ILMU TAUHID BISA MENJADI PENOLONG KETIKA BERHADAPAN DENGAN JIN (MUSUH ALLAH)

9 Aug

Eksklusif-Jafar-Umar-Thalib

Akhi Abu Mujahid Amir berkata: Kemaren malam saya mendengarkan cerita dari teman saya dan sekarang saya ceritakan kepada teman-teman saya di FB ini dengan judul diatas.

Ceritanya, ketika dia ada di sumatera, yang pada waktu itu yang santer adalah adanya Manusia Harimau, yaitu sejenis ilmu yang dimiliki manusia yang menyerupai harimau atau macan.

Nah..pada suatu hari, adalah Ustadz Ja’far Umar Thalib hafizhahullah yang mengajak tujuh muridnya untuk meruqyah salah seorang penduduk disana yang mempunyai ilmu tersebut. Setelah orang tersebut mulai diruqyah, maka dia meraung-raung persis harimau sehingga membuat takut murid-murid ustadz. Kemudian ustadz menenangkan murid-muridnya seraya mengatakan “Antum muwahhiduun, ga usah takut”.

Kemudian, orang yang diruqyah tadi menyerang ustadz, akan tetapi yang terjadi adalah orang tadi mental jauh dari hadapan ustadz.

Cerita teman tadi saya potong dengan sebuah pertanyaan “Apa ustadz ja’far mempunyai tenaga dalam?”
Teman saya menjawab “Sama sekali beliau tidak mempunyai tenaga dalam”.

Semoga bermanfaat
Cerita diatas tidaklah saya buat-buat, adapun antum mau Tabayyun, insya Allah saya berikan akun FBnya dan silahkan bertabayyun.

(Sumber: dari status akhi Abu Mujahid Amir Al nganjuky)

Sebagian Faidah dari cerita diatas:
– Allah memberikan karamah kepada ustadz tersebut dengan sebab ilmu Tauhid yang dimilikinya.
– Haramnya takut terhadap jin atau setan, karena itu termasuk khauf (takut) yang dilarang atau syirik. Dalam ilmu tauhid diajarkan tentang khauf ini.

Syaikh Shalih Alu Syaikh menjawab: “Ini perlu dirinci. Khauf thabi’i (takut yang manusiawi) itu boleh saja. Namun jika seseorang itu takut dengan khaufus sirr, yaitu ia takut jin menimpakan keburukan padanya tanpa sebab dengan kuasa mereka, misalnya takut bahwa jin itu dapat mematikannya seketika, serupa seperti Allah Jalla Wa ‘Alaa menakdirkan kematian atas dirinya, ini merupakan kesyirikan.

Adapun khauf thabi’i terhadap suatu hal yang membahayakan, ini bukan kesyirikan. Namun khauf thabi’i itu memiliki sebab-sebab yang zhahir. Khaufus sirr jika sesorang takut padahal tidak ada apa-apa. Maka takut terhadap roh jin tanpa adanya sebab yang zhahir menunjukkan akan hal itu. Oleh karena itu, hal ini (takut terhadap jin) tidak ragu lagi ia termasuk syirik asghar (syirik kecil) dan terkadang termasuk syirik akbar (syirik besar) tergantung kondisinya”

Syaikh Shalih Fauzan menjelaskan, “Khaufus sirr adalah takut terhadap selain Allah dan meyakini mereka bisa menimpakan sesuatu yang tidak disukainya. Baik takut terhadap berhala, thaghut, orang mati, makhluk gaib berupa jin maupun manusia yang tidak ada di hadapan. Sebagaimana yang dikisahkan Allah tentang kaum Nabi Huud, mereka berkata:

إِنْ نَقُولُ إِلَّا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ مِنْ دُونِهِ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ

‘Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab: “Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan Dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku‘ (QS. Huud: 54-55)” (Al Irsyad Ilaa Shahihil I’tiqaad, 1/74)

Lebih jelas lagi, Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah menuturkan: “Khaufus sirr itu seseorang takut tertimpa keburukan dari selain Allah, tanpa sebab”

Khaufus sirr merupakan ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Syaikh Ibnu Baaz berkata: “Khaufus sirr hanya dikhususkan kepada Allah semata karena sesungguhnya kepada-Nya lah manusia patut karena Allah lah memiliki kuasa menimpakan sesuatu secara sirr tanpa bisa dirasa oleh inderawi” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 1/51)

Syaikh Sulaiman At Tamimi berkata, “khauf jenis ini dalam realitanya dialami oleh para penyembah kubur. Mereka takut kepada orang-orang shalih (yang sudah mati) atau bahkan kepada para thaghut sebagaimana takutnya mereka kepada Allah” (Taisiirul ‘Aziz, 1/417). Sebagaimana yang diyakini sebagian orang, mereka takut penghuni kubur ‘marah’ sehingga memberikan berbagai sesaji, atau karena takutnya bila melewati kubur mereka membungkuk sambil permisi.

Oleh karena itu, jika seseorang takut lewat kuburan dengan disertai keyakinan bahwa mayat-mayat di dalam kubur atau jin-jin yang ada disana dapat menyebabkan keburukan secara seketika tanpa sebab sebagaimana Allah yang menakdirkan keburukan pada makhluknya, maka yang demikian tidak diperbolehkan dan dikhawatirkan terjerumus dalam syirik akbar.

Maka tidak pantas seseorang yang bertauhid, bermanhaj Salaf, thalabul ilmu tetapi masih takut kepada makhluk ghaib (jin atau setan), takut lewat kuburan, takut tempat2 atau benda2 keramat/mistik, takut kepada dukun/paranormal.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: