KETIKA ORANG AWWAM DIJAUHI

22 Nov

Kenapa kamu jauhi mereka?
Kenapa kamu menjauhi orang2 awwam yang ada di antara kita, baik dari pelaku bid’ah maupun pelaku maksiat?
Kenapa kamu keras terhadap mereka?
Kenapa kamu sombong terhadap mereka, meremehkan/merendahkan mereka?
Kenapa kamu hapus/putuskan pertemanan dengannya?
Kenapa kamu tidak mengucapkan salam atau menjawab salam kepadanya?
Kenapa kamu ujub (bangga diri) terhadap mereka?

Apakah kamu lupa dan tidak menyadari bahwa dulu kamu adalah bagian dari mereka?
Bukankah kamu dulu termasuk dari orang2 yang awwam, pelaku bid’ah dan maksiat?
Atau kamu terlahir sudah dalam keadaan seorang Salafi atau Ahlus Sunnah yang istiqamah?
Jika dahulu kamu termasuk orang2 yang awwam, Lantas darimana kamu bisa menjadi seorang Salafi dan bisa mengenal Sunnah serta meninggalkan bid’ah dan maksiat saat ini?
Bukankah kamu mendapat hidayah salah satunya karena ada seorang Salafi atau Ahlus Sunnah yang mau mendekatimu kemudian mendakwahi dan mengenalkanmu tentang Sunnah dan Manhaj Salaf?
Namun kenapa setelah kamu menjadi seorang Salafi, kamu lupakan hal itu?
Bagaimana jadinya jika dulu kamu tidak mengenal orang2 Salafi atau mereka tidak mau mendekati kamu, seperti halnya yang kamu lakukan saat ini yaitu menjauhi orang2 awwam?

Tidakkah kamu senang dan bersyukur jika kamu berada di atas ketaatan kepada Allah, bisa mengenal Sunnah dan Manhaj Salaf?
Begitu juga hendaknya kamu senang jika mereka (orang2 awwam) itu seperti kamu, bisa meninggalkan bid’ah dan maksiat yang dilakukannya.
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga ia menyukai bagi saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya” (al Hadits).

Oleh Abu Fahd

 

Baca juga:

PERJALANAN PRIA PEMABUK DENGAN PEMUDA SALAFI (TRUE STORY)

Menebar kasih sayang

 

Recent Posts :

2 Responses to “KETIKA ORANG AWWAM DIJAUHI”

  1. ابن حارث 17 May 2012 at 09:31 #

    Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh

    Abu, untuk hadits di bagian akhir artikel, hanya diterangkan “Al hadits”, allohu a’lam, jika boleh tahu dengan periwayat siapa ?

    Ana punya sedikit ilmu, dengan lafadz yg hampir sama, dengan sanad Anas bin Malik, dengan riwayat Muttafaqun’alaih

    • gizanherbal 17 May 2012 at 18:20 #

      Wa’alaikumus salam. na’am akhi, itu riwayat muttafaqun alaih. barakallahu fik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: