ANA DAN WANITA CANTIK PENJAJA ROKOK

21 May

bbbbb

Tadi sore ketika ana sedang di kota Bogor, tiba2 ana didatangi oleh seorang wanita cantik dengan berpakaian sexy yang menampakkan banyak dari auratnya. Sempat kaget juga ana didatangi wanita seperti itu, karena saat itu ana sedang sibuk mengemas barang2 belanjaan di motor.

Wanita itu pun berdiri sangat dekat dengan ana. Kemudian dia berkata ke ana, “Permisi bapak, saya mau menawarkan rokok. Bapak merokok?”

Ana menjawab, “Maaf saya tidak merokok.”

Wanita itu berkata lagi, “Beneran nih, bapak merokok tidak??”

Ana jawab lagi, “Saya tidak merokok.” (Nada masih sopan).

Wanita itu masih berkata ke ana, “Demi…???” (Maksudnya meminta ana untuk bersumpah menyebut nama Allah)

Ana jawab, “Wallahi…” (Intonasi suara masih sopan).

Akhirnya wanita itu pun berlalu meninggalkan ana. Sebelum pergi dia masih pamit dan berterima kasih karena sudah mau meresponnya.

Terus terang ana sering melihat wanita2 penjaja/sales rokok dimana2. Terutama lagi di depan toko ana sering sekali mereka lewat beramai2 menawarkan rokok ke orang2. Namun kali ini ada yang berbeda sekali dan tidak seperti biasanya mereka menawarkan rokok ke ana. Sangat ‘sesuatu’ banget. Yaitu sampai mengajak bersumpah atas nama Allah. Memangnya wanita itu gak lihat wajah ana???
Wajah ana kan keliatan wajah bukan perokok….Begitu juga wajah ana bukan wajah antagonis….wkwkwkwk…. (Ge-er sendiri, afwan).

Intinya, kejahatan rokok semakin lama semakin parah. Rokok tidak hanya meracuni kesehatan, tapi sekarang rokok juga meracuni moral dan akhlaq manusia. Berapa banyak pandangan manusia yang teracuni oleh ulah wanita2 penjaja roko di jalan2? Mereka sengaja berpakaian se seksi mungkin untuk menarik perhatian agar dagangannya laku. Tidak hanya di jalan2, tapi juga sudah masuk ke dalam rumah2 melalui media televisi. Sampai2 di tayangan pengajian saja iklannya rokok. Bahkan ana pernah menemukan jajanan anak2 SD berupa permen dengan bentuk rokok! Hampir saja si Fahd (anak ana yang berusia 6 tahun) tertipu ingin membeli permen tersebut.
Kita sebagai orangtua hanya bisa mengusap2 dada, dan setidaknya harus extra ketat dalam mengawasi anak2 kita.

Wallahul musta’an.

Ket: Foto diatas hanya illustrasi.

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: