BERAWAL DARI CURHAT DAN BERAKHIR DENGAN CINTA

18 Sep

Cerita dari seorang ikhwan yang tidak mau disebutkan namanya:
(berawal dari curhat, kemudian tumbuh benih cinta)…

Waktu di saudi, ana pernah didatangi oleh seorang TKW (saat itu ana sedang di sebuah toko). Orangnya masih sangat muda dan cantik wajahnya. Dia memakai abaya (baju kurung) hitam, dan tidak terkesan rapi, karena lehernya masih terlihat. TKW tersebut curhat ke ana, bahwa selama ini dia selalu diganggu oleh majikannya yang laki2, sampai ke pelecehan seksual, walaupun belum sampai memperkosa atau berzina, tapi perbuatannya sudah sangat keterlaluan. TKW tersebut meminta bantuan ke ana untuk mengatasi gangguan majikannya. Bahkan dia sampai menangis. Berhubung di saudi tidak diperbolehkan secara bebas laki2 berbincang2 dengan wanita yang bukan mahram, jadi terpaksa ana berikan no hp ana kepadanya, dengan niat ana bisa membantunya via hp.

Setelah TKW tersebut memegang no hp ana, dia pun menelepon ana dan menceritakan kejadian yang dialaminya secara jelas dan lengkap. Akhirnya ana memberikan saran kepadanya untuk merubah dirinya, baik dari penampilan maupun sikap dan sifatnya.
Ana katakan kepadanya, “Jelas saja ant diganggu oleh majikan ant kalau ant belum benar2 berpegang pada syariat Islam secara kaaffah. Jika ant sudah benar2 berpegang pada syariat dengan benar, niscaya Allah akan menolongmu, Insya Allah. Tapi saat ini ant belum berhijab dengan benar, baik di dalam rumah majikanmu maupun diluar rumah. Ant masih tampakkan wajah ant yang cantik kepadanya, ant tampakkan pula leher dan dada ant kpd nya, dan ant hanya memakai abaya tatkala keluar rumah saja, padahal di rumah majikan ant sebenarnya lebih berbahaya daripada di luar. Cobalah ant berhijab dengan benar, yaitu dengan menutup dan tidak memperlihatkan wajah ant kepada laki2 lain, baik didalam rumah majikan maupun diluar rumah. Juga memperbanyak ibadah ant dan menjauhi segala dosa atau maksiat. Insya Allah majikan ant tidak akan menganggu ant lagi.

TKW tersebut berkata kepada ana, “Majikan saya berbeda dari yang lain. Dia akan tetap mengganggu saya walaupun saya sudah berubah seperti itu. Saya lebih tahu tentang majikan saya.”

Ana katakan kepadanya lagi, “Apakah ant sudah pernah mencoba saran ana?”
Dia menjawab, “Belum pernah.”
Ana katakan, “Kalau belum pernah, ant tahu darimana kalau majikan ant masih akan mengganggu ant? Yang penting, laksanakan dulu saran ana, dan tunggu sampai beberapa pekan kedepan. Apakah majikan ant masih mengganggu lagi?”

Akhirnya dia mencoba untuk melaksanakan apa yang ana sarankan kepadanya. Sekitar sepekan kemudian dia menelepon ana, utk mengabarkan suatu berita kepada ana. Di telepon dia mengucapkan terima kasih dengan senangnya, bahwa semenjak dia berubah, majikannya tidak pernah mengganggunya lagi, bahkan majikannya agak menjauh darinya, hingga akhirnya majikannya pindah rumah ke kota lain. Sedangkan majikan yang perempuan atau istrinya heran melihat perubahan yang ada pada pembantunya. Majikan yang perempuan akhirnya jadi senang kepada pembantunya karena menunjukkan ketaatan dalam agama.

Alhamdulillah, dengan sebab itu Allah memberikan hidayah kepadanya, sehingga dia menjadi wanita yang taat beribadah dan istiqamah. Namun, dibalik itu, muncul sebuah dampak yang tidak ana perhitungkan sebelumnya. Semenjak itu, TKW tersebut jadi sering menelepon ana, dengan alasan ingin mengucapkan salam ke ana dan bertanya ttg agama karena dirinya masih sangat awam. Namun setelah lama-kelamaan, dia akhirnya mengaku kalau dirinya mencintai ana. Ana kaget mendengarnya dan tidak menduga sama sekali. Waktu itu ana masih bujangan dan belum menikah. Karena ana khawatir terkena fitnah, jadi ketika dia menelepon ana, ana selalu menghindar. Dengan sikap seperti itu, dia menjadi sangat sedih dan sering menangis, hal itu ana ketahui dari sahabatnya. Sahabatnya berkata ke ana, kalau dia sangat mencintai ana dan mengharapkan untuk tidak memutuskan komunikasi. Tapi ana sangat takut jika melanjutkan komunikasi dengannya. kemudian solusinya, ana ganti nomor hp. Selama beberapa bulan ana tidak ada komunikasi dengannya dan ana tidak mengetahui tetang kabarnya, hingga akhirnya suatu hari ana mendapatkan telepon darinya, yang ana tidak tahu darimana dia mendapat nomor ana. Di telepon dia kelihatan sangat senang sekali, dan masih mengungkapkan rasa cintanya. Dia katakan bahwa dia ingin menjadi istri ana, bahkan dia ingin menjadi pembantu ana walaupun tidak digaji, asalkan dia bisa bersama ana. Dia ingin banyak belajar ttg islam ke ana. Dia katakan juga bahwa dia selalu menangis dan menangis selama ini. Namun dengan perasaan yang sangat berat dan permohonan maaf ana yang sangat kepadanya, ana katakan ke dia bahwa dalam waktu dekat ini ana harus pulang ke indonesia, tidak tahu akan kembali lagi atau tidak. Ana berikan alamat ponpes imam Bukhari Solo jika sewaktu2 dia ingin belajar islam lebih dalam di kampungnya nanti, karena dia orang Solo.

Itulah komunikasi kami yang terakhir. Ana pulang ke Indonesia sekitar 6 tahun yang lalu dan tidak kembali lagi ke Saudi sampai sekarang, hingga kemudian ana menikah disini. Cukuplah ana mencintainya karena Allah, tanpa perlu ana ungkapkan kepadanya, karena ana tahu bahwa di akhirat, orang2 yang saling mencintai akan berkumpul kelak, Insya Allah.

(Diposting oleh Abu Fahd. Isi cerita disesuaikan dengan gaya bahasa ana – Abu Fahd)

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: