Archive | 21:45

KETIKA MAJELIS ILMU BERUBAH MENJADI MAJELIS TAHDZIR

28 Jun

Terjadi pada zaman ini sibuknya sebagian Ahlus Sunnah terhadap sebagian yang lainnya sikap saling caci dan saling tahzir (waspada), hal demikian telah menimbulkan perpecahan dan perselisihan serta sikap saling Hajar (menjauhi), sepantasnya yang ada diantara mereka bahkan suatu keharusan adalah saling kasih dan saling sayang, dan mereka menyatukan barisan mereka dalam menghadapi para ahli bid’ah dan Ahli Ahwa’ (pengikut nafsu sesat) yang mereka tersebut para penentang Ahlus Sunnah wal Jam’ah, hal yang demikian disebabkan oleh dua sebab;

Pertama:

Sebahaqian Ahlus Sunnah pada masa ini ada yang kebiasaan dan kesibukkannya mencari-cari dan menyelidiki kesalahan-kesalahan baik lewat karangan-karangan atau lewat kaset-kaset, kemudian mentahzir (peringatan untuk dijauhi) barangsiapa terdapat darinya suatu kesalahan, bahkan diantara kesalahan tersebut yang membuat seseorang bisa dicela dan ditahzir disebabkan ia bekerja sama dengan salah satu badan sosial agama (jam’iyaat khairiyah) seperti memberikan ceramah atau ikut serta dalam seminar yang dikoordinir oleh badan sosial tersebut, pada hal syeikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz dan syeikh Muhammad bin sholeh Al Utsaimin sendiri pernah memberikan muhadharah (ceramah) terhadap badan sosial tersebut lewat telepon, apakah seseorang layak untuk dicela karena ia melakukan satu hal yang sudah difatwakan oleh dua orang ulama besar tentang kebolehannya, dan lebih baik seseorang menyalahkan pendapatnya terlebih dulu dari pada menyalahkan pendapat orang lain, terlebih-lebih apabila pendapat tersebut difatwakan oleh para ulama besar, oleh sebab itu sebagian para sahabat Nabi selepas perjanjian Hudaybiyah berkata:

“Wahai para manusia!, hendaklah kalian mengkoreksi pendapat akal (arro’yu) bila bertentangan dengan perintah agama”. Continue reading

JANGAN KAU DUAKAN ‘SALAFI’-KU…

28 Jun

 

 

“Wahai saudaraku-saudaraku yang tercinta… mereka itu adalah orang-orang yang mempersempit makna salafiyah.

Mereka adalah orang -orang yang mengambil bagian persangkaan, orang-orang yang tidak menerima taubat, orang-orang yang memperbincangkan manusia dan tidak mau menyebarkan kebaikan. Merekalah orang-orang yang lebih banyak memberikan mudhorat kepada salafiyah daripada kebaikan yang mereka berikan kepadanya… Continue reading