PENGALAMAN DENGAN BANCI

2 Jun

Pulang dari Bogor naik kereta, tiba2 masuk bebrp banci di gerbong yg sama, dekat ana lg. Di kereta mrk cari perhatian sambil joget2 gak karuan, apalg hy memakai rok sbatas selangkangan (bukan sepaha lg). Spontan ana lgs menjauh darinya dan antisipasi supaya gak dekat dgnnya. Bukan krn ana takut dgnnya, tapi ana khawatir jk turun laknat dari Allah, maka ana takut terkena jg. Wal iyadzubillah.

Dulu banci2 suka ke tempat ana sambil ngamen, datengnya bergerombolan gak tahu mereka dateng dari planet mana, pakaiannya seksi abiis sambil bawa tape player plus speakernya dikalungin di lehernya. Ana gak pernah sekali pun memberikan uang ke mereka, bahkan kadang2 ana cemberutin dan plototin krn bancinya suka maksa2, tapi heran itu banci gak kapok2 mampir ke tempat ana walaupun gak pernah ana kasih uang. Pernah suatu waktu banci tsb memaksa ana minta uang sampe berani masuk ke tempat ana dan menggoda ana (jiijaayyy…). Ana pun marah besar ke banci tersebut, eh…bancinya juga ikut2an marah ke ana… nah lho… bahkan bancinya tetap gak mau pergi kecuali ana harus kasih uang ke dia, tapi ana tetap gak mau kasih uang krn khawatir sama aja ‘wa ta’awanu ‘alal itsmi wal udwan’. Ana pun benar2 marah krn itu banci tetap nongkrong di tempat ana, ya udah ana angkat bangku yg ana dudukin untuk ana lempar ke arahnya (sekedar nakut2in doank), akhirnya itu banci langsung kaburrr…. eh dari kejauhan bancinya malah nantangin ana sambil memberikan isyarat jarinya dengan isyarat “F**K” kemudian pergi… Lega juga itu makhluk akhirnya pergi juga. Semenjak itu ana gak pernah lihat itu banci mampir ke tempat ana lagi, dan banci2 yg lain udah jarang mampir kemari. Alhamdulillah…

Lucunya, itu banci padahal badannya udah kekar, tapi kenapa dipaksain jadi perempuan, akibatnya malah bikin diketawain org. Lihat aja, kebanyakan banci dandanannya menor tapi rahangnya kekar, belum lagi di daerah kumis dan janggutnya keliatan bekas cukuran kumis dan jenggot. Hidungnya juga jadi gak normal, tambah bengkak kayak hidungnya koala karena disuntik silikon. Ditambah lagi pake baju yukensi yg keliatan semua otot2 lengannya ( kalah bang Napi). Pake baju ketat kayak artis, dadanya disuntik biar seperti gunung gede pangrango, tapi sayang perutnya koq buncit? Lebih culun lagi pake rok yg sebatas selangkangan (bukan sepaha lagi), wah…!!! meledak otak yg pade ngeliatin itu banci.. Mending kalo paha sama betisnya mulus, udah item, berbulu, kekar lagi betisnya kayak pemain bola. Bukan berarti ana ngeliatin itu banci terus2an, tapi namanya di depan mata, apalgi satu gerbong kereta sama ana ya apa boleh buat, bersabar dan pasrah….

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوْطٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍِ

“Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum Luth, Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum L…uth, Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum Luth, sebanyak tiga kali, Allah melaknat orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah dan Allah melaknat orang yang menyetubuhi binatang”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2915), Abu Ya’laa dalam Al-Musnad (2539), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (16794), dan Syu’ab Al-Iman (5373), Abd bin Humaid Al-Muntakhob (589). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (1/317)].

Hadits yang diriwayatkan Ahmad (3831) dengan sanad yang jayyid, dari sahabat Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu, ia berkata:

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: اللعنة إذا وجهت إلى من وجهت إليه، فإن أصابت عليه سبيلا أو وجدت فيه مسلكا وإلا قالت: يا رب وُجِّهت إلى فلان فلم أجد فيه مسلكا، ولم أجد عليه سبيلا، فيقال لها: ارجعي من حيث جئت

Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Laknat yang diucapkan seseorang, ditujukan kepada seseorang yang lain, jika memang layak maka laknat akan mengenainya. Jika tidak layak, maka laknat akan mengadu kepada Allah: ‘Ya Rabb, aku (laknat) ditujukan kepada si Fulan, namun aku tidak menemukan jalan untuk sampai kepadanya (karena tidak layak dilaknat)’. Maka dikatakan kepada laknat: ‘Kembalilah kepada tempat kau berasal‘ “

2 Responses to “PENGALAMAN DENGAN BANCI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: