Archive | November, 2011

PERSATUAN SUNNI SYIAH? NO! PERSATUAN SYIAH YAHUDI? YES

29 Nov

Anda ingin mempersatukan Syiah dengan Sunni?
Siapa anda?
Bercerminlah dahulu siapa anda?

Sudah 1400 tahun Syiah dengan Sunni tidak pernah bersatu.
Sejak dari zaman Shahabat Nabi rahiyallahu anhum masih hidup, mereka tidak ada sikap untuk mempersatukan Syiah dengan Sunni. Padahal keutamaan para Shahabat Nabi jauh lebih baik daripada kita semua. Sungguh! Upilnya (-maaf-) Shahabat Nabi masih jauh lebih utama dibandingkan dengan diri anda dan juga kita semua.

Imam Abdullah bin Al Mubarak juga mengatakan:

تراب في أنف معاوية أفضل من عمر بن عبد العزيز

“Debu pada hidung Mu’awiyah adalah lebih utama dibanding Umar bin Abdul ‘Aziz.” (Tarikh Dimasyqi, 59/207. Al Bidayah wan Nihayah, 8/148)

Kemudian di zaman para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, generasi yang paling baik, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai sikap mempersatukan Syiah dengan Sunni, apalagi sampai berhasil mempersatukan keduanya?!

Di zaman setelahnya, yaitu Imam Madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i dan Ahmad), adakah dari mereka yang mau mempersatukan Syiah dan Sunni?

Kemudian dizaman setelah mereka dari Imam2 atau Ulama2 Ahlus Sunnah yang jumlahnya ribuan bahkan lebih dari itu, adakah yang mempunyai sikap mempersatukan Syiah dan Sunni atau berhasil mempersatukan keduanya?

Jika tidak ada satupun dari mereka, lantas kenapa anda ingin mempersatukan Syiah dan Sunni?
Siapakah anda?
Sebesar apa kemuliaan dan keutamaan anda dibandingkan dengan mereka para Salafush Shalih?
Apakah anda lebih hebat dari mereka semua?
Apakah anda lebih berilmu dari mereka semua?
Apakah anda lebih mulia dan berakhlaq baikdari mereka semua?
Apakah anda lebih bijak dan adil dari mereka semua?

Kalla…tsumma kalla…Anda tidak lebih utama dari mereka, bahkan dari upil (-maaf-) mereka…
Wallahu a’lam.
Continue reading

KENAPA MEMBENCI SYI’AH?

28 Nov

A (Syiah) : “Kenapa sih kamu benci sama Syiah?”

B (Ahlus Sunnah) : “Karena Syiah menghina dan mengkafirkan Abu Bakar dan Umar.”

A : “Kami tidak mengkafirkan mereka, yang mengkafirkan adalah Rafidhah, adapun kami bukan rafidhah tapi hanya syiah. Rafidhah sudah pasti Syiah, sedangkan Syiah belum tentu Rafidhah.”

B : “Dan kalian juga ghuluw (berlebih2an) terhadap imam-imam kalian sendiri. Kalian menganggap mereka ma’shum, kalian juga taqlid buta kepada mereka, semuanya kalian ikuti walaupun itu salah.”

A : “Apakah kalian tidak taqlid kepada imam-imam kalian?”

B : “Kami tidak taqlid kepada siapapun kecuali Rasulullah, karena selain Rasulullah tidak ma’shum, dan mereka bisa benar bisa salah.”

A : “Yang menganggap mereka ma’shum adalah dari Rafidhah, bukan dari kami. Ana mau tahu, apa madzhab kalian sebagai orang Indonesia?”

B : “Madzhab kami atau kebanyakan orang Indonesia adalah Madzhab Syafi’iyah.”

A : “Siapa Imamnya?”

B : “Imam Asy Syafi’i.”

A : “Nah…kamu tahu tidak, kalo Imam Syafi’i adalah Syiah dan mengakui Syiah, sama seperti kami.”

B : “Apa buktinya? Imam Asy Syafi’i adalah seorang Ahlus Sunnah, Bukan Syi’i.”
Continue reading

SULITNYA MENUKAR UANG RECEHAN

26 Nov

Sering kita menjumpai khususnya para pedagang/penjual, ketika kita ingin menukarkan uang kita dengan uang recehan kepadanya, maka mereka akan mengatakan ‘Tidak ada’. Namun jika kita membeli barangnya dengan uang kita tadi, mereka punya kembalian yang banyak.
Ini merupakan kedustaan dan sifat bakhil!
Maka itu hendaknya kita selalu jujur dan jangan pelit jika ada seseorang yang butuh bantuan untuk menukarkan uang, sedangkan kita memilikinya walaupun sedikit.
Continue reading

KETIKA AYAHMU MENJADI PENAKUT DAN PELIT

26 Nov

 

Jangan engkau anggap ayahmu penakut & bakhil…
Karena sebelum engkau diciptakan, ayahmu adalah seorang pemberani & dermawan, sedangkan saat itu dia belum dipanggil Abu fulan (bapaknya si fulan). Namun ketika engkau hadir di dunia ini, maka ia menjadi penakut karena mengkhawatirkanmu, dan ia menjadi lebih hemat demi memberikan sesuatu yang sempurna untukmu.
Sementara engkau hanya melihat masa depanmu saja…
Continue reading

KYAI BOJONG GEDE

26 Nov

Di Bojonggede ada seorang Kyai sepuh yang terkenal dan telah banyak mendidik murid2nya menjadi para Kyai dimana2. Alhamdulillah berkat hidayah dari Allah, Kyai tersebut menerima dakwah Salaf dan mulai konsisten untuk berjalan diatas manhaj Salaf, menegakkan sunnah dan meninggalkan bid’ah. Namun hal itu membuat banyak masyarakat resah, termasuk para Kyai sekitarnya. Karena amalan atau tradisi yang menyelisihi sunnah yang biasa mereka amalkan mulai dihilangkan oleh Kyai sepuh tersebut.
Continue reading

MAU JILBABIN HATI DULU

26 Nov

Si A : “Ukhti…Kenapa kamu tidak berjilbab?”

Si B : “Ah…Suka2 saya. Walaupun tidak berjilbab, yang penting kan hatinya!!”

Si A : “Berarti kalo ada orang yang gak mau shalat, gak mau puasa, gak mau zakat, gak mau sedekah, gak mau berbakti kpd orgtua, dll, boleh donk??? Kan yg penting hatinya???

Si B : “Beda itu!…Byk wanita yg gak berjilbab tapi hatinya baik, dan byk juga wanita yg berjilbab tapi hatinya buruk!

Si A : “Itu gak beda, karena sama2 perintah Allah. Jilbab itu aplikasi dari ketaatan kita dalam beragama. Bagaimana bisa dikatakan hatinya baik jika dia durhaka kpd Allah? Seorg anak yang durhaka kepada orgtua saja dikatakan hatinya buruk, apalagi yang durhaka kepada Allah? Bukankah banyak juga wanita yang berjilbab tapi hatinya baik, dan banyak juga wanita yang gak berjilbab tapi hatinya buruk??”

Si B : “Ya udah…itu terserah saya! Saya mau menjilbabkan hati dulu!!!”

Si A : “Emang hati bisa dijilbabin? Beli dimana jilbabnya nanti? Jadi kalo ada laki2 yang disuruh memelihara jenggot, bisa2 dia nanti bilang: ‘Saya mau jenggotin hati dulu!’Hehehehe…”

Si B : (kabuurrr….)
Continue reading

JIKA SUAMI PUNYA IDDAH

26 Nov

Ada 2 kondisi dalam hal ini bagi suami:

1. Suami yang beristri empat orang kemudian hendak menceraikan salah seorangnya. Setelah perceraian, maka bila seorang suami hendak menikah lagi, ia wajib menunggu masa ‘iddah istri yang dicerainya itu berakhir.
Karena seorang istri yang dicerai, pada dasarnya, ia masih berstatus sebagai istri dari suami yang menceraikannya, hingga masa ‘iddahnya berakhir.
Sehingga, selama masa ‘iddahnya belum berakhir, jumlah istri bagi laki-laki tadi tetaplah empat orang (istri yang dicerai masih dihitung). Dan haram bagi suami tersebut menikahi wanita lain yang akan menjadikannya memiliki lima istri.

Ket: bahwa syariat kita membatasi poligami maksimal hanya empat wanita saja!

Nah, bila masa ‘iddah istri yang dicerai tadi usai, maka ia tidak lagi berstatus sebagai istri dari laki-laki tersebut. Artinya, sekarang jumlah istri laki-laki itu tinggal tiga saja, sehingga dia berhak menikahi wanita lain pada saat itu.
Continue reading