MASIH INGAT FOTO INI?

13 Jan

1554495_4758751704046_313858303043295026_n

Foto ini pernah ana share beberapa waktu lalu. Yaitu foto yang menggambarkan para ahli medis di sebuah rumah sakit di Gaza sedang shalat berjamaah. Mereka tetap melaksanakan shalat berjamaah walaupun mereka dalam kesibukan.

Memperhatikan tanggapan para komentator atas foto tsb, banyak sekali ikhwah yang memuji mereka, bahkan mendoakan mereka dengan kebaikan. Hal itu tidak lain sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama muslim yg bersaudara. Karena konteksnya bukan membahas penyimpangan2 ataupun ilmu jarh wa ta’dil, dan bukan pula disuruh jadi kritikus.

Namun berbeda halnya dengan tetangga sebelah (bukan antum lho…), yang mempunyai sudut pandang berbeda dalam melihat foto tsb, sehingga yg muncul dari koment2 mereka hanya kritikan dan teguran saja, yg jika dinilai sebenarnya tidak membawa manfaat utk mereka sendiri maupun orang yg mereka kritisi.


Salah 1 contoh komentar2 tetangga sebelah ttg foto tsb:

– Koq jenggotnya dicukur??
– Hmm… celananya masih isbal…
– Shalatnya gak pake sutrah tuh!…
– Itu salafi atau bukan?? Koq gitu penampilan dan shalatnya?
– Itu sumbernya dari mana? Jangan2 dari situs bukan salafi.
– Shalatnya masih gak sesuai sunnah…huh…
– dan koment2 miring lainnya…

Bukan berarti ana tidak menerima kritikan2, tetapi dilihat seberapa besar manfaat atau pengaruh dari kritikan itu, selain itu pula konteks pembahasan disini bukan pada tempatnya utk mengkritik mereka. Jangan sampai dengan kritikan itu malah membuat seseorang menjadi ujub (bangga diri) terhadap dirinya sendiri, atau membuat orang lain malah menjauh atau lari dari dakwah kita.

Kita perlu banyak belajar utk selalu mengedepankan husnuzhan kepada siapapun, mencarikan alasan2 atau udzur untuk mereka, karena inilah sikap dan adab yg dianjurkan kepada sesama muslim.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu“. [Ali ‘Imran: 159]
dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ

“maka maafkanlah mereka dan biarkanlah“. [Al Maa-idah: 13]

Imam Muhammad Ibnu Siirin, seorang Tabi’in yang masyhur berkata :

إذا بلغك عن أخيك شيء فالتمس له عذرًا ، فإن لم تجد فقل: لعل له عذرًا لا أعرفه

“Jika sampai kepadamu sebuah berita tentang keburukan saudaramu, maka carilah udzur baginya. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka ucapkanlah : “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak tahu” (Syu’abil Iman lil Bayhaqi juz 6/323)

Sebagian Ulama rahimahumullah mengatakan:

المؤمن يطلب معاذير اخوانه, والمنافق يطلب عثراتهم

“Seorang mukmin akan mencari berbagai udzur bagi saudaranya, sedangkan seorang munafik akan mencari-cari segala kesalahan mereka“.

“Jika salah seorang dari ikhwan tergelincir berbuat kesalahan, maka carilah untuknya 90 udzur, dan janganlah sibuk dengan aib-aib ikhwan sedangkan ENGKAU LUPA DENGAN AIB DIRI SENDIRI.” (Syaikh Shalih Abdul Aziz Al-Ghusn hafizhahullah)

Ada sebuah kisah yang sangat bagus sekali mengenai sikap seorang ulama dalam bersikap dan berhadapan dengan sesama kaum muslimin. Kisah yang diceritakan oleh ust. Firanda hafizhahullah mengenai akhlaqnya Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah. Beliau berkata:

Tidak terasa ternyata udah masuk waktu ashar, dan subhaanallah ternyata kumandang adzan ashar terndengar di dalam pasar, hal ini sangat menyenangkan hati beliau. Kamipun menuju musolla, ternyata mushollanya sangat kecil, ukurannya kira-kira 2 kali 6 meter. Sehingga orang-orang pada sholat sendiri-sendiri sementara banyak orang yang ngantri. Aku dan syaikhpun ikutan ngantri. Musolla kecil tersebut terbagi menjadi 2 saf, saf depan untuk para lelaki dan saf belakang untuk para wanita. Ternyata –alhamdulillah- banyak juga mbak-mbak yang ngantri ingin melaksanakan sholat. Dan suatu pemandangan yang aneh bagi syaikh, ada beberapa wanita yang tidak berjilbab, bahkan ada yang memakai pakaian menor (alias banyak yang aurotnya kelihatan) akan tetapi ikut ngantri untuk sholat sambil membawa mukena. Syaikh bergumam, “Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka karena sholat mereka ini. Kasihan… karena kejahilan mereka”.

Aku tertegun tatkala mendengar ucapan dan doa syaikh ini. Yang sering aku dapati banyak dai tatkala melihat seseorang melakukan kemaksiatan –seperti membuka aurot atau terjerumus dalam bid’ah atau kesyirikan atau kemaksiatan-kemaksiatan yang lain- serta merta marah dan tidak member udzur kepada pelaku maksiat tersebut, bahkan bisa jadi terlontar cacian dan makian kepada pelaku maksiat tersebut. Akan tetapi syaikh di sini memandang para wanita yang terbuka aurotnya tersebut dengan pandangan rahmat, semoga Allah memaafkan mereka. Bahkan syaikh berusaha mencari udzur buat mereka dengan berakta, “Karena kejahilan mereka …”.

Sepertinya hal ini adalah hal yang sepele, tapi ketahuilah para pembaca sikap ini merupakan sikap yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang da’i tatkala berdakwah. Sebagian da’i ketika berdakwah memasang kuda-kuda menyerang dan seakan-akan pelaku maksiat yang ada dihadapannya memang harus diserang dan tidak ada udzur baginya. Sehingga sang dai tidak menunjukan rasa rahmatnya kepada para pelaku maksiat. Sehingga hal ini berpengaruh dalam pola dakwahnya yang akhirnya dipenuhi dengan kekerasan dan kekakuan. Berbeda dengan seorang da’i yang sejak awal sudah menanamkan rasa ibanya kepada pelaku maksiat, maka dia akan berusaha berdakwah dengan sebaik-baiknya karena kasihan kepada para pelaku maksiat, dan harapannya agar mereka bisa memperoleh hidayah dengan sebab dia.

Ket: kondisi ini juga berlaku dengan keadaan yg semisal.

 

Oleh : Abu Fahd Negara Tauhid

 

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: