KISAH WANITA YANG PULANG MALAM

29 May

11130128_10200485386974526_3206998690930355477_n.jpg

Seorang akhwat bercerita mengenai dirinya, “Saya dulu pernah bekerja di suatu tempat yang mengharuskan pulang malam. Biasanya jam 22 malam saya baru pulang, dan kadang sampai tengah malam baru sampai rumah. Kondisi seperti ini sungguh memberatkan bagi saya, apalagi status saya adalah seorang wanita yg sangat beresiko jika harus pulang malam. Sedangkan saya butuh pekerjaan untuk membantu kehidupan saya dan keluarga. Saya butuh solusi agar bisa terus menjaga iffah (kesucian) dan fitrah saya sebagai wanita. Solusinya adalah mencari pekerjaan lain yg lebih baik dan tidak sampai pulang malam, atau tetap bekerja di tempat yg sama tapi terjaga rasa aman pada diri saya.”

“Hingga akhirnya saya menemukan solusi yg lebih baik agar terjaga keamanan pada diri saya, yaitu dengan memakai niqab (cadar). Karena selama ini saya melihat wanita2 yg bercadar lebih terjaga keamanannya dibandingkan dengan wanita2 yg masih memperlihatkan aurat dan juga wajah2 cantiknya. Orang2 lebih terlihat segan kepada wanita2 yg bercadar, jangankan untuk mendekatinya, sekedar menegur atau berbicara saja mereka segan kepada wanita2 yg bercadar. Jadi mulai saat itu saya memutuskan untuk memakai cadar agar lebih terjaga kesucian dan rasa aman pada diri saya.”

“Setelah beberapa lama saya bercadar, saya temukan banyak sekali perbedaan yg dirasakan. Saya merasa lebih nyaman dan aman disaat saya harus pulang malam. Tidak ada lagi godaan laki2 nakal, bahkan pandangan nakal mata laki2pun sudah tidak saya temukan. Sekali2 saya hanya mendapati sindiran2 atau umpatan yg keluar dari lisan orang2 yg tidak tahu, seperti ‘Ninja’ atau lainnya. Tapi itu tidak masalah bagi saya, dan masih jauh lebih baik daripada saya harus mendapat godaan atau gangguan dari laki2 nakal. Inilah salah 1 hikmah kenapa Allah memerintahkan seorang wanita untuk menutup auratnya (termasuk juga dengan menutup wajahnya), tidak lain adalah utk kebaikannya sendiri. Dan Allah lebih mengetahui mana yg lebih baik utk hamba2Nya. Dan mustahil sekali apa2 yg diperintahkan atau disyariatkan dari Allah justru malam memudharatkan hamba2Nya.”

“Itulah salah 1 perjalanan saya utk istiqamah dalam berhijab, khususnya bercadar. Berawal niat karena kebutuhan yaitu agar tidak ingin diganggu, hingga akhirnya niat itu berganti dengan sendirinya yaitu mencoba utk ikhlas dalam bercadar karena perintah Allah Ta’ala dan mengharap pahala. Semoga saja niat ini selalu ikhlas karena Allah dan istiqamah diatas petunjuk-Nya.”

“Sampai akhirnya Allah menyelamatkan saya dengan bertemu seorang ikhwan, yang akhirnya saya menikah dengan ikhwan tersebut dan menafkahi saya sehingga saya tidak perlu bekerja di luar lagi, cukup menjadi ibu rumah tangga yang selalu merawat suami dan keluarga. Dan saya masih tetap bercadar jika keluar rumah sampai saat ini. Alhamdulillah bi ni’matihi tatimmush shalihat…”

Dari curhatan seorang akhwat yang bercadar.

Ket : Status diatas bukan membahas tentang hukum wanita yg bekerja ke luar rumah, dan jangan ada komentar atau perdebatan ttg masalah itu disini. Karena kondisi atau background seseorang itu berbeda2, ada yang kondisinya serba kekurangan dan mengharuskan dia bekerja ke luar rumah, dan ada jg yg kondisinya sudah mencukupi. Yang dibutuhkannya adalah solusi, bukan celaan.

(Foto diatas hanya illustrasi).

 

Seorang akhwat bercerita mengenai dirinya, "Saya dulu pernah bekerja di suatu tempat yang mengharuskan pulang malam….

Posted by Fitria Kurniawan on Sunday, April 12, 2015

 

https://wordpress.com/post/gizanherbal.wordpress.com/4983

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: