WIRIDAN GUNUNG SLAMET

13 Nov

A : “Eh…ane dikasih wiridan bagus oleh habib Tukijo (bukan nama sebenarnya). Katanya, wiridan ini di dapat dari mimpi bertemu Nabi. Nabi yg ngasih langsung melalui mimpi. Ente mau gak wiridannya? Mumpung baru diupload, belum byk yg tau!”

B : “Nama wiridannya apa? Khasiatnya apa?”

A : “Wiridan Gunung Slamet (bukan nama sebenarnya). Khasiatnya, barangsiapa yg membaca 1000x bisa begini begitu, …dan kalo membaca 5000x bisa begini begitu!”

B : “Cuma itu saja khasiatnya?”

A : “Iya. Kalo ente mau, tapi ada syaratnya…”

B : “Apa syaratnya?”

A : “Syaratnya harus begini, dan gak boleh begitu…”

B : “Sudah? itu saja?

A : “Sudah.”

B : “Wiridan ente rupanya masih kalah sama wiridan punya ane!”

A : “Nah lho…! Emang wirid ente gimana?”

B : “Wiridan ente berasal dari habib dikasih sama Nabi ketika mimpi. Kalo wiridan ane berasal dari orang yang jauh lebih mulia dari habib ente, dapatnya gak dari mimpi, tapi dalam keadaan terjaga! Langsung diturunkan dari atas langit!
Wiridan ente bacanya kebanyakan, 1000x s/d 5000x padahal khasiatnya cuman begitu. Kalo wiridan ane cukup dibaca 100x atau sesukanya berapa aje, dan khasiatnya jauh lebih besar dan beratnya lebih berat dari langit dan bumi!!
Bacanya juga gak perlu pake syarat2an, yang penting dia muslim….udah!”

A : “Wah…mantab amat wiridan ente! Kasihtau ane donk! Atau tukeran sama wiridan ane…”

B : “Ana gak butuh wiridan ente, sama aja Mobil Lamborghini dituker sama sepeda anak2 roda 3…! Kalo ente mau, ana kasih…gratisss!”

A : “Hehehe…apa tuh..?”

B : “Wiridannya yaitu membaca kalimat ‘Laa ilaha illallah’.”

A : “Jiiaaahh…itu juga ane tau!”

B : “Kalo ente tau koq masih nanya? Terus koq masih mengambil wiridan yang lain yang dibuat2 dan gak berharga?”

A : “Tapi ini kan dari habib Tukijo?”

B : “Lebih utama mana habib Tukijo dibanding Rasulullah?”

A : “Ya Rasulullah.”

B : “Nah, berarti wiridan ane lebih utama dari wiridan ente, karena wiridan ane berasal dari orang yang lebih mulia dari habib ente! Bahkan dapatnya langsung dari atas langit, yaitu dari wahyu Allah.”

A : “Glek….”

B : “Diriwayatkan dari Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Musa berkata: Ya Tuhanku, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk berdzikir dan berdo’a kepada-Mu. Allah berfirman: Katakanlah hai Musa: “Laa ilaha illa Allah”. Musa berkata lagi: Ya Tuhanku, semua hamba-Mu mengucapkan ini. Allah pun berfirman: Hai Musa, andaikata ketujuh langit dan penghuninya, selain Aku, serta ketujuh bumi diletakkan pada salah satu daun timbangan, sedang Laa ilaha illa Allah diletakkan pada daun timbangan yang lain, maka Laa ilaha illa Allah niscaya lebih berat timbangannya.” (Hadits riwayat Ibnu Hibban dan Al-Hakim dengan menyatakan bahwa hadits ini Shahih)

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula hadits dari ‘Itban: “Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada neraka orang yang berkata: Laa ilaha illa Allah (Tiada sesembahan yang hak selain Allah), dengan ikhlas dari hatinya dan mengharapkan (pahala melihat) Wajah Allah.”

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

Sumber: http://www.facebook.com/negara.tauhid/posts/1604160521238

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: