KUBURAN ATAU KAMAR PENGANTEN ?

2 Jun

Itu kuburan mirip kamar penganten? Kamar penganten ana dulu gak sebagus itu. Apa yang mati masih penganten baru?
Dipakein kelambu lagi (banyak nyamuknya ya?)
Pake lilin & lampu remang2 (wah tambah romantis banget)
Pake wangi2an & kembang 7 rupa (bikin syahdu)
Plus makanan & buah2an (pengen punya kamar penganten kayak gini..mengkhayal)
…Tapi sayang..knp?
Sayang kuburannya gak di cat warna pink, jadi kurang romantis.

Sekalian aja sesajennya diganti sama cokelat atw permen, biar happy valentine,,,

Ahsan bikin komunitas sendiri ‘KUBURAN FANS MANIA CLUB’.
Lambangnya Love sama Tengkorak… Gokil !

Kite gak menolak dan tdk meniadakan ziarah kubur. Bahkan kite mdukung disyariatkannya ziarah kubur, tapi itu ada adab2nya. Ada ziarah yg disyariatkan dan ada jg yg dilarang. Perlu perincian githu..

Dulu wkt ana msh skolah, ana pernah main ke daerah pondok gede, ujung aspal, didaerah persawahan. Ketika cuaca panas ana berniat utk berteduh. Ana lht ditengah sawah ada bangunan kosong yg kecil seperti pos atau gardu. Setelah ana smp dibangunan tsb ana kaget krn rupanya pabrik rokok!
Maksudnya, bangunan tsb dipenuhi oleh bungkus rokok yg msh utuh dan tersegel sbanyak ratusan bungkus! Saking byknya bungkus rokok tsb, jadi mbentuk spt gunung. Ana perhatikan rupanya dibawah tumpukan rokok tsb adalah sbuah makam keramat!
Ana ketawa heran krn ini kuburan model baru. Biasanya yg ana ketahui kalo kuburan2 itu disebarkan bunga, tapi ini yg disebar malah rokok. Hehehe…
Tanya kenapa?

Klo kuburannya dilengkapi AC, sekalian aja dilengkapi Warnet, dijamin bakalan rame! Entar ngalap berkahnya atw tawasulan skalian fesbukan atw maen pointblank, sbelahnya Rental PS 3, dibagian belakang Studio Band, ditingkat atasnya Warteg. Manteb bukan? Bisa masuk MURI, Kuburan terlengkap di dunia.

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:
أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)
Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا

“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Penjelasan ringkas:
Fitnah kubur termasuk dari fitnah terbesar yang pernah menimpa umat ini, bagaimana tidak padahal fitnah kubur ini telah menyesatkan banyak manusia sejak dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Setan membuat indah dan baik di mata mereka perbuatan menghiasi kubur, mengangungkannya, meninggikannya, dan membangun bangunan (makam/masjid) di atasnya, sampai pada akhirnya mereka menyembah jenazah yang dikubur di dalamnya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakan kuburan dan tidak meninggikannya serta mewasiatkan para sahabatnya untuk melakukan hal serupa. Larangan meninggikan ini baik berupa mengapuri (mengecat) dan membangun kuburan itu sendiri, maupun meninggikannya dengan cara membangun bangunan atau masjid di atasnya. Semuanya merupakan amalan yang tercela dan merupakan amalan orang-orang Yahudi dan Nashrani terdahulu.

Di sisi lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang kita untuk menghinakan kubur, Karenanya beliau melarang untuk duduk di atas apalagi menginjaknya karena itu merupakan perbuatan mengganggu jenazah yang ada di dalamnya. Dan karenanya pula disebutkan dalam hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan. Wallahu A’lam.  http://al-atsariyyah.com/larangan-meninggikan-kuburan.html

 

Recent Posts :

10 Responses to “KUBURAN ATAU KAMAR PENGANTEN ?”

  1. Ana 3 June 2011 at 13:54 #

    assalamu’alaikum… ijin copy paste untuk dishare di blog ana boleh? Syukron sebelumnya

    • gizanherbal 4 June 2011 at 10:43 #

      waalaikumus salam. Tafadhdhal akhi. Semoga bermanfaat.

  2. gizanherbal 4 June 2011 at 10:55 #

    Masuk sebuah syubhat dari seseorang di komentar ana ( http://www.facebook.com/notes/abu-fahd-negaratauhid/kuburan-atau-kamar-penganten-/10150190502736712 ) yang menyamakan hukum antara kuburan digambar diatas dengan kuburannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan dua orang shahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma. Dia berkata, jika kuburannya rasulullah dan dua org shahabatnya saja boleh dikuburkan di dalam bangunan dan dalam masjid, kenapa kuburan yg digambar diatas tidak boleh?

    Maka inilah penjelasannya:

    Barakallahu fikum atas respon dari ant semua terhadap catatan ana ini. Afwan ana baru OL lagi krn kesibukan diluar. Disini ana akan berusaha merespon komentar2 ant, walaupun sudah ada beberapa ikhwah yang telah mewakili ana dalam memberikan penjelasan disini. Dan komentar ini tidak hanya ditujukan kpd al akh Ubaidillah saja, namun juga yang sepemahaman dengannya. Dan yg perlu diketahui bahwa di koment2 ini ana tidak pernah mengeluarkan atau menuduh kepada ant yang berseberangan dengan pemahaman kami dgn sebutan ‘Quburiyyun’, adapun jika ditulis dengan sebutan ‘Quburiyyun’ maka yg dimaksud bukanlah ant secara individu, tapi lebih ditujukan kpd org2 yg mengagung2kan kuburan. Jika ant merasa seperti itu, maka ana berlepas diri karena itu bukan kehendak ana.

    Ana tidak tahu memulai dari mana karena sudah terlalu byk komentar disini. Namun yg sedikit ana perlu menjelaskan bahwa seseorang yang berilmu pasti bisa membedakan antara Rasulullah dan dua shahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umar dengan orang yang dikuburkan di gambar tersebut. Juga perbedaan antara kuburan mereka (Rasulullah dgn dua shahabatnya) dengan kuburan yg ada di gambar itu juga. Tidak pantas hal tersebut disamakan, karena memang terjadi perbedaan yang sangat jauh sekali. Disinilah ana akan bertanya seperti halnya yg juga ditanyakan kpd al akh Ubaidillah.

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb memiliki keutamaan yg sama dengan Rasulullah?

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb memiliki keutamaan yg sama dengan Abu Bakar dan Umar?

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb memiliki hubungan kerabat dengan Rasulullah? Krn Abu Bakar dan Umar memiliki hubungan kerabat yg sangat dekat dgn Rasulullah, dan mereka berdua adalah mertuanya Rasulullah, jadi pantas dimakamkan disebelahnya.

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb dikuburnya di tempat di wafat? ana rasa tidak. Seandainya iya, lantas apakah dia juga memiliki keutamaan seperti Nabi yg dikuburkan di tempat wafatnya? Dalilnya sudah disebutkan diatas.

    ‎- Apakah orang yg dikubur di gambar tsb seorang Khulafa’ur Rasyidin dan segala ucapan serta perbuatannya bisa tergolong Sunnah? Karena Abu Bakar dan Umar adalah termasuk Khulafaur Rasyidin yg ucapan dan perbuatannya bisa termasuk Sunnah. Seperti di hadits: “…Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk…” Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud (4608), At-Tirmidziy (2676) dan Ibnu Majah (44,43) dari jalan periwayatan Abdurrahman bin Amru As-Sulamiy darinya.

    – Apakah kuburan orang yg digambar tsb merupakan ijma/kesepakatan dari shahabat Nabi atau ulama? Sedangkan Abu Bakar dan Umar merupakan ijma / kesepakatan dari SELURUH Shahabat Nabi. Dan tidak ada seorangpun yg menentang atau mengingkarinya. Bukankah ijmanya para shahabat adalah ma’shum?

    – Para shahabat tidak membangun kuburan mereka. Rasulullah beserta dua shahabatnya itu dikubur di dalam bangunan yang sudah ada (yaitu kamarnya ‘Aisyah). Lantas apakah orang yg digambar tersebut juga demikian? Apakah mereka di kubur di bangunan yg sudah ada? Malah yg dilakukannya adalah sebaliknya, mereka yg membangun kuburan tersebut.
    Lihatlah fatwa ulama2 kita ini:
    Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu menerangkan: “Ketahuilah bahwa kaum muslimin yang dahulu dan akan datang, yang awal dan akhir, sejak zaman sahabat sampai waktu kita ini, telah bersepakat bahwa meninggikan kuburan dan membangun di atasnya… termasuk perkara bid’ah, yang telah ada larangan dan ancaman keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas para pelakunya.”

    Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata: “Aku menginginkan kuburan itu tidak dibangun dan tidak dikapur (dicat), karena perbuatan seperti itu menyerupai hiasan atau kesombongan, sedangkan kematian bukanlah tempat salah satu di antara dua hal tersebut. Aku tidak pernah melihat kuburan Muhajirin dan Anshar dicat. Perawi berkata dari Thawus: ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan dibangun atau dicat’.”

    Beliau rahimahullahu juga berkata: “Aku membenci dibangunnya masjid di atas kuburan.”
    Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata pula: “Aku membenci ini berdasarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan atsar…”

    Asy-Syaikh Sulaiman Alu Syaikh rahimahullahu berkata: “Al-Imam Nawawi rahimahullahu menegaskan dalam Syarh Al-Muhadzdzab akan haramnya membangun kuburan secara mutlak. Juga beliau sebutkan semisalnya dalam Syarh Shahih Muslim.”

    ‎- Adapun jika kuburannya Rasulullah dan dua org shahabatnya di masukkan ke dalam masjid, maka yang melakukannya bukanlah dari golongan shahabat atau salaf, bahkan salaf mengingkari hal tsb, jadi hal itu bukanlah termasuk dalil. Nah, apakah… kuburannya orang yg di gambar tsb dilakukan oleh salaf atau diakui oleh para Salafush Shalih?

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb termsuk dan tergolong dari 10 shahabat yang dijamin surga, terbaiknya shahabat? Kalo Abu Bakar dan Umar termasuk ke dalam golongan tsb.

    – Apakah orang yg dikubur di gambar tsb pernah ikut perang Badar bersama Rasulullah? Jika iya, maka ia bebas melakukan apa saja. Seperti di hadits yg panjang: “…Maka Rosululloh bersabda : “Bukankah dia adalah termasuk sahabat yang ikut perang Badar ? barangkali Alloh Ta’ala sudah melihat kepada sahabat yang ikut perang Badar, sehingga Dia berfirman : “Lakukanlah apa yang kalian mau, sungguh kalian akan masuk surga (atau : Sungguh Saya ampuni kalian).” Maka kedua mata Umar pun mencucurkan air mata seraya berkata : “Alloh dan Rosul Nya lebih mengetahui.” (HR. Bukhori : 3007, 3983 Muslim : 2494). Abu Bakar dan Umar pernah ikut perang badar.

    ‎- Apakah kuburannya Rasulullah dan dua orang shahabatnya ketika para shahabat masih hidup persis dengan kuburannya orang di gambar tsb, pake kelambu, kembang, sesajen, kemenyan, dikeramik, ditulisin, dsb??? Adakah riwayat yg shahih tentang… hal itu?
    Dari Jabir radhiallahu ‘anhu.
    “Bahwa Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam telah dibuatkan untuk beliau liang lahad dan diletakkan di atasnya batu serta ditinggikannya di atas tanah sekitar satu jengkal” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahiihnya no. 2160 dan al Baihaqi III/410, hadits ini sanadnya hasan)

    Dari Sufyan at Tamar, dia berkata,
    “Aku melihat makam Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam dibuat gundukkan seperti punuk” (HR. al Bukhari III/198-199 dan al Baihaqi IV/3)

    Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, “Dan makam beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam digunduki tanah seperti punuk yang berada di tanah lapang merah. Tidak ada bangunan dan tidak juga diplester. Demikian itu pula makam kedua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar)”

    Berhubung sudah terlalu banyak pertanyaan yg ana ajukan, walaupun masih byk lagi pertanyaan yg ingin ana ajukan disini, namun untuk sementara itu sudah mencukupi. Maka ana mohon jawabannya dari ant semua disini, dan tidak dikhususkan kepada… al akh Ubaidillah saja. Seandainya dari semua pertanyaan itu semua jawabannya adalah “IYA” (dengan ilmiyah). Maka saksikanlah, catatan ini akan ana hapus langsung saat ini juga. Dan saksikan juga bahwa ana akan rujuk atau taubat dari pemahaman atau tulisan ana tentang hal ini. Wallahu a’lam.

    • ummu aiman 29 October 2013 at 14:08 #

      izin copas , syukron ^^

      • negaratauhid 29 October 2013 at 19:39 #

        silahkan semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: