SURVIVAL NGOPI

13 Jan

10888451_10200149382694629_5173922237851830133_n

Teknik survival; merebus air menggunakan botol bekas kemasan air mineral.

1. Isi botol air mineral dengan air. Jangan kepenuhan mengisinya, cukup 3/4 saja. Jangan ditutup, ntar bisa meledak.
2. Siapkan perapian.
3. Gantung botol yang sudah terisi air tersebut di atas perapian.
4. Jagalah apinya, jangan sampai jilatan api yang mengenai pantat botol terlalu besar. Pakailah api sedang saja.
5. Jika sudah mendidih, tuang ke dalam cangkir kopi atau mie instant. Jangan lupa ajak saya..

Catatan;
Gunakan teknik di atas hanya ketika dalam keadaan darurat saja.

(Sumber: Sekolah Gunung)

=======================================

MASIH SEPUTAR SURVIVAL…

Kata bang Ginanjar Indrajati Bintoro, “Orang yang terbiasa hidup berada dalam “zona nyaman”, umumnya tidak siap ketika terjadi hal besar di luar dugaan…
Berbicara mendaki gunung, kita berbicara tentang sport & survival. Meskipun saya masih belum tingkat expert, tetapi saya memandang kawan2 pendaki terlatih, skill mereka bermanfaat ketika terjadi hal2 yang tak terduga seperti bencana alam.
*) ini adalah hal yang tidak bisa dimengerti oleh orang yang terlalu terbiasa di zona nyaman.”
————————————————

Bener sekali… tidak akan bisa nyambung diskusi antara orang yg saling berbeda bidangnya. Seperti halnya diskusi ttg sepeda antara gowesser dengan org yg gak paham sepeda.

Contoh kasus: org yg gak paham sepeda bilang, masak sepeda seharga motor dan ada yg sampe puluhan juta? Itu namanya mubazir dan pemborosan. Tapi bagi seorg gowesser yg paham sepeda, dia tdk akan mungkin berbicara seperti itu, karena dia sudah memiliki ilmu ttgnya. Paham knp sepeda bisa semahal itu. Krn dlm dunia sepeda memiliki byk kelas dan dilihat peruntukannya, faktor brand dan kualitas juga bisa mempengaruhi.

Kembali ke tema Survival, begitu jg ttg pembahasan Survival, tidak akan bisa nyambung antara seorg pendaki dgn seorg yg belum ngerasain ‘Adventure’. Dari kacamatanya sj sudah beda, maka jelas tdk akan ada titik temu. Bahkan diantara sesama ‘Adventurer’ aja bisa terjadi perbedaan, dilihat dari byknya pengalaman masing2.

Jadi survival itu berfungsi ketika dalam keadaan DARURAT. Bukan dibikin darurat atau darurat dibikin2 atau mengundang darurat. Selama masih ada alternatif lain, ya berarti kondisi masih blum bisa dibilang darurat.

Seperti kasus masak air di dalam botol plastik. Sudah sangat jelas disebutkan kalo tips ini hanya utk keadaan darurat. Kalo masih bisa masak air di dispenser, atau kompor gas, ya namanya itu bukan darurat. Lagipula mana ada orang survival di dalam hotel…hehe

Pengalaman ana, kalo pergi naik gunung gak cuma bawa botol plastik, tapi bawa perlengkapan lengkap, kompor, panci, termos, dll. Tapi kalo sdh musibah, bisa jadi perlengkapan tadi tdk bermanfaat atau hilang atau terpisah. Spt saat ana kena hypo krn kehujanan, pdhal kami bawa perlengkapan lngkap tmsuk tenda. Berhubung yg bawa tenda tertinggal jauh di belakang dan sulit disusul, akibatnya tenda tdk bisa dimanfaatkan sama ana.

Jadi, berbicaralah kita sesuai di bidangnya masing2. Jangan sampe gak paham ttg survival tapi berani bicara di forum para pendaki yg akibatnya malah jadi bahan bully-an.

 

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: