SERBA SALAH JADI ORANG AWAM

27 Dec

01. “Masak memberikan ucapan selamat Natal ke teman saya aja gak boleh, padahal saya gak ikut2an merayakannya, jadi yang boleh apa?”

02. “Ya udah, kalo gak boleh mengucapkan selamat Natal, mendingan merayakan Tahun baru aja dech…tinggal 5 hari ini…”

03. “Hah??!! Merayakan tahun baru juga gak bolehh?? Katanya itu hari rayanya orang nasrani…Jadi yang boleh apa…? Ya udah, kalo gak boleh juga, aku gak akan merayakannya. Aku cuman niup terompet aja di malam tahun baru…”

04. “Lho…niup terompet juga gak boleh? Katanya itu tasyabbuh (mengikuti) orang yahudi…Ini salah…itu salah…ya udah, aku merayakan tahun baru islam saja yaitu tahun baru hijriyah…gak salah lagi…”

05. “Nah lho…! Merayakan tahun baru islam juga gak boleh? Katanya itu bid’ah dan tidak pernah dilakukan Nabi sama Sahabat2nya. Koq jadi serba salah semuanya? Jadi yang benar apa? Baiklah…kalo merayakan tahun baru islam gak boleh, aku akan merayakan hari rayanya umat islam aja, yaitu hari raya idul fithri, kebangetan kalo gak boleh juga. Aku akan takbiran keliling kampung sambil pukul beduk di hari raya itu!”

06. “Jreeeennggg…!! Gak boleh juga???? Koq semuanya serba gak boleh??? Ini gak boleh…itu gak boleh…mana yang benar??? Koq susah amat mau beramal aja. Entar aku gak mau beramal sama sekali lho!!…

(maaf nomornya diloncatin ya…)

99. “Alhamdulillah…setelah aku banyak menuntut ilmu, akhirnya aku tahu sekarang mana yang benar dan mana yang salah. Inilah hidayah dari Allah, sehingga aku bisa merasakan manisnya iman. Aku sekarang tahu kenapa dulu aku gak boleh beramal ini dan itu. Aku juga tahu kenapa dulu aku tidak boleh takbiran keliling kampung sambil pukul bedug dimalam Idul Fithri, tapi hanya cukup merayakannya saja sesuai syariat. Inilah hikmahnya jika kita banyak menuntut ilmu yang syar’i dan sesuai sunnah. Padahal agama ini sangat mudah sekali jika kita mengetahuinya.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya, maka dia akan dipahamkan/difaqihkan dalam (urusan) agama.” (HR. Bukhari )

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: