JIKA ANAK LEBIH MENCINTAI PEMBANTU DARIPADA ORANGTUANYA

2 Jun

Sahabat ana bercerita, katanya, “Dulu anakku pernah lebih menyayangi pembantu daripada orangtuanya sendiri. Ketika pembantunya pulang kampung, anakku menangis sejadi2nya, padahal ketika ibunya pergi kerja atau pergi kemana, dia tidak pernah nangis sama sekali. Kejadian tersebut membuat kami berpikir…

Maka kami putuskan, hrs ada yg mengalah diantara kami utk tdk kerja dan mngurus anak2 di rmh. Maka mau tdk mau, ibunya yg hrs berhenti dr kerjaannya utk mengurus anak2nya dirmh.” Relakah suatu saat sang anak menjadi durhaka kpd orgtuanya sendiri, hanya krn kurang mdapat perhatian dari orgtuanya?

Suatu kejadian yg memprihatinkan, tatkala sang bapak adalah seorg dokter atau profesor, sdgkan sang ibu adalah seorg sarjana. Tapi mereka malah memberikan anak kesayangannya utk dididik oleh seorg wanita lulusan SD, bahkan tdk sekolah dan tdk mampu baca dan tulis. Tidak heran jika sang anak tumbuh dgn kehidupan yg berbeda, dgn cara dan kemauannya sendiri.

Bukan berarti ana melarang suami istri utk bekerja smuanya, dan jg bukan brarti melarang mempekerjakan pembantu utk merawat anak. Namun yg perlu diperhatikan adlh, bhw anak kita adalah harta yg sangat berharga, dan termasuk dari salah 1 dari yg akan menambah amal2 kita kelak walaupun kita telah mati, serta menambah derajat kita di hari kiamat. Pantaskah harta yg berharga tsb ditukar dgn gaji kita di dunia?

Ada sbuah kisah yg menyedihkan. Sepasang suami istri yg sudah berusia lanjut. Mrk bangga memiliki anak2 yg sukses dlm hidupnya di dunia. Anak2nya smua hidup dlm kehidupan yg kaya dan bertitle, ada yg menjadi pilot, dokter, pejabat, dan lainnya. Tapi dibalik kebanggaan orgtuanya tsb ada kesedihan yg mendalam. Yaitu mereka (orgtua tsb) tinggal dalam kesendirian dan hy diasuh oleh seorg pembantu, sdgkan anak2nya smua tinggal jauh dari orgtuanya, ada yg diluar negri, diluar kota, dll. Perasaan orgtua tsb, disaat usia mrk sudah senja, mrk sangat ingin sekali dekat dan kumpul bersama anak2nya dan cucu2nya. Tapi kenyataannya berbeda, mrk harus hidup sendiri disaat mrk menunggu ajal, jauh dari anak2 dan cucu2nya, dan hy ditemani pembantu. Apakah ini merupakan hukum karma utk orgtua tsb, krn dulu ketika anak2 mrk masih kecil, mereka tinggalkan anak2 mrk demi karir mrk, sdgkan anak2nya mereka titipkan ke pembantu. Wallahu alam

 

Recent Posts :

One Response to “JIKA ANAK LEBIH MENCINTAI PEMBANTU DARIPADA ORANGTUANYA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: