CATPER PENDAKIAN GUNUNG SLAMET 3432 mdpl 28 – 30 OKT 2011

3 Nov

This slideshow requires JavaScript.

CATPER PENDAKIAN GUNUNG SLAMET 28-30 OKTOBER 2011

– Jam 13.00 ba’da shalat Jumat tgl 28 okt 2011 kami bertiga (Ana, Yudha dan Rudi) berkumpul di depan toko Gizan Herbal, Bojong Gede.

– Jam 13.30 kami pergi ke Cileungsi untuk menjemput sahabat kami (Aji).

– Jam 15.00 atau waktu Ashar kami sampai di Cileungsi, tepatnya di depan masjid AlBarkah Radio Rodja untuk menjemput Aji. Disana kami mempersiapkan barang bawaan. Setelah itu kami menuju ke Pul Bus tujuan Pemalang.

– Jam 19.00 bus kami berangkat menuju Pemalang.

– Jam 04 pagi kami sampai di Pemalang. Kemudian kami mampir ke kampungnya Aji yang tidak jauh dari terminal Pemalang. Disana kami istirahat sebentar dan sarapan pagi.

– Jam 06.30 kami bersiap2 menuju Moga, tempat Basecamp TresnaWana dengan menaiki angkutan umum jurusan Moga.

– Sampai di Basecamp jam 08. Disana sudah berkumpul para peserta pendakian yang berjumlah hampir 50 orang yaitu dari KASUS (Komunitas Pendaki Sisi Utara Gunung Slamet).

– Tidak lama kemudian kami berangkat ke desa terakhir yaitu desa Jurangmangu dengan menaiki Truk sewaan, karena tidak ada angkutan umum yang menuju desa tersebut.

– Sampai di desa Jurangmangu sekitar jam 08.30. Para pendaki menuju sebuah rumah yang dipercayai sebagai Kuncen atau Juru Kunci Gunung Slamet untuk meminta izin dan keselamatan kepadanya. Itulah yang sangat ana sesalkan, masih banyak dari mereka yang masih mempercayai hal tersebut, karena kepercayaan seperti itu bisa menjerumuskan kepada kesyirikan, dosa yang sangat besar dan tidak diampuni oleh Allah. Ana hanya bisa mengingkari apa yang mereka lakukan kepada juru kunci tersebut.

– Akhirnya sekitar jam 09 kami pun start untuk melakukan pendakian.

– Sekitar perjalanan 1 jam, kami sempatkan untuk istirahat di hutan pinus, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali ke pos berikutnya.

– Sekitar jam 13.30 turun hujan deras, padahal kami baru berjalan antara pos 2 ke pos 3. Karena hujan tersebut, kami kebasahan dan hilang tenaga serta fisik kami. Bahkan ana sempat terkena hipotermia akibat hujan tersebut. Alhamdulillah ada sahabat kami yang langsung mendirikan tenda, dan ana langsung mengganti pakaian basah dengan pakaian yang kering lalu kemudian kami membuat minuman hangat untuk menghangatkan tubuh kami.

– Di pos 3 akhirnya kami mendirikan tenda dan bermalam. Banyak rencana kami gagal dan terhalang akibat hujan yang turun. Seharusnya kami sudah sampai di pos 4 atau 5 menjelang malam, namun berhubung hujan tidak henti2 kami hanya sampai di pos 3 saja.

– Tengah malam hujan akhirnya reda, dan cuaca kembali cerah. Kami sepakat untuk meneruskan perjalanan kami ke puncak, karena Alhamdulillah fisik kami sudah kembali fit. Akhirnya pada jam 02 pagi kami melanjutkan perjalanan kami kembali.

– Jam 07.30 kami sampai di batas vegetasi di ketinggian 3000 m. Disitulah kami harus mendaki  untuk sampai puncak dengan track berupa batu2 cadas dengan eleval kemiringan sekitar 60 derajat, dan lama perjalanan sekitar 1,5 jam.

– Alhamdulillah kami sampai puncak pada jam 08.20. Diatas kami istirahat sejenak, dan berkeliling melihat kawah gunung Slamet.

– Jam 09 kami pun turun ke bawah.

– Perjalanan turun lebih berat dari pendakian karena hujan sehingga track sangat licin dan berlumpur tebal menghalangi perjalanan kami.

– Alhamdulillah kami sampai di perumahan penduduk tepat waktu maghrib. Setelah itu kami istirahat sejenak sambil makan malam.

– Jam 19.30 kami pun pergi meninggalkan desa Jurangmangu menuju Basecamp di Moga dengan menaiki Truk.

– Setelah sampai di Basecamp Moga, kami bersiap2 untuk ke Pemalang karena malam itu kami harus pulang kembali ke Bojonggede, Bogor. Kami menyewa mobil pickup untuk ke terminal Pemalang.

– Sampai di Terminal Pemalang jam 22.30,langsung kami menaiki bus menuju Bogor.

– Jam 06 pagi hari senin tgl 31 oktober 2011 kami sampai di cibinong. Setelah itu ana dijemput oleh bapak dan membawa ana langsung ke rumah.

– Alhamdulillah tidak lama kemudian akhirnya ana sampai kembali di rumah dengan selamat dan bisa bertemu dengan keluarga ana tercinta.

Sebagian rintangan2 di gunung Slamet yg kami daki kemaren:

1. Tidak ada sumber air, kcuali dari pemukiman penduduk. Jadi perlu persiapan air yg byk slama pendakian. Butuh bawa 5 ltr air perorg.

2. Banyak pacet (binatang penghisap darah) di jalur pendakian. Ana sempat mengalami terkena pacet bebrp kali.

… 3. Banyak tumbuhan yg sangat gatal jika tersentuh (ana tdk tahu namanya -katanya namanya Klateng-, bentuknya seperti daun sirih dan berbulu, rasa gatalnya seperti terkena ulat serit/ulat bulu). Ana sering terkena tumbuhan tsb selama pendakian. Sempurna tantangannya…

4. Hujan di gunung setiap hari. Ana hampir terkena hipotermia krn hujan tsb. Ini adalah rintangan terberat bagi ana.

5. Selama jalur pendakian penuh dgn lumpur dan licin akibat hujan. Jadi tdk heran kalo seluruh tubuh akan kotor penuh lumpur akibat jatuh terpeleset.

6. Beban bawaan semakin berat akibat basah krn hujan. Beratnya bisa mencapai 2x lipat dari sbelumnya. Beban yg ana bawa bisa mencapai 20 kg lbh slama pendakian krn basah.

7. Setelah pos 6 (skitar 11 jam perjalanan), track semakin menantang, yaitu full batu2 cadas dgn kemiringan skitar 60 drajat. Kaki ana sempat cidera karena terhantam batu cadas yg jatuh.

8. Banyak jalur bercabang yg bisa membuat tersasar, jadi perlu hati2 dan lbh teliti dlm membaca jejak. Ana sempat 2x tersasar. Alhamdulillah ana bisa kembali menemukan jejak kembali.

9. Jalur yg sangat panjang dan jauh skali, jadi butuh stamina dan fisik yg prima. Kami membutuhkan wkt 13 jam utk bisa smpai ke puncak krn byk rintangan spt hujan, dsb.

10. Jalur jurangmangu yg kami lewati tdk dijangkau oleh angkutan umum, jadi harus sewa kendaraan dari Moga (tmp basecamp) ke jalur tsb yg jaraknya lumayan jauh. Sekitar hampir 10 km.

Biaya Transportasi kami ke Gunung Slamet dari Bojonggede, Bogor:

Pergi:
– Ongkos ke Masjid Al Barkah Radio Rodja Rp.8,000/org
– Dari Cileungsi ke Pemalang naik bus Dedy Jaya Rp. 43,000/org.
– Dari Pemalang menuju Moga Rp. 10,000/org.

Pulang:
– Dari Moga ke Pemalang sewa mobil Rp. 22,000/org
– Dari Pemalang ke Cibinong/Bogor naik bus Rp. 40,000/org
– Dari Cibinong naik angkot 35 turun di jalan baru Rp. 3,000/org.

Total transportasi Rp. 126,000/org.

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: