Archive | 17:21

WASPADAI ORANG INI (DEBAT DENGAN INGKARUS SUNNAH)

7 Feb

Ana pernah di datangi oleh seseorang yang memiliki pemahaman Ingkarus Sunnah (penolak hadits/sunnah). Orang itu mengajak ana untuk berdialog atau berdebat seputar masalah agama, sekaligus mengajak ana untuk bergabung ke dalam kelompoknya. Sebelumnya ana mengetahui sedikit profil orang itu, sebatas mengenal wajah saja, karena ana sering melihatnya di daerah ana (Bojonggede). Beliau berprofesi sebagai tukang ojek dan sering mangkal di dekat toko ana. Walaupun sehari-hari ana sering melihat orang itu, namun ana belum pernah melihat orang itu shalat di masjid dengan berjama’ah ketika masuk waktu shalat. Ana mencoba beranggapan lain, barangkali dia shalat di rumah atau tidak tepat waktu, namun masih melaksanakan shalat. Namun rupanya anggapan ana itu keliru setelah ana berdialog dan berdebat dengannya tentang permasalahan agama, yang akhirnya ana mengetahui bahwa dia adalah seorang ingkarus sunnah, dan dia menganggap bahwa shalat itu belum wajib pada saat ini, karenanya dia tidak shalat.
Continue reading

MAKHLUK YANG BARU DICIPTAKAN

7 Feb

Awal tahun 2012 hujan terus menerus membasahi daerah Bogor dan sekitarnya.
Dengan sebab hujan ini banyak dari kaum muslimin yang menggugurkan aqidahnya, yaitu dengan mencela hujan. Tidakkah mereka tahu bahwa perbuatan mencela hujan sama halnya dengan mencela Allah?!

Jangan menyalahkan hujan, karena hujan adalah salah satu dari makhluk Allah yang taat kepadaNya. Tidaklah hujan turun ke bumi kecuali karena taat kepada perintahNya.

Hujan juga merupakan makhluk Allah yang baru saja tercipta dan memiliki usia sesaat saja. Hujan turun ke planet bumi sesuai dengan jumlah bilangan yang diperintahkan Allah dan hanya Allah yang mengetahui jumlah bilangan tersebut, tanpa ada setetes hujan pun yang mendurhakaiNya seperti menentang perintah Allah untuk turun ke bumi, bolos dan tidak mau turun, atau terlambat untuk turun.
Continue reading

BUKAN BASA BASI

7 Feb

Beberapa obrolan yang ana dapati dari beberapa ikhwah:
(Semoga bisa menjadi bahan koreksi dan intropeksi diri kita sendiri, untuk berbenah diri dalam menghadapi fitnah syubhat dan syahwat. Berusahalah untuk selalu berhusnuzhan/prasangka baik kepada saudara2 kita, dan carikan alasan yang baik untuk membela mereka selama masih ada sela untuk berprasangka baik ke mereka. Karena fitnah tidak hanya datang kepada kita yang lemah ini, namun juga bisa mendatangi kepada orang2 yang kuat dan berilmu.)

Obrolan pertama: Tentang sekolah.

A : “Ana lagi bingung mau menyekolahkan anak ana…dimana ya?

B : “Bingung kenapa? Ke Pesantren atau ma’had aja, insya Allah lebih aman, apalagi pergaulan anak2 sekarang sangat memprihatinkan!”

A : “Nah…yang bikin bingung adalah pesantrennya!”

B : “Kenapa?”

A : “Pesantren/ma’had sekarang mahal2! ada yang biaya masuknya minimal 5 juta, 10 juta juga ada, dan ada yang lebih dari itu, belum lagi iuran bulanannya, melebihi dari gaji ana. Kalau ana orang mampu sih gak masalah…Akankah dakwah yang haq ini hanya dimiliki oleh orang2 yang mampu atau kaya saja? Sedangkan kita yang lemah ini tidak bisa menikmati dakwah yang haq ini. Kalau anak ana dimasukkan ke sekolah negeri yang murah, nanti mudharatnya juga besar. Banyak pendidikan2 yang menyelisihi syariat, ditambah lagi jam pelajaran agama di sekolah negeri sangat minim sekali.”
Continue reading

SEBAB ANAK DURHAKA

7 Feb

Seorang pria membawa ayahnya yang telah tua dengan menaiki seekor unta ke tengah padang pasir. Maka si ayah heran dengan sikap anaknya seperti itu, maka berkatalah si ayah kepada anaknya.

Ayah : “Anakku…mau dibawa kemana aku ini?”

Anak : “Aku sudah lelah dan bosan denganmu!”

Ayah : “Lalu apa yang akan kamu lakukan terhadapku?”

Anak : “Aku ingin menyembelihmu! Aku sudah lelah denganmu!”
Continue reading

JIKA CADAR DIANGGAP SETAN

7 Feb

Di sebuah pasar seorang wanita berjilbab besar lengkap dengan cadarnya lewat di depan wanita penjual sayur, tiba-tiba penjual sayur itu nyeletuk, “Awas, ada setan lewat!”.

Merasa tidak enak dengan perkataan ibu tersebut Sang wanita bercadar itu kemudian mendekatinya kemudian bertanya, “Apa yang ibu katakan… setan itu adalah saya?“

Dengan tergagap si penjual sayur tersebut terpaksa menjawab, “Ya.”
Continue reading