PANDUAN SINGKAT BERSEPEDA/GOWES (UNTUK MOUNTAIN BIKE/MTB)

8 Nov

1379239_10151963538243933_168536721_n

1. PERLENGKAPAN

a. PERLENGKAPAN SEPEDA

– Rem Cakram (Optional untuk Trek ringan).
– Fork bersuspensi (Optional untuk Trek ringan).
– Ban Offroad (Optional untuk Trek ringan).
– Lampu depan dan belakang (Optional untuk gowes sampai malam).

b. PERLENGKAPAN PENGENDARA

– Helm (Wajib).
– Sepatu (Wajib).
– Sarung tangan.
– Protektor kaki dan lengan (Wajib untuk medan berat).
– P3K atau obat-obatan pribadi.
– Jas hujan (model jaket, bukan model jubah).
– Peralatan emergency (pompa, ban dalam cadangan, toolkit, dll).
– Alat komunikasi/HP (beserta power bank).
– Bekal makanan dan minuman pribadi.
– Kartu identitas diri.
– Uang tunai secukupnya.

2. PERJALANAN

a. SEBELUM PERJALANAN

– Briefing singkat tentang trek yang akan dilalui.
– Menunjuk Key Person (Marshall, Kepala Regu, Sweeper).
– Menghitung jumlah peserta.
– Menentukan lokasi re-grouping.
– Pendaftaran no HP kepada Marshall atau Kepala Regu.
– Berdoa.

b. SELAMA PERJALANAN

– Dilarang mendahului Marshall kecuali sudah mendapat izin untuk alasan tertentu.
– Sebaiknya rombongan tidak terputus, paling tidak orang yang di depan masih terlihat oleh orang yang dibelakangnya, atau sebaliknya.
– Apabila rombongan terputus, maka salah satu orang dari grup depan harus berhenti di lokasi strategis (tikungan, akhir tanjakan, atau lokasi yang dapat dilihat dari jarak jauh sambil menunggu grup belakang).
– Setelah orang pertama dari grup belakang sampai di lokasi, maka dia menggantikan petunjuk jalan dari grup pertama dan membiarkan orang tersebut mengejar grup di depan.
– Marshall berhak memberhentikan grup untuk menunggu grup lainnya berkumpul (re-grouping).
– Marshall berhak memberhentikan perjalanan sebelum mencapai finish apabila dipandang perlu.

c. AKHIR PERJALANAN

– Akhir perjalanan ditentukan pada satu lokasi.
– Peserta yang mengakhiri perjalanan sebelum mencapai finish, harap melapor kepada Marshall atau Kepala Regu.
– Menghitung kembali jumlah peserta.
– Mengontak peserta yang hilang dan mengkonfirmasi tempat terakhir yang terlihat.
– Menyelesaikan hutang piutang (uang, sparepart, ban, dll) selama perjalanan.
– Evaluasi.

ADAB-ADAB BERSEPEDA:

– Bertaqwa kepada Allah (menjaga kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya, seperti menjaga shalat 5 waktu).

– Berpakaian yang sopan dan tidak memperlihatkan aurat, seperti tidak memperlihatkan paha, tidak memakai celana ketat yang membentuk aurat, tidak memakai pakaian yang bergambar makhluk yang bernyawa, dll.
– Mengingat Allah dan Berdo’a Saat Berkendaraan, seperti membaca takbir ketika uphill dan bertasbih ketika downhil.
– Menjaga sopan santun dan menjaga lingkungan.
– Datang dan berkumpul on time/tepat waktu.
– Menjaga kebersamaan dan kekompakan, bersedia membantu rekan yang mengalami masalah di perjalanan, menjaga keselamatan diri sendiri dan rekan lainnya.
– Tidak melanggar peraturan ketika berkendaraan, mentaati peraturan lalu lintas, mendahulukan kendaraan yang lebih besar (mobil, motor, dsb).
– Menghormati pengguna jalan lainnya.
– Dilarangan angkuh atau sombong ketika berjalan, seperti merendahkan sepeda-sepeda yang dibawahnya, mengejek pengendara yang jatuh atau terkena musibah, dll.
– Menjaga jarak dan tidak kebut-kebutan, tidak memancing/mengajak rekan lainnya untuk kebut-kebutan dengan tujuan yang tidak jelas atau tidak perlu.
– Tidak melakukan manuver yang bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, seperti selap selip dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian lalu lintas, memotong jalur kendaraan lain secara mendadak.

– Tidak melakukan perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri, rekan dan pengguna jalan lainnya.
– Tidak melakukan konvoi secara berjajar (membentuk shaf) atau gowes terlalu ke tengah badan jalan, sebaiknya melakukan konvoi secara parallel, dengan menggunakan maksimal 60cm dari bibir aspal/jalan.
– Memberikan salam atau menegur jika bertemu dengan pengendara lain.
– Tidak memisahkan diri dari kelompok kecuali dengan alasan tertentu.
– Mengatur kecepatan, memperlambat laju kendaraan ketika berjalan di jalan yang sempit (Lorong) dan mempercepat ketika berjalan di jalan yang lapang.
– Apabila ada rekan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan dikarenakan suatu alasan misalnya sakit atau kerusakan sepeda yang tidak bisa ditangani, sebaiknya dimusyawarahkan apakah perjalanan akan dilanjutkan atau dibatalkan.
– Merawat kendaraan secara teratur.
– Hal-hal lain yang belum disebutkan disini harap disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Referensi:
– Tata Tertib BOBICO (Bojonggede Bike Community).
http://www.gizanherbal.wordpress.com

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: