UBAN ADALAH CAHAYAMU

2 Jun

Inilah kesempurnaan agama Islam diatas agama2 lainnya. Adakah agama yg membahas masalah ‘UBAN’ selain Islam?

Rasulullah bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bhw hadits ini shahih)

Dan dalil2 lainnya:

Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul “larangan mencabut uban”. Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل …شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة

“Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Hukuman bagi orang yang mencabut ubannya adalah kehilangan cahaya pada hari kiamat nanti. Dari Fudholah bin ‘Ubaid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ

“Barangsiapa memiliki uban di jalan Allah walaupun hanya sehelai, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: “Orang-orang pada mencabut ubannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Siapa saja yang ingin, silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat).” (HR. Al Bazzar, At Thabrani dalam Al Kabir dan Al Awsath dari riwayat Ibnu Luhai’ah, namun perowi lainnya tsiqoh –terpercaya-. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Tambahan: Diharamkan menyemir/mewarnai uban atau rambut dengan warna HITAM.

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pada Fathu Makkah ketika melihat Abu Quhafah, ayah Abu Bakr ash-Shiddiq rodhiyallohu anhu, telah memutih seluruh rambutnya da…n janggutnya, bersabda :

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah warna rambut ini dan jauhilah warna hitam.” (HR. Imam Muslim dalam Kitabul Libaas bab “Istihbab Khidlabisy Syaib”).

Nabi shollallohu alaihi wa sallam juga bersabda :

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّة

“Akan ada suatu kaum pada akhir zaman yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti dada-dada burung merpati. Mereka tidak akan mendapati bau surga.” (Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3548)

Beruban itu tidak harus orang tua saja, tapi anak2 muda juga bisa beruban, mungkin karena… faktor genetika, atau lainnya.
Menurut spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, dr Winarto SpKK, munculnya uban pada usia muda kebanyakan disebabkan stres berkepanjangan. “Stres bisa menyebabkan macetnya produksi pigmen pewarna rambut yang disebut melanin. Pigmen ini dihasilkan sel tubuh yang dikenal sebagai melanosit. Rambut menjadi putih karena melanosit tidak lagi memproduksi melanin,”

Para ilmuwan jg mengungkapkan bahwa penyebab rambut beruban adalah tubuh Anda yang terlalu banyak menghasilkan senyawa yang disebut hidrogen peroksida.
Hidrogen peroksida merupakan suatu senyawa yang dihasilkan secara alami oleh tubuh kita. Senyawa ini berperan untuk membunuh bakteri. Namun, ternyata senyawa ini juga dapat menganggu melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna bagi kulit dan rambut kita.
Untuk melawan efek dari hidrogen peroksida ini, tubuh kita juga menghasilkan suatu enzim katalase yang dapat memecah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Namun, seiring dengan bertambahnya umur maka produksi enzim katalase ini akan semakin berkurang, hidrogen peroksida akan semakin menumpuk dan mengakibatkan rambut menjadi beruban.

Bahkan termasuk dari kejadian di hari kiamat adalah, anak2 rambutnya akan menjadi beruban.

Allah berfirman, “Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.” (QS. Al-Muzzammil [73]: 17)

Tentang cahaya yg akan menerangi seorg mukmin di hari kiamat sudah byk di jelaskan oleh para ulama di kitab2nya, dan ini juga termasuk kesempurnaan islam yg telah menjelaskan seluruh permasalahan umatnya. Mungkin tidak s…emua hal ini diketahui oleh umatnya, hanya org2 yg telah Allah berikan kepahaman agama yg mengetahui ttg kesempurnaan Islam ini.

Yang pertama, bahwa yang akan menjadi cahaya bagi seorang mukmin pada hari kiamat tidak hanya uban saja, tapi ada juga amalan2 lainnya.

– Wudhu bisa mendatangkan cahaya.
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Rahimahullah, ia berkata : “aku pernah mendengar kekasihku Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhunya.”

– Shalat bisa mendatangkan cahaya .
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “…Sholat adalah cahaya, dan sedekah adalah bukti. Sabar adalah sinar yang terik, dan al-Qur-an adalah hujjah yang akan membelamu atau (boleh jadi) yang akan melawanmu.”(SHAHIH, diriwayatkan oleh Imam Muslim: 223, at-Tirmidzi: 3517, Ibnu Majah: 280, Ahmad: 22395, 22401, dan ad-Darimi: 653; dari Sahabat Rasulullah yang mulia, Abu Malik al-Haarits bin ‘Aashim al-Asy’ary radhiallaahu’anhu).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Hendaklah orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid bergembira dengan (mendapatkan) cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR.Ibnu Majah, syaikh al Albani menilainya shahih)

Yg kedua, belum tentu org yg memiliki uban yg banyak akan mendapatkan cahaya yg lebih banyak dari org yg beruban sedikit. Karena ini tidak dinilai dari uban saja, tapi juga dinilai dari keutamaan yg Allah berikan kepadanya dan ditambah amalan2 orang tsb semasa hidupnya. Bisa jadi org2 yg memiliki uban yg banyak di dunia namun di hari kiamat nanti dia tidak memiliki cahya sama sekali, yaitu merekalah org2 kafir dan org munafiq. Dan bisa jadi pula org yg memiliki uban yg sedikit tapi mereka akan memiliki cahaya yg sangat banyak di hari kiamat nanti. Contohnya adalah Rasulullah. Tahukah antum berapa uban yg dimiliki oleh Rasulullah?

Anas bin Malik meriwayatkan, “Saya hanya dapat menemukan empat belas uban pada rambut dan jenggot Rasulullah saw.” (HR Tirmidzi,dan Ahmad)

Yg ketiga, ttg gambaran cahaya pada hari kiamat adalah seperti berikut:

– Kondisi yang sangat mengerikan ini telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

”Yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cah…aya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka,Pada hari ini ada berita gembira untukmu yaitu surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang kamu kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak(12) Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu” dikatakan “kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya”Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa(13) Orang-orang munafik itu memanggil mereka seraya berkata “Bukankah kami bersama-sama dengan kamu”Mereka menjawab”Benar, tetap kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran)kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh syetan yang amat penipu(14) Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir.Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali(15)”[Al-hadid ayat 12-15]

– Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat diatas dengan berkata (lihat ayat 12-15):

Sesuai dengan amal mereka akan melintasi jembatan .Diantara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung ada pula yang seperti pohon kurma dan ada pula seperti seorang laki-laki normal yang tengah berdiri tegak Yang paling rendah adalah orang-orang yang cahayanya terdapat pada ibu jari mereka terkadang bercahaya terkadang padam.Riwayat ini turut pula diriwayatakan oleh Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir.Apabila menyala ia melangkah dan apabila padam ia berhenti.Imam Abul Qasim Ath-Thabrani telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa rasulullah saw bersabda :”Allah swt akan memanggil umat manusia diakhirat nanti dengan nama-nama mereka sebagai tirai penghalang dari-Nya. Adapun diatas jembatan, maka Allah ta’ala memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan munafik. Bila mereka telah berada ditengah-tengnah jembatan, Allahpun akan segera merampas cahaya orang-orang munafik laki-laki dan perempuan .Ketika itu berkatalah orang-orang munafik”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu. Dan berkatalah orang-orang beriman:Ya, Rabb kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. Ketika itulah setiap orang tidak akan mengingat orang lain.”(HR.Tabrani)Ad-Dahak mengatakan: masing-masing dari kalian pastilah diberi cahaya pada hari kiamat, maka apabila mereka sampai ke shirat (jembatan/titian) padamlah cahaya orang-orang munafik, maka ketika orang mukmin melihatnya khawatirlah mereka apabila cahaya mereka padam, sebagaimana orang munafik.Maka mereka berdo’a wahai Rabb kami sempurnakanlah cahaya kami.

– ”………maka orang itu dan yang lainnya melewati titian tadi.Sedangkan titian itu pipih bagaikan mata pedang, licin dan tajam. Diperintahkan kepada mereka:”lewatlah kalian menurut cahaya masing-maing”.Diantara mereka ada yang lewat bagaikan lesatan bintang-bintang. Diantaranya ada yang lewat bagaikan angin. Ada juga yang lewat bagaikan kejapan mata. Ada juga yang seperti kuda tunggangan yang kencang. Ada lagi yang berjalan miring.Mereka semua berjalan sesuai dengan kadar amal perbuatannya. Sampai datang orang yang cahayanya cuma diujung jempol kakinya untuk lewat. Sekali satu tangannya dikedepankan, yang lain terpaksa digantungkannya.Sekali kaki yang satu kedepan, yang lainnya juga harus ditahan kuat-kuat. Pinggir-pinggir tubuhnya sempat juga menyentuh api Jahannam.Lalu beliau melanjutkan:”maka selamatlah mereka sampai kesebrang. Ketika sampai mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dan kamu dari neraka setelah terlebih dahulu memperlihatkan dirimu kepada kami. Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada kami apa yang tak pernah Dia berikan kepada siapapun”

{HR. Al-Hakim. secara mauquf pada Ibnu Mas’ud dikeluarkan oleh Al-Hakim
II/376-377.Atsar tersebut shahih, disahihkan oleh Al-hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.Untuk melihat secara lengkap takrijnya silahkan merujuk kitab Tahzib Syarh Aqidah Thahawiyah yang telah di syarahkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Bani dalam jilid II/66-67– penulis}

– dan masih byk lagi dalil2 lainnya. Wallahu a’lam

 

Recent Posts :

2 Responses to “UBAN ADALAH CAHAYAMU”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: