Archive | November, 2011

SAUDI LAGI…SAUDI LAGI…

26 Nov

Kenapa Saudi atau orang2 Saudi selalu jadi sorotan yg negatif?
– Jika terjadi musibah di negara muslim atau pada kaum muslimin, maka negara Saudi dan org2nya yg di sorot. Mereka katakan bhw Saudi diam saja, tidak mau nyumbang, pro amerika, dsb. Kenapa mereka tidak mengatakan seperti itu kepada diri mrk sendiri atw negara mrk sendiri?

– Jika terjadi kasus penganiayaan TKI di Saudi atau hukuman mati, maka langsung di ekspos besar2an, melebihi kasus yg terjadi di negara2 lain atau negaranya sendiri. Padahal jumlah kasus tsb jauh lebih sedikit dibanding negara2 lainnya.

– Jika berdebat dengan org kafir, pelaku kesyirikan dan pelaku bid’ah, maka mereka selalu menjurus kepada kejelekan2 di Saudi dan orang2nya. Apakah Islam dan Sunnah itu hanya ada di Saudi saja?

– Jika pemberian gelar Doktor untuk Raja Saudi dipermasalahkan, yang beliau sudah berusaha menerapkan hukuman Syar’i di negaranya, serta sudah byk membantu negara kita dengan memberikan izin untuk pergi haji dan umrah, menjadi TKI, kuliah, dll. Lantas kenapa pemberian gelar Doktor utk orang2 kafir atau musuh2 Islam (seperti tokoh2 JIL, dsb) tidak dipermasalahkan?? apakah mereka tidak sadar kalau negara kita adalah negara yg berpenduduk muslim terbesar di dunia?

– Jika…jika…jika…dll
Continue reading

BAPAK TUA ITU TELAH BERUBAH (MENYIKAPI SHALAT BERJAMAAH)

26 Nov

Beberapa tahun lalu (sekitar 4 atau 5 tahun lalu), ana shalat di sebuah masjid. Ketika masuk ke masjid, rupanya shalat berjamaahnya sudah selesai. Dalam masjid itu ada beberapa orang yang sudah selesai shalat, dan hanya ada satu orang yang juga datang terlambat dan belum shalat, maka kami pun membuat jama’ah kedua. Ana persilahkan orang tersebut menjadi imam, dan ana sebagai makmum. Berhubung makm…umnya hanya ana sendiri, jadi ana mengambil posisi di sebelah kanan imam dan sejajar dengan imam. Rupanya sikap ana tersebut diperhatikan oleh seorang bapak tua yang ada di dalam masjid itu.

Setelah kami selesai shalat, ana kemudian di datangi oleh bapak tua tersebut (katanya bapak tua itu termasuk tokoh agama di tempat itu). Tanpa basa basi, bapak tua itu langsung bertanya ke ana dengan nada agak keras, “Saya mau tahu, tadi kalian shalat yang jadi imam siapa dan yang jadi makmum siapa?”

Saya menjawab, “Yang jadi imam adalah orang ini, dan saya makmumnya.”

Bapak tua itu berkata, “Kalau kamu makmum, kenapa shalatnya sejajar dengan imam? Dimana-mana, kalau makmum itu di belakang imam atau agak kebelakang sedikit!”

Saya berkata, “Maaf, saya belum tahu dalilnya kalau makmumnya hanya seorang maka shalatnya harus dibelakang imam atau agak kebelakang. Bisa kasih tahu dalilnya?”

Bapak tua itu berkata, “Oh ada dalilnya!”

Saya bertanya, “Bisa kasih tahu pak?”

Bapak tua itu menjawab, “Di Al Qur’an juga ada!”

Saya bertanya lagi, “Kalau di Al Qur’an ada, di surah apa dan ayat berapa?”

Bapak tua itu menjawab, “Saya tidak hafal surat atau ayatnya, pokoknya ada! Saya pernah dengar dari guru saya.”

Saya berkata, “Kalau ada, mungkin bapak bisa bertanya ke guru bapak dalilnya, nanti kalau sudah ada bisa kasih tahu ke saya, saya tunggu.”

Bapak tua itu berkata, “Guru saya lulusan Mesir. Dia tahu dalilnya, nanti saya akan tanya ke dia.”

Saya berkata lagi, “Iya. Namun sebelumnya saya mau kasih tahu beberapa dalil ke bapak (kemudian ana membawakan beberapa hadits ke bapak tua itu tentang posisi makmum ketika shalat berjamaah apabila makmum itu sendirian -yaitu di sebelah kanan imam dan sejajar dengan imam).
Nah itu dalil saya, jika bapak bisa membawakan dalil juga yang shahih maka saya akan mengikuti bapak, insya Allah.”

Setelah itu kami pun berpisah. Hari demi hari ana pun menunggu jawaban dari bapak tua itu, namun tidak kunjung datang…

Dan sekarang ini, detik ini, tahukah apa yang terjadi pada bapak tua itu sekarang ini, setelah berlalu 4 atau 5 tahun?
Continue reading

INSYA ALLAH ADA JALAN

26 Nov

Insya Allah ada jalan…

Jika kita tidak mampu beramal dari pintu bersedekah karena kurangnya harta, maka carilah pintu lain yang dapat menambah keutamaan dan amalan kita.
Jika kita tidak mampu banyak berpuasa karena tubuh yang lemah, maka carilah pintu2 yang lain.
Jika kita tidak mampu berbakti kepada orangtua karena mereka sudah tiada, maka cari juga pintu yang lain.
Jika kita mampu berjihad karena faktor kondisi, maka carilah pintu2 yang lain.
Jika kita tidak mampu menuntut ilmu di pesantren atau ma’had, maka carilah pintu2 yang lain yang pintu2 itu dapat menjadikan kita memiliki keutamaan dan kelebihan dibanding mereka yang mampu.
Continue reading

DIALOG ABI DAN UMMI

26 Nov

Abi : “Bagaimana pendapat Ummi tentang poligami secara umum?”

Ummi : “Abi, secara umum poligami tidak ada nilai negatif sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho.”

Abi : “Maksud Ummi ?”

Ummi : “Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah laki2 dan wanita? di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang 6 lainnya?”

Abi : “Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai dan memberi contoh?”

Ummi : “Maksud Abi bagaimana?”

Abi : “Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya?”

Ummi : “Apaa..!!! abi mau poligami??”

Abi : “Ya dong, kan Ummi sudah paham tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam lho..”

Ummi : “Wah! kalo begitu abi salah memahami sunnah yang dimaksud.”

Abi : “Salah dimana? Bukankah Nabi juga poligami?”

Ummi : “Makanya kalo mengamalkan sunnah jangan setengah2. Bukankah Nabi baru berpoligami setelah istri pertamanya yaitu Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat?
Nah! Jadi abi boleh menikah lagi dan poligami sampai empat pun boleh, asal setelah istri pertama Abi ini yaitu Ummi meninggal, OK ?”

Abi : “Lho…?!”

Ummi : “Hayooo!…”(Siap2 ngelempar tabung gas)

Abi : Glekk….

Continue reading

AKU MALU MENATAP WAJAH SUAMIKU

25 Nov

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.
Continue reading

PENGUSAHA KAYA DAN KYAI MISKIN

24 Nov

Ana pernah diceritakan oleh teman, tidak tahu apa ini kisah nyata atau hanya anekdot.  Seorang pengusaha kaya mendatangi seorang Kyai yang rumahnya di gunung dan terpencil. Pengusaha tersebut meminta kepada Kyai agar bisnisnya lancar serta mendapat kekayaan yang banyak. Kyai tersebut kaget dan berkata, “Tidak salah? Harusnya saya yang ngomong begitu ke bapak. Sudah tahu rumah saya gubuk, miskin, dan terpencil, koq meminta ke saya? Kalo saya bisa bikin orang-orang menjadi kaya, untuk apa saya disini dan prihatin seperti ini???” Continue reading

JIKA PELAKU BID’AH DAN MAKSIAT BISA MASUK SURGA KARENA RAHMAT ALLAH

23 Nov

Apakah seorang Salafi/Ahlus Sunnah dan rajin beribadah bisa masuk neraka?
Bisa saja jika Allah menghendaki.

Apakah seorang pelaku bid’ah (selama bid’ah yang dilakukannya bukan bid’ah mukaffirah atau yang dapat mengeluarkannya dari islam) dan pelaku maksiat bisa masuk surga?
Bisa saja jika Allah menghendaki dan mengampuni dosa2nya.

Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Ada dua orang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang saling bersaudara. Yang satu rajin ibadah dan lainnya berbuat dosa. Lelaki yang rajin beribadah selalu berkata kepada saudaranya, ‘Hentikan perbuatan dosamu!” Suatu hari ia melihat saudaranya berbuat dosa dan ia berkata lagi, ‘Hentikan perbuatan dosamu!” (Lelaki yang berbuat dosa berkata), “Biarkan antara aku dan Tuhanku. Apakah kamu diutus untuk mengawasiku?”. Ia (Lelaki yang rajin beribadah) berkata lagi, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!” atau “Dia tidak akan memasukanmu ke surga!”
Continue reading