CUCI OTAK

2 Jun

Contoh pencucian otak oleh sebagian oknum : “Kamu sudah sangat banyak dosa2nya. Jika kamu mati, nerakalah tempatmu. Kamu harus taubat, kemudian mati syahid, dan dosa2mu terampuni smuanya, maka kamu akan masuk surga.”
“Bagaimana caranya?”
“Caranya dengan melakukan bom bunuh diri…”

Salah satu faktor yang menjerumuskn manusia kepada kesalahan dan menjadi penghalang baginya memperoleh hikmah adalah apa yang disebut dengan pencucian otak. Secara singkat pencucian otak dilakukan dengan cara menjadikan seseorang meyakini dan mengakui bahwa pemikiran2 dan perilaku2nya adalah salah dan ia harus tunduk kepada pemikiran2 yang baru.

Sasaran orang2 yang akan dicuci otaknya adalah orang2 yang sangat awwam dalam masalah agama, atau orang2 yang bodoh, seperti anak2 nakal atau anak jalanan, pemulung, dan juga para pelaku kemaksiatan seperti preman, dsb. Ana pernah kenal dengan orang2 yang telah dicuci otaknya, mereka bekerja sebagai tukang ojek, tukang koran, berandalan, dll.  Kenapa sasarannya seperti itu? agar mempermudah aksi mereka.  Karena jika sasarannya adalah org2 yang pintar atau berilmu dan memiliki wawasan agama, niscaya mereka akan kesulitan untuk mendoktrin dan mempengaruhinya, beda halnya dengan orang2 yang awwam dalam agama yang tinggal mengikuti dan menuruti apa kata mereka. Itu juga tidak membutuhkan waktu yang lama.

Keberhasilan mereka dilihat dari kesetiaan anggota2nya terhadap amir mereka. Jika anggotanya siap mentaati perintah sang amir dalam segala hal, maka dia akan dijadikan andalan dalam kelompoknya, dan bisa menduduki jabatan tertentu dlm jamaahnya. Kesetiaan tertinggi bagi mereka adalah mendahulukan sang amir dari siapa saja, bahkan dari orangtua sekalipun. Jika sang amir menyuruh mengkafirkan bahkan membunuh orangtuanya sendiri, maka wajib atasnya mentaati perintah sang amir tersebut. Membunuh orangtuanya sendiri saja mereka siap melakukan, apalagi hanya sekedar kabur dari rumah atau dari keluarganya? Makanya banyak kita temui kasus para remaja yang kabur dari rumahnya atau hilang/diculik, tidak lain itu semua menunjukkan bahwa mereka telah berhasil mencuci otaknya. Pemahaman yang sangat mengerikan sekali…
Jadi, jangan heran jika kita menemukan seorang dari mereka yang berani melakukan aksi bom bunuh diri atau mengorbankan nyawanya demi perintah sang amir. Wallahu a’lam.

Dikisahkan, ada seorang tokoh Shufi yang sangat terkenal dan memiliki murid2 yang sangat banyak. Diantara murid2nya itu, hanya ada satu orang murid yang sangat disayang dan diperhatikan oleh sang guru karena kesetiaannya kepada sang guru.  Suatu hari sang guru  ingin menguji murid tersebut, maka berkatalah sang guru kepada muridnya itu, “Wahai muridku, engkau adalah murid yang paling aku sayangi. Dan aku ingin mengetahui kesetiaanmu kepadaku. Apakah kamu benar2 setia kepadaku?”
Si murid berkata, “Iya guru, aku setia kepadamu.”
Si guru berkata, “Dengan apa kamu setia kepadaku?”
Si murid berkata, “Apa saja yang guru perintahkan kepadaku pasti akan aku laksanakan.”
Si guru berkata, “Bagaimana jika aku menyuruhmu untuk membunuh ayahmu?” (Si guru hanya bercanda).
Si murid, “Aku pasti laksanakan seluruh perintah guru.”
Si guru, “Kalau begitu, bunuhlah ayahmu nanti malam, kalau kau benar2 setia kepadaku.”

Kemudian murid tersebut pergi meninggalkan gurunya. Pada tengah malam, murid tersebut siap2 melaksanakan aksinya. Dia mendatangi rumah orangtuanya secara diam2 dan naik ke atas atapnya, kemudian masuk ke dalam kamar orangtuanya yang sedang tertidur. Saat itu di dalam kamar terlihat gelap karena tidak ada penerangan. Spontan si murid mengeluarkan pedang dan menebas kepala ayahnya yang sedang tertidur hingga terpisah dari badannya kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibawa lari olehnya. Si ibu yang mengetahui aksi tersebut berteriak histeris tapi dia tidak mengetahui siapa pelaku pembunuhan tersebut karena pelakunya langsung menghilang.

Si murid langsung menemui gurunya pada malam itu. Ketika bertemu dengan gurunya, si murid langsung menyerahkan kepala bapaknya kepada si guru. Si guru pun sangat terkejut sekali mengetahui hal itu dan berkata, “Celaka kamu yang telah membunuh ayahmu sendiri!! Aku waktu itu hanya berpura2 saja menyuruhmu untuk mengetahui sejauh mana kesetiaanmu kepadaku!”
Kejadian tersebut membuat sang guru ketakutan. Tapi ketika si guru dan si murid memperhatikan kepala yang dibawa oleh muridnya itu, rupanya kepala yang dipotong oleh murid itu bukanlah kepala ayahnya melainkan kepala seorang tetangganya. Akhirnya terbukalah kasus selama ini bahwa ibunya sering berselingkuh dengan tetangganya, dan pada malam itu berpas2an dengan ibunya yang sedang selingkuh dengan tetangganya. Maka dengan kejadian itu si murid semakin berterima kasih kepada sang guru dan bertambahlah kesetiaannya. Sedangkan sang guru semakin ujub (bangga diri) dengan karamah yang dimilikinya, dan semakin banyak murid2nya yang setia kepadanya.

(Afwan ana lupa referensi kisah ini. Namun cerita ini sangat masyhur/terkenal sekali dikalangan org2 shufi yg ghuluw kpd guru2 mrk).

Abu Fahd Negara Tauhid

 

Recent Posts :

2 Responses to “CUCI OTAK”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: