]

  2. INDEKS ARTIKEL-ARTIKEL ISLAM YANG MENARIK DAN SANGAT BERMANFAAT DARI gizanherbal.wordpress.com « PACARAN ADALAH PERBUATAN MAKSIAT DAN HUKUMNYA ADALAH HARAM. MAKA JANGAN BERPACARAN!! SEGERALAH MENIKAH. (www.alsofwah.or.id , www.muslim.or.id) - 12 July 2011

    […] APA YANG KAU RASAKAN JIKA BERJUMPA DENGAN KEKASIHMU SETELAH LIMA PULUH RIBU TAHUN BERPISAH ? […]

  3. ARTIKEL-ARTIKEL ISLAM « Yovi_rohman Tamanayu - 22 May 2012

    […] APA YANG KAU RASAKAN JIKA BERJUMPA DENGAN KEKASIHMU SETELAH LIMA PULUH RIBU TAHUN BERPISAH ? […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: