SI FULAN MATI MENDADAK

24 Jul

Musibah yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini menjadi pelajaran nyata, bahwa maut tak diduga datangnya. Apakah kita sudah siap menghadapinya? Dan kematian mendadak adalah salah satu tanda kecil dari tanda-tanda kiamat, sebagaimana yang disinyalir dalam hadits Rasulullah. Semoga artikel berikut menjadi bahan renungan bagi kita untuk memperbaiki diri kita sebelum maut datang menjemput.

Kematian mendadak merupakan salah satu dari tanda-tanda dekatnya hari Kiamat. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah … munculnya kematian mendadak.” [HR. Thabrani, Dhiya’ Al-Maqdisi. Dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5775]

Sabda Nabi tersebut, pada zaman ini benar-benar sudah nyata. Kita lihat, seseorang yang sehat kemudian mati tiba-tiba. Orang-orang sekarang menyebutnya “serangan jantung”. Orang yang berakal hendaklah memperhatikan dirinya. Segeralah bertaubat kepada Penguasanya, sebelum kedatangan kematian mendadak yang tidak disangkanya!

Imam Bukhari telah mengingatkan hal ini dalam sya’ir beliau

Manfaatkanlah keutamaan ruku’ (shalat; ibadah) di saat longgar.

Karena boleh jadi kematianmu datang tiba-tiba.

Berapa banyak orang sehat yang aku lihat tanpa penyakit,

Jiwanya yang sehat pergi dengan tiba-tiba.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan, “Termasuk perkara yang mengherankan, bahwa beliau (Imam Bukhari) mengalaminya (kematian mendadak) atau yang semacamnya.” [Hadyus Sari, hal. 48. Dinukil dari kitab Asyratus Sa’ah, hal. 199, karya Syaikh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil]

Seorang yang mulia mengatakan, “Banyak di antara kawanku yang telah melepaskan nyawanya saat memperturutkan syahwatnya, menjadi tawanan kenikmatan, lalai mengingat maut dan hisab.”

Setelah Allah memberi petunjuk kepadaku untuk mentaati-Nya, aku segera menemui sahabatku untuk menasehatinya. Mengajaknya kepada ketaatan dan mengancamnya dari kemaksiatan. Tetapi, dia hanya beralasan dengan keadaannya yang masih muda. Dia telah tertipu oleh panjang angan-angan.

Maka, demi Allah, kematian telah mendatanginya secara mendadak, sehingga hari ini dia telah berada di dalam tanah, terkubur. Dia telah terbelenggu dengan keburukan-keburukan yang telah dilakukannya. Kenikmatan telah hilang darinya. Penyanyi-penyanyi wanita telah meninggalkannya.

Tinggallah berbagai tanggungjawab pada lehernya. Dia telah menghadap kepada Al-Jabbar (Allah Yang Maha Perkasa) … dengan amalan-amalan orang-orang yang fasik dan durhaka.

Semoga Allah melindungiku dan Anda … dari catatan amal, seperti catatan amalnya, dan dari akhir kehidupan, seperti akhir kehidupannya.

Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai hamba Allah! Janganlah engkau menjadi seperti dia, sedangkan engkau tahu bahwa dunia ini telah berjalan ke belakang, dan akhirat berjalan mendatangi.

Ingatlah saat kematian dan perpindahan. Dan (ingatlah) yang akan tergambarkan di hadapanmu, berupa banyaknya keburukan dan sedikitnya kebaikan.

Maka, apa yang ingin engkau amalkan pada saat itu, segeralah amalkan sejak hari ini. Dan apa yang ingin engkau tinggalkan, maka (tinggalkanlah) sejak sekarang.

Maka seandainya kita telah mati, kita dibiarkan.

Sesungguhnya kematian itu merupakan kenyamanan seluruh yang hidup,

Tetapi jika kita telah mati, kita pasti dibangkitkan.

Dan setelah itu, kita akan ditanya tentang segala sesuatu. [Kitab Ahwalul Qiyamah, hal. 4-5. Secara ringkas dinukil dari Mukhtasar Ahkamul Janaiz, karya Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi.]

(Dikutip dari majalah As-Sunnah 12/VIII/1426H hal 29. Oleh Abu Ismail Muslim Al-Atsari).

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: