Archive | 19:45

SULITNYA MENUKAR UANG RECEHAN

26 Nov

Sering kita menjumpai khususnya para pedagang/penjual, ketika kita ingin menukarkan uang kita dengan uang recehan kepadanya, maka mereka akan mengatakan ‘Tidak ada’. Namun jika kita membeli barangnya dengan uang kita tadi, mereka punya kembalian yang banyak.
Ini merupakan kedustaan dan sifat bakhil!
Maka itu hendaknya kita selalu jujur dan jangan pelit jika ada seseorang yang butuh bantuan untuk menukarkan uang, sedangkan kita memilikinya walaupun sedikit.
Continue reading

KETIKA AYAHMU MENJADI PENAKUT DAN PELIT

26 Nov

 

Jangan engkau anggap ayahmu penakut & bakhil…
Karena sebelum engkau diciptakan, ayahmu adalah seorang pemberani & dermawan, sedangkan saat itu dia belum dipanggil Abu fulan (bapaknya si fulan). Namun ketika engkau hadir di dunia ini, maka ia menjadi penakut karena mengkhawatirkanmu, dan ia menjadi lebih hemat demi memberikan sesuatu yang sempurna untukmu.
Sementara engkau hanya melihat masa depanmu saja…
Continue reading

KYAI BOJONG GEDE

26 Nov

Di Bojonggede ada seorang Kyai sepuh yang terkenal dan telah banyak mendidik murid2nya menjadi para Kyai dimana2. Alhamdulillah berkat hidayah dari Allah, Kyai tersebut menerima dakwah Salaf dan mulai konsisten untuk berjalan diatas manhaj Salaf, menegakkan sunnah dan meninggalkan bid’ah. Namun hal itu membuat banyak masyarakat resah, termasuk para Kyai sekitarnya. Karena amalan atau tradisi yang menyelisihi sunnah yang biasa mereka amalkan mulai dihilangkan oleh Kyai sepuh tersebut.
Continue reading

MAU JILBABIN HATI DULU

26 Nov

Si A : “Ukhti…Kenapa kamu tidak berjilbab?”

Si B : “Ah…Suka2 saya. Walaupun tidak berjilbab, yang penting kan hatinya!!”

Si A : “Berarti kalo ada orang yang gak mau shalat, gak mau puasa, gak mau zakat, gak mau sedekah, gak mau berbakti kpd orgtua, dll, boleh donk??? Kan yg penting hatinya???

Si B : “Beda itu!…Byk wanita yg gak berjilbab tapi hatinya baik, dan byk juga wanita yg berjilbab tapi hatinya buruk!

Si A : “Itu gak beda, karena sama2 perintah Allah. Jilbab itu aplikasi dari ketaatan kita dalam beragama. Bagaimana bisa dikatakan hatinya baik jika dia durhaka kpd Allah? Seorg anak yang durhaka kepada orgtua saja dikatakan hatinya buruk, apalagi yang durhaka kepada Allah? Bukankah banyak juga wanita yang berjilbab tapi hatinya baik, dan banyak juga wanita yang gak berjilbab tapi hatinya buruk??”

Si B : “Ya udah…itu terserah saya! Saya mau menjilbabkan hati dulu!!!”

Si A : “Emang hati bisa dijilbabin? Beli dimana jilbabnya nanti? Jadi kalo ada laki2 yang disuruh memelihara jenggot, bisa2 dia nanti bilang: ‘Saya mau jenggotin hati dulu!’Hehehehe…”

Si B : (kabuurrr….)
Continue reading

JIKA SUAMI PUNYA IDDAH

26 Nov

Ada 2 kondisi dalam hal ini bagi suami:

1. Suami yang beristri empat orang kemudian hendak menceraikan salah seorangnya. Setelah perceraian, maka bila seorang suami hendak menikah lagi, ia wajib menunggu masa ‘iddah istri yang dicerainya itu berakhir.
Karena seorang istri yang dicerai, pada dasarnya, ia masih berstatus sebagai istri dari suami yang menceraikannya, hingga masa ‘iddahnya berakhir.
Sehingga, selama masa ‘iddahnya belum berakhir, jumlah istri bagi laki-laki tadi tetaplah empat orang (istri yang dicerai masih dihitung). Dan haram bagi suami tersebut menikahi wanita lain yang akan menjadikannya memiliki lima istri.

Ket: bahwa syariat kita membatasi poligami maksimal hanya empat wanita saja!

Nah, bila masa ‘iddah istri yang dicerai tadi usai, maka ia tidak lagi berstatus sebagai istri dari laki-laki tersebut. Artinya, sekarang jumlah istri laki-laki itu tinggal tiga saja, sehingga dia berhak menikahi wanita lain pada saat itu.
Continue reading

SAUDI LAGI…SAUDI LAGI…

26 Nov

Kenapa Saudi atau orang2 Saudi selalu jadi sorotan yg negatif?
– Jika terjadi musibah di negara muslim atau pada kaum muslimin, maka negara Saudi dan org2nya yg di sorot. Mereka katakan bhw Saudi diam saja, tidak mau nyumbang, pro amerika, dsb. Kenapa mereka tidak mengatakan seperti itu kepada diri mrk sendiri atw negara mrk sendiri?

– Jika terjadi kasus penganiayaan TKI di Saudi atau hukuman mati, maka langsung di ekspos besar2an, melebihi kasus yg terjadi di negara2 lain atau negaranya sendiri. Padahal jumlah kasus tsb jauh lebih sedikit dibanding negara2 lainnya.

– Jika berdebat dengan org kafir, pelaku kesyirikan dan pelaku bid’ah, maka mereka selalu menjurus kepada kejelekan2 di Saudi dan orang2nya. Apakah Islam dan Sunnah itu hanya ada di Saudi saja?

– Jika pemberian gelar Doktor untuk Raja Saudi dipermasalahkan, yang beliau sudah berusaha menerapkan hukuman Syar’i di negaranya, serta sudah byk membantu negara kita dengan memberikan izin untuk pergi haji dan umrah, menjadi TKI, kuliah, dll. Lantas kenapa pemberian gelar Doktor utk orang2 kafir atau musuh2 Islam (seperti tokoh2 JIL, dsb) tidak dipermasalahkan?? apakah mereka tidak sadar kalau negara kita adalah negara yg berpenduduk muslim terbesar di dunia?

– Jika…jika…jika…dll
Continue reading

BAPAK TUA ITU TELAH BERUBAH (MENYIKAPI SHALAT BERJAMAAH)

26 Nov

Beberapa tahun lalu (sekitar 4 atau 5 tahun lalu), ana shalat di sebuah masjid. Ketika masuk ke masjid, rupanya shalat berjamaahnya sudah selesai. Dalam masjid itu ada beberapa orang yang sudah selesai shalat, dan hanya ada satu orang yang juga datang terlambat dan belum shalat, maka kami pun membuat jama’ah kedua. Ana persilahkan orang tersebut menjadi imam, dan ana sebagai makmum. Berhubung makm…umnya hanya ana sendiri, jadi ana mengambil posisi di sebelah kanan imam dan sejajar dengan imam. Rupanya sikap ana tersebut diperhatikan oleh seorang bapak tua yang ada di dalam masjid itu.

Setelah kami selesai shalat, ana kemudian di datangi oleh bapak tua tersebut (katanya bapak tua itu termasuk tokoh agama di tempat itu). Tanpa basa basi, bapak tua itu langsung bertanya ke ana dengan nada agak keras, “Saya mau tahu, tadi kalian shalat yang jadi imam siapa dan yang jadi makmum siapa?”

Saya menjawab, “Yang jadi imam adalah orang ini, dan saya makmumnya.”

Bapak tua itu berkata, “Kalau kamu makmum, kenapa shalatnya sejajar dengan imam? Dimana-mana, kalau makmum itu di belakang imam atau agak kebelakang sedikit!”

Saya berkata, “Maaf, saya belum tahu dalilnya kalau makmumnya hanya seorang maka shalatnya harus dibelakang imam atau agak kebelakang. Bisa kasih tahu dalilnya?”

Bapak tua itu berkata, “Oh ada dalilnya!”

Saya bertanya, “Bisa kasih tahu pak?”

Bapak tua itu menjawab, “Di Al Qur’an juga ada!”

Saya bertanya lagi, “Kalau di Al Qur’an ada, di surah apa dan ayat berapa?”

Bapak tua itu menjawab, “Saya tidak hafal surat atau ayatnya, pokoknya ada! Saya pernah dengar dari guru saya.”

Saya berkata, “Kalau ada, mungkin bapak bisa bertanya ke guru bapak dalilnya, nanti kalau sudah ada bisa kasih tahu ke saya, saya tunggu.”

Bapak tua itu berkata, “Guru saya lulusan Mesir. Dia tahu dalilnya, nanti saya akan tanya ke dia.”

Saya berkata lagi, “Iya. Namun sebelumnya saya mau kasih tahu beberapa dalil ke bapak (kemudian ana membawakan beberapa hadits ke bapak tua itu tentang posisi makmum ketika shalat berjamaah apabila makmum itu sendirian -yaitu di sebelah kanan imam dan sejajar dengan imam).
Nah itu dalil saya, jika bapak bisa membawakan dalil juga yang shahih maka saya akan mengikuti bapak, insya Allah.”

Setelah itu kami pun berpisah. Hari demi hari ana pun menunggu jawaban dari bapak tua itu, namun tidak kunjung datang…

Dan sekarang ini, detik ini, tahukah apa yang terjadi pada bapak tua itu sekarang ini, setelah berlalu 4 atau 5 tahun?
Continue reading