Archive | December, 2011

MANA DALILNYA?

30 Dec

A : “Assalamu alaikum!…Apa kabar akhi? Baru ketemu lagi nih…”

B : “Wa’alaikumus salam. Alhamdulillah baik akhi. Iya…”

A : “Oya, tadi ana melihat antum shalat.”

B : “Iya, kenapa?”

A : “Ana mau tahu kenapa antum shalatnya seperti itu?”

B : “Memang ada apa dengan shalat saya? Ada yang aneh?”

A : “Oh tidak apa2. Hanya saja ana ingin tahu dalil dari shalat yang antum lakukan tadi. Siapa tahu ana bisa mendapat tambahan ilmu dari antum.”

B : “Ana sejak masih kecil shalatnya sudah seperti ini. Dan seperti inilah shalat yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam saat ini. Apakah ada yang salah?”
Continue reading

3 ORANG GILA

29 Dec

Seorang dokter di Rumah Sakit Jiwa ingin menguji 3 orang pasiennya yang gila, untuk mengetahui siapakah yang sudah sembuh dari gilanya atau yang paling baik akalnya. Sang dokter menggelar kain berwarna biru diatas lantai, lalu meminta kepada ketiga orang tersebut untuk berenang diatasnya.

Orang pertama langsung melompat ke atas kain tersebut dan melakukan gerakan seolah-olah sedang berenang.

Orang kedua juga melakukan hal yang sama dengan orang pertama, yaitu meloncat sambil bergaya ke atas kain tersebut dan melakukan gerakan seolah-olah dia sedang berenang di laut.
Continue reading

KETIKA ANAK PUNK BERTAUBAT

29 Dec

Seorang anak muda bernama Umar, tinggal di daerah Pemalang Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai anak bergaya preman, dengan potongan rambut “punk”, bagian tengah atas kepala dari depan sampai belakang disisir berdiri “njegrag” bagai jengger ayam. Pemuda macam ini tidak dekat dengan agama.

Kata seorang yang silaturrahim ke tempat saya, Umar banyak mendapat halangan justru ketika dia berubah jadi pemuda yang taat beragama. Namun tamu ini saat itu tidak banyak cerita bahwa Umar dulunya adalah pemuda punker, karena Umar sendiri ikut bertamu saat itu dalam keadaan sudah berjenggot, dan mengatakan mau belajar ke pesantren.
Continue reading

ANAK TK VS IBU GURU ATHEIS

28 Dec

Hari pertama sekolah di sebuah TK Surya Kencana yang diasuh oleh seorang Ibu guru yang berjiwa Atheis.

Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol 2. Ia mulai mengajar kepada anak-anak TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Anti Tuhan).

Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis dan berkata pada anak-anak TK di kelasnya;

“Anak-anak penghapusan ini kelihatan nggak?” sambil tangannya mengacung-acungkan hapusan di depan kelas.

“KELIHATAAAAAN!!!”, kata anak-anak TK serempak dan bersemangat.
Continue reading

SIAPA YANG NGIKUTIN?

27 Dec

A (orang kristen) : “Kenapa kalian selalu ngikutin kami?”

B (orang muslim) : “Ngikutin apa? Kami tidak merasa ngikutin kalian?”

A : “Gak merasa? Coba diperhatikan, kami merayakan Hari Ulang Tahun Yesus (atau Maulidnya Nabi Isa), lalu kalian ikut2an merayakan Maulid Nabi Muhammad?!
Kami juga merayakan hari kenaikan Isa al Masih (diangkatnya Nabi Isa ke langit), kalian ikut2an merayakan hari Isra Mi’raj (naiknya Nabi Muhammad ke langit)?!
Kami merayakan Tahun Baru Masehi milik kami, kalian juga merayakan tahun baru hijriyah milik kalian?!
Kami beribadah dengan bernyanyi dan bermain alat musik, kalian juga sekarang mulai beribadah dengan bernyanyi-nyanyi membaca shalawat/dzikir dengan alunan musik?!

C (orang Hindu) : “Iya nih…! Kalian (orang muslim) juga banyak yang ngikutin perayaan acara kami…”

A : “Lho…lho…apalagi ini? Siapa yang ngikutin?”
Continue reading

SERBA SALAH JADI ORANG AWAM

27 Dec

01. “Masak memberikan ucapan selamat Natal ke teman saya aja gak boleh, padahal saya gak ikut2an merayakannya, jadi yang boleh apa?”

02. “Ya udah, kalo gak boleh mengucapkan selamat Natal, mendingan merayakan Tahun baru aja dech…tinggal 5 hari ini…”

03. “Hah??!! Merayakan tahun baru juga gak bolehh?? Katanya itu hari rayanya orang nasrani…Jadi yang boleh apa…? Ya udah, kalo gak boleh juga, aku gak akan merayakannya. Aku cuman niup terompet aja di malam tahun baru…”
Continue reading

GARA-GARA MEMETIK BUAH APEL

25 Dec

Anda tentu mengenal nama Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit, salah seorang ulama besar, dan termasuk salah satu dari imam empat mazhab. Ada kisah menarik, berkaitan dengan beliau, tetapi kisah ini bermula di saat beliau belum lahir.

Pada abad pertama hijiriah, terdapat seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan. Ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar, ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya. Ia juga berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang melihatnya, disamping ia juga merasa bahwa kebun tersebut tidak akan berkurang dengan sebab satu biji apel saja. Maka, ia beranikan diri untuk memetik satu buah apel dan memakannya hingga rasa laparnya hilang.
Continue reading