NASI KENYI VS NASI CADONG

13 Jan

1010389_4828310522973_969978563594817200_n

Teman ana yg orang Sudan pernah heran melihat ana memasak nasi. Dia berkata, “Anta masak nasinya seperti ini? Gak dikasih bumbu atau macam2? Hanya nasi putih saja? Koq bisa makan nasi putih aja?”

Ana katakan kepadanya, “Orang Indonesia memang begini cara masak nasi. Nasi putih saja sudah cukup. Nanti makannya tinggal ditambah sayur, lauk dan sambal.”

Orang Sudan itu berkata lagi, “Kami orang Sudan kalo masak nasi harus dikasih bumbu2, tidak bisa dibiarkan putih saja. Gak bisa masuk nanti makannya.”

Ana katakan, “Kami juga ada yang seperti itu, nasi dicampur bumbu2, namanya nasi goreng, tapi itu bukan makanan sehari2.”

Beda Sudan, beda lagi India.
Pertama kali ana berkenalan dengan orang India, ana diajak bermain ke rumahnya. Disana ana disuguhi sarapan pagi ala India. Sarapannya berupa beras yang direbus dengan air sepanci besar. Bumbunya hanya menggunakan irisan bawang putih, tanpa dikasih bumbu2 lain termasuk garam. Setelah nasi dimasak setengah matang, maka sarapan yang bernama ‘Kenyi’ itu dihidangkan ke kami. Ana dipaksa harus memakan sarapan tersebut, jika tidak maka teman2 orang India itu akan kecewa berat dan marah. Jadi mau tidak mau ana terpaksa makan Kenyi ala mereka.

Suapan pertama berhasil membuat ana mau muntah. Rasa nasi setengah matang penuh kuah dengan rasa yang tawar dan beraroma bawang putih membuat ana berat untuk melanjutkan suapan yg kedua. Teman2 India semuanya melihat reaksi ana memakan makanan itu. Mereka serius memperhatikan ana agar ana menyukai makanan itu dan menghabiskannya. Mau tidak mau ana terpaksa mengalah agar tidak mengecewakan mereka utk berusaha memakannya dan menghabiskannya. Cukup ini yg pertama dan yg terakhir ana merasakannya, itu pikiran dlm benak ana saat itu.

Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari ana akhirnya terbiasa juga memakan ‘Kenyi’ bersama teman2 ana yg orang India. Kadang ana sengaja datang ke rumahnya agar bisa mendapat jatah sarapan gratis dari mereka.

Adapun sekarang, setidaknya ‘Kenyi’ merupakan salah 1 nikmat dari Allah yang berharga. Apalagi bagi seseorang yang sudah pernah merasakan nasi ‘Cadong’ di Lapas, maka ‘Kenyi’ menjadi makanan yg terbaik dibanding nasi ‘Cadong’.

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: