SUNNAH YANG LANGKA

29 May

11108943_10200432984384494_9060705908660508007_n.jpg

Sekitar 20 tahun lalu, masih sangat langka dan jarang orang yg tau tentang ilmu atau adab menjawab bersin. Bahkan di zaman sekarang ini juga masih banyak yg tidak tau ilmu tentang menjawab bersin. Ini tidak lain karena faktor kurangnya menuntut ilmu pada diri seseorang. Begitu juga halnya ilmu atau adab2 yg lain, yg seringkali kita lalai atau lupa terhadapnya, sehingga sering terlewatkan oleh kita.

Dulu ana pernah menghadiahkan sebuah buku tentang pernikahan secara islami ke salah seorang sahabat karib ana ketika beliau menikah. Kemudian setelah beberapa bulan setelah itu, ana bertemu dengannya. Beliau mengucapkan terima kasih atas hadiah buku pernikahan tsb. Beliau juga berkata ke ana bahwa beliau sangat menyesal sekali membaca buku tsb setelah beliau menikah. Seharusnya buku tsb dibaca sebelum menikah agar bisa banyak mengamalkan sunnah2 menjelang dan disaat pernikahan. Tapi rupanya semua sudah terjadi, tinggal kekesalan yg terlewatkan karena ketidaktahuannya meninggalkan banyak amalan sunnah disaat pernikahan.

Selain faktor menuntut ilmu, faktor lingkungan juga begitu mempengaruhi seseorang utk mengamalkan sunnah. Lingkungan yg islami akan memudahkan kita utk mengamalkan sunnah dibanding lingkungan yg jauh dari norma2 islam.

Ana hanya bisa memberikan contoh yg mungkin bagi kita ini sepele, tapi bisa jadi ini merupakan amalan yg memiliki ganjaran yg besar. Apalagi di zaman sekarang yg ilmu sudah banyak tersebar dan mudah didapat atau dicari, tapi kenyataannya masih sedikit orang yg mengetahuinya. Di lingkungan yg islami mungkin masalah ini sudah biasa, tapi di lingkungan kita yg awam hal ini masih langka. Yaitu ilmu tentang bagaimana seseorang menjawab titipan salam sesuai dengan ilmu atau dalil.

Kalo kita merujuk kepada dalil2, maka kita akan menemukan perbedaan cara menjawab salam dengan menjawab titipan salam. Cara menjawab salam, maka sudah pasti ini diketahui oleh semua orang2 muslim, baik muslim yg taat sampai muslim KTP. Bahkan orang2 non muslim sekalipun banyak yg mengetahui cara menjawab salam versi islam. Namun jika dibahas tentang cara menjawab titipan salam, maka masih sedikit dari kaum muslimin yg mengetahuinya.

Contohnya, si Fahd berkata kepada ayahnya : “Ayah, tadi dapat salam dari om Anto”.
Maka, apa jawaban si ayah?

Inilah cara menjawab titipan salam, ayahnya Fahd berkata : ” ‘Alaika wa ‘alaihis salam wa rahmatullah.” (semoga keselamatan dan rahmat tercurah kepadamu dan kepadanya).

Atau bisa juga dengan menjawab : “Wa ‘alaihis salam wa rahmatullah.”

Jika yg menyampaikannya adalah perempuan dan yg menitipkannya adalah perempuan, maka jawabannya:
” ‘Alaiki wa ‘alaihas salam wa rahmatullah.”

Dalil2nya adalah:

Pertama:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عَائِشَةُ، هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ. قَالَتْ: قُلْتُ: وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، تَرَى مَا لاَ نَرَى.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata: “Wahai Aisyah, ini ada Jibril, dia titip salam untukmu.” Aisyah berkata: “Aku jawab, wa ‘alaihissalam wa rahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah untuknya), engkau dapat melihat apa yang tidak kami lihat.” (HR. al-Bukhari, no. 2217, Muslim, no. 2447)

Sebagaimana dalam riwayat Ahmad, ketika Aisyah mendapat salam dari Jibril, beliau menjawabnya,

عَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‘Untuk anda dan untuknya balasan salam wa rahmatullah wa barakatuh’. (HR. Ahmad 24857)

Kedua,

عَنْ غَالِبٍ قَالَ: إِنَّا لَجُلُوْسٌ بِبَابِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ: حَدَّثَنِيْ أَبِيْ عَنْ جَدِّيْ قَالَ: بَعَثَنِيْ أَبِيْ إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِئْتِهِ فَأَقْرِئْهُ السَّلاَمَ. قَالَ: فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ: أَبِيْ يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ. فَقَالَ: عَلَيْكَ وَعَلَى أَبِيْكَ السَّلاَمَ.

Dari Ghalib rahimahullah ia berkata: Sesungguhnya kami pernah duduk-duduk di depan pintu (rumah) al-Hasan al-Bashri rahimahullah, tiba-tiba seseorang datang (kepada kami) dan bercerita: Ayahku bercerita dari kakekku, ia (kakekku) berkata: Ayahku pernah mengutusku untuk menemui Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lalu ia berkata: Datangilah beliau dan sampaikan salamku kepadanya. Ia (kakekku) berkata: Maka aku menemui beliau dan berkata: Ayahku titip salam untukmu. Maka beliau menjawab: “Wa ‘alaika wa ‘ala abikassalam (semoga keselamatan tercurah kepadamu dan kepada ayahmu).” (Hadits hasan. Lihat: Misykat al-Mashabih, no 4655, Shahah Abi Dawud, no. 5231)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Di antara tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, apabila seseorang menyampaikan salam dari orang lain untuk beliau, maka beliau menjawab salam tersebut kepadanya dan kepada orang yang menyampaikannya.” (Zad al-Ma’ad, jilid 2, hlm. 427)

Imam An-Nawawi menjelaskan hadis Aisyah di atas,

وهذا الرد واجب على الفور وكذا لو بلغه سلام في ورقة من غائب لزمه أن يرد السلام عليه باللفظ على الفور إذا قرأه
Menjawab salam semacam ini hukumnya wajib segera. Demikian pula jika dia mendapat salam di kertas (surat) dari orang yang berada di jauh, wajib dia jawab secara lisan segera ketika dia membacanya. (Syarh Shahih Muslim, 15/211)

Wallahu ta’ala a’lam.

 

SUNNAH YG LANGKASekitar 20 tahun lalu, masih sangat langka dan jarang orang yg tau tentang ilmu atau adab menjawab…

Posted by Fitria Kurniawan on Friday, March 27, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: