CAPEK KERJA BOLEHKAH TIDAK BERPUASA?

7 Aug

Fatwa Syekh Abdullah ibn Sulaiman al-Mani’

Seorang pekerja bertanya kepada beliau: “Saya bekerja sebagai pilot dalam rute penerbangan yang panjang, dan terus menerus. Apakah boleh bagi saya untuk berbuka? Apakah kafarahnya? (S.A.M. Dammam)

Syaikh menjawab: “Segala puji bagi Allah. Saya nasehatkan kepada bapak pilot ini agar menjadikan Ramadhan sebagai hari-hari istirahat, cuti dan libur, guna menfokuskan diri pada ibadah,; mendekat kepada Tuhannya dengan puasa dan  membaca Kitab Allah, jika hal itu memungkinkan. Karena Ini adalah bulan yang mulia, musim yang agung, tidak bisa digantikan dengan waktu yang lain. Dan tidaklah amal-amal shalih di dalamnya sama sengan amal-amal di waktu lain. Telah ada keterangan bahwa ibadah sunnah di dalamnya sama dengan ibadah wajib di luarnya, dan satu ibadah wajib di dalamnya menyamai 70 ibadah wajib diluarnya (Hadis Salman al-Farisi riwayat  Ibnu Khuzaimah :1887, al-Muhamili dalam al-Amali: 293; al-Ashbahani dalam at-Targhib: q/178 manuskrip, dengan sanad dhaif karena Ali ibn Zaid).

Jika penanya dapat mengamalkan nasehat ini maka dia telah meninggalkan sesuatu karena Allah, untuk mendapatkan keridhaan Allah, pasti Allah akan mengganti untuknya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang akan dicarinya. “Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah pasti Allah menggantinya dengan yang lebih baik”.

Jika terpaksa bekerja sebagai pilot pada rute yang jauhmeski bulan Ramadhan, maka hukumnya hokum musafir, dibolehkan baginya berbuka dan wajib mengqadha’ dihari lain dengan syarat tidak sampai kedatangan Ramadhan berikutnya. Jika ia melakukan itu maka ia berdosa dan wajib qadha’ serta kafarah (denda, tebusan) dari setiap harinya  memberi makan satu orang miskin. Adapun jika ia berbuka dalam safar kemudian mengqadha’nya di hari lain sebelum datangnya Ramadhan berikutnya maka tidak ada kafarah atasnya.” (Abdullah ibn Sulaiman al-Mani’, Majmu’ Fatawa wa Buhuts, 2/ 312-313, no. 600)

Pekerja dari Kasala Sudan bertanya: “Saya bekerja dalam pekerjaan yang berat sepanjang siang Ramadhan, dan saya tidak sanggup berpuasa dengannya, apa boleh saya berbuka? Lalu apa kafarahnya?

Jawab: “Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kami nasehatkan kepada penanya, jika tidak bisa menggabungkan antara  kerja dan dan puasa maka hendaklah meninggalkan kerja di bulan Ramadhan dan menfokuskan diri untuk ibadah dan amal shaleh, sebab Bulan Ramadhan adalah musim kebaikan dan karunia yang paling berharga; satu kewajiban di dalamnya sama dengan 70 kewajiban di luarnya, sedangkan sunnah di dalamnya sama dengan wajib di luarnya.

Adapun pertanyaan: apa mungkin berbuka supaya kuat bekerja? Maka saya katakan: Tidak seorangpun yang dianggap ilmunya dan luas fiqihnya menjadikan bekerja sebagai alasan untuk berbuka disiang Ramadhan. Dengan demikian maka tidak boleh berbuka dengan alasan kerja berat. Maka bilamana merasa berat harus segera istirahat dan berhenti untuk menyempurnakan Puasa..(Ibid, no. 593).

(Majalah Qiblati Th. II ed. 2)

http://qiblati.com

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: