ADA NIKMAT DIBALIK KEBERSAMAAN

13 Jan

1509766_4926236971073_276980475200215601_n

Sudah sekitar 2 tahun ana bebas dari jeruji besi. Kenikmatan yang jarang kita sadari sendiri, yaitu bisa berkumpul bersama orang2 yg kita cintai yaitu keluarga. Ada kalanya kita menyadari kenikmatan ini sangat berharga disaat kita jauh dan terpisah dari mereka, bahkan kita berani membayar mahal atau mengeluarkan seluruh harta kita demi nikmat yg satu ini, yaitu agar kita bisa berkumpul dengan orang2 yg kita cintai, dari orangtua kita, istri maupun anak2 kita.


Masih banyak kawan2 ana yg sampai saat ini belum mencium udara kebebasan. Diantara mereka masih ada yang harus menunggu beberapa bulan lagi untuk bisa merasa kebebasan itu, ada juga yg harus menunggu beberapa tahun, bahkan byk juga yg harus menunggu waktu yg sangat lama yaitu belasan tahun atau puluhan tahun, dan ada juga dari mereka yg tidak perlu utk menunggu kebebasan itu, karena memang mereka sudah tidak memilikinya lagi, akibat vonis hukuman seumur hidup untuk mereka.

Ketika ana masih di dalam Lapas, seorang kawan berkata, “Pakaian yg saya pakai ini adalah pakaian kerja saya sehari2. Saya ditangkap ketika saya masih memakai pakaian ini karena kondisi saat itu saya baru pulang kerja. Ternyata roda kehidupan saya bercerita lain, saya terpaksa harus hidup di dalam bui, dan pakaian ini yg masih setia menemani saya disini.”

Itulah salah satu musibah yg bisa saja menimpa seseorang, entah dia itu benar bersalah atau tidak. Hari ini kita masih berkumpul bersama anak istri kita, bercanda dengannya, makan bersama, tidur bersama, dsb, tapi bisa saja besok pagi kita sudah berpisah dengan mereka. Seperti halnya yg terjadi pada diri ana sendiri. Pagi itu ana masih bermain bersama anak istri, bersepeda bersama mereka keliling2 kampung. Siangnya ana masih membantu orangtua menyelesaikan pekerjaannya. Namun musibah datang secara tiba2, malamnya saya diamankan oleh beberapa orang aparat dan kemudian harus merasakan jeruji besi selama 5 bulan. Barulah kemudian ana menyadari berharganya nikmat berkumpul bersama keluarga, walaupun sekedar memandang wajah2 mereka sesaat saja. Musibah yang akan selalu membekas di hati selamanya. Musibah yg bisa merubah jati diri seseorang.

Cerita ini bukan untuk menakut2i, namun sekedar untuk mengingatkan kita akan pentingnya nikmat kebersamaan. Suatu saat kita semua akan berpisah dengan orang2 yg kita cintai, baik di dunia ini maupun di alam kubur sampai di akhirat kelak. Dan Allah akan membayar perpisahan itu dengan sesuatu yang lebih baik dan berharga, bagi orang2 yg beriman, yaitu perjumpaan mereka dengan orang2 yg mereka cintai di sebuah telaga dan surga ‘Adn, insya Allah.

Allah berfirman dalam QS Ar-Ra’d [13]: 22-24 yang artinya “Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). ‘Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu”

Ket: foto diatas hanya illustrasi.

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: