JANGAN SOMBONG JIKA SUDAH ‘MENGAKU’ SALAFI

2 Jun

Jangan meremehkan seseorang (menganggap diri kita lebih baik darinya), walaupun dia pelaku maksiat atau pelaku bid’ah (selama bukan bid’ah mukaffirah), atau juga orang yang ditahdzir. Karena bisa jadi Allah mengampuni dosa2 orang tersebut sehingga mendapat keutamaan masuk surga, dan bisa jadi Allah tidak mengampuni dosa2 kita sehingga kita terhalang untuk masuk surga. Wallahul musta’an.

Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri di hadapan manusia dengan ilmunya , merasa dirinya besar dengan kemuliaan yang dia miliki. Bagi orang tersebut tidak bermanfaat ilmunya untuk dirinya. Barangsiapa yang menuntut ilmu demi akhirat maka ilmunya itu akan menimbulkan hati yang khusyuk serta jiwa yang tenang. Dia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya, bahkan setiap saat dia selalu introspeksi dan meluruskannya. Apabila dia lalai dari hal itu, dia akan menyimpang dari jalan yang lurus dan akan binasa. Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesombongan yang paling besar. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar dzarrah (biji sawi).
Laa haula wa laa quwwata illaa billah. ” (Al Kabaa’ir ma’a Syarh li Ibni al ‘Utsaimin hal. 75-76, cet. Daarul Kutub ‘Ilmiyah.)

Seperti dalam firman-Nya,

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. ” (QS. Al Furqaan: 63)

Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorangpun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain ” (HR Muslim no. 2865).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu ’ (merendahkan diri) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya .” (HR. Muslim no. 2588)

 

Recent Posts :

6 Responses to “JANGAN SOMBONG JIKA SUDAH ‘MENGAKU’ SALAFI”

  1. Rendi Selatan 24 July 2011 at 02:54 #

    slat dtng…..

  2. Joko 21 August 2011 at 06:25 #

    Kenapa harus mengaku salafi?
    Ada dalilnya kah?

    • gizanherbal 6 September 2011 at 11:32 #

      Islam itu terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka, dan 1 di surga. Nah, pilih yg mana ant?
      Tidak harus mengaku salafi. Yang diharuskan adalah mengikuti pemahaman atau manhaj Salaf, sedangkan orang yg mengikuti manhaj salaf, maka dia bisa dikatakan salafi. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: