JUDI TANPA SADAR

30 May

11146544_10200553178549273_21563155647912429_n.jpg

Mainan seperti ini banyak terdapat di depan2 minimarket. Banyak orang2 awam yg tertipu dan tidak tau hakikat mainan ini. Mereka mengira ini adalah mainan dan sekedar hiburan. Padahal hakikatnya mainan ini tidak lain adalah judi dan haram hukumnya!

Alhamdulillah si Fahd (8 thn) sudah kami ajarkan untuk tidak mendekati mainan ini sejak masih balita, usia 3 tahunan. Walaupun awalnya Fahd merengek2 dan memaksa ingin ikut main dikarenakan banyak teman2nya yg bermain mainan tsb, tapi kami tegas dalam masalah ini dan tetap tidak membolehkan. Kami ajarkan ke Fahd sejak awal jika mainan ini adalah judi yang dilarang dan haram hukumnya, dosanya besar dan bisa membuat Allah marah. Dengan begitu lama kelamaan Fahd jadi terdoktrin akan kebenaran, dan tidak mudah terpengaruh dengan mainan2 seperti itu.


Ibarat kita yang enggan mendekati daging babi, bahkan merasa jijik melihatnya walaupun kita belum pernah merasakannya. Apa yg menyebabkan kita seperti itu?
Tidak lain karena sejak kita masih kecil, kita sudah diajarkan untuk menjauhi daging babi, diajarkan bahwa daging babi adalah haram, terus seperti itu sampai besar. Akibatnya kita jadi terdoktrin akan haramnya daging babi. Dengan sendirinya kita pun merasa jijik dan enggan untuk mendekati daging babi, apalagi sampai mengkonsumsinya.

Begitu juga dgn perkara2 keharaman lainnya. Jika kita mulai mendoktrin anak2 kita sejak dini, maka mereka akan menjadi terbiasa apa yg didoktrinnya sampai mereka besar. Hal itu akan memudahkan kita untuk mendidik mereka. Ada sebagian orangtua yg merasa kesulitan mendidik anak2nya dikarenakan mereka tidak dibiasakan mendoktrin anak2 sejak kecil. Akibatnya mereka didahului oleh doktrin2 yang salah dari orang2 diluar. Itulah kelalaian kita sebagai orangtua yang meremehkan masalah ini. Tidak heran jika banyak orang yg berat meninggalkan musik, berat utk berhijab, berat untuk shalat berjamaah di masjid, berat utk pergi ke kajian, dll, sebabnya tidak lain karena tidak dibiasakan dan tidak didoktrin sejak kecil oleh orangtua.

Maka itu manfaatkan peran orangtua dalam mendidik dan mendoktrin kebenaran ke anak2 sejak dini.

 

Mainan seperti ini banyak terdapat di depan2 minimarket. Banyak orang2 awam yg tertipu dan tidak tau hakikat mainan ini….

Posted by Fitria Kurniawan on Monday, May 4, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: