TAUBATNYA SEORANG MUSISI GRUP BAND DISCO ROCK “THE UPSTAIRS”

21 May

10372784_4307779550024_1901798370168100951_n copy

 

Isi kantong Alfi Chaniago kini tidak setebal seperti dimasa tahun 2001 hingga 2007. Ketika masih aktif sebagai pemian bass bersama band rock disco, The Upstairs, Alfi biasa mengantongi uang Rp 3 juta per hari. Paling sedikit dalam sepekan dia mendapat 5juta rupiah.

“sekarang, ana harus kerja sebulan untuk mendapatkan penghasilan sebesar itu,” kata Alfi yang kini bekerja sebagai editor video salah satu situs dakwah salafi di Jakarta.

Alfi mengaku, hari- hari bergelimang harta itu penuh dengan hura- hura. Hidupnya glamou, namun uang- uang itu habis begitu saja, entah kemana, kuliahnya di institut kesenian Jakarta ( IKJ ) jurusan sinematografi pun terbengkalai.

Saat di puncak karir, Alfi dan bandnya memang terikat kontrak dengan perusahaan rekaman besar , major lebel. Namun Alfi dan band-nya berangkat dari label rekaman independent, sebagai bagian komunitas underground di Jakarta.

Alfi mengaku kenal Underground sejak 1 SMA, kemudia membentuk band The Upstairs ketika kuliah di IKJ pada tahun 2001. Kesan pemberontakan, bebas tanpa batas dan kesan keren yang menjadi citra Underground telah memikat Alfi kala itu.

Namun, pada 2006, Alfi mulai gelisah dengan pola hidup hedonis yang dijalaninya. Dan, tidak ingin hidup seperti itu selamanya. Alhasil, Allah mempertemukannya dengan sahabat lamanya yang telah hijrah dari underground dan tekun sebagai penuntut llmu dikajian – kajian Jamaah Salafi di Jakarta.

Alfi mulai ikut kajian. Dari kajian-kajian itu, Alfi memahami bahwa music adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam berdasarkan hadist – hadist Nabi SAW dan beberapa keterangan sahabat. Meski berat, dia terima semua itu walau belum bisa meninggalkan music sepenuhnya.

Sampai akhirnya dia mantap untuk mangkat dari music. Rambut ikal semi kribo yang menjadi daya tariknya di band dia babat habis. Pada tahun 2007, dia memutuskan keluar dari band, meski keputusannya disayangkan banyak orang. Namun, Alfi dan bandnya masih terikat kontrak untuk tampil empat kali lagi.

“Di Bali, Bandung dan dua kali di Jakarta,” kata Lajang kelahiran 1982 ini.

Dengan berat hati, Alfi menjalankan sisa kontrak itu, sebelum benar – benar hijrah menuju Islam. Setelah itu, semua ajakan bermusik kawan – kawan ditampiknya. Semua kawan bermusiknya ditinggalkannya. Dia bahkan sempat bekerja serabutan sebagai kurir jasa ekspedisi.

“Bukan ana nggak mau berdakwah kepada mereka, karena ilmu ana belum mumpuni dan tidak punya power,” Ujarnya seraya berharap teman-temannya bisa menerima hidayah Islam.

Rep : Surya Fachrizal & Thufail Al Ghifari
Red : Catalist Fist

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4273160084559&set=a.1006164771718.685.1752889223&type=1&relevant_count=1

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: