PENDEKAR AKHWAT

30 May

22602_10200749623260268_6679460628487291867_n.jpg

Suatu ketika seorang akhwat A yang baru berpenampilan syari bahkan tengah belajar mengenakan cadar sedang bertemu dengan akhwat B yang sama-sama mengenakan cadar. Dalam obrolan yang ada, akhwat B menyatakan bahwa akhwat A berpakaiannya belumlah Syari. Akhwat A bergumam dalam hati “loh bukannya ana sudah mengenakan cadar?”, karena heran, akhwat A bertanya: “Bagian mana ya ukhty, pakaian ana yang belum syari?” Akhwat B menjawab: “Ya, pakaian ukhty belumlah dikatakan syari karena masih terdapat renda, renda itu hiasan, kita berpakaian syari untuk menutup hiasan!”

;;;;;;;;;;

Di kesempatan yang lain, akhwat B berjumpa dengan akhwat C. Dalam obrolan mereka, akhwat C menyampaikan bahwa akhwat B dalam berpakaian belumlah syari. Akhwat B bergumam dalam hati “loh, bukannya gamis ana sudah tidak ada renda?”, karena heran, akhwat B bertanya: “Bagian mana ya ukhty, pakaian ana yang belum syari?” Akhwat C menjawab: “Ya, pakaian ukhty dalam bercadar belumlah syari karena masih menampakkan alis mata, alis mata itu bagian dari keindahan yang harus ditutup!”

;;;;;;;;;;

Di kesempatan yang lain, akhwat C berjumpa dengan akhwat D. Dalam obrolan, akhwat D memberitahukan bahwa akhwat C dalam berpakaian cadar belumlah syari. Akhwat C bergumam dalam hati “loh, bukannya gamis ana sudah tidak ada renda, alis mata juga sudah ana tutup..”, karena heran, akhwat C bertanya: “Bagian mana ya ukhty, pakaian ana yang belum syari?” Akhwat D menjawab: “Ya, pakaian ukhty dalam bercadar belumlah syari karena ukhty masih memakai cadar yang menampakkan bentuk kepala. Kepala itu bagian dari tubuh, tidak boleh nampak bentuknya!”

;;;;;;;;;;

Akhwat D ini merasa telah berpakaian syari paling sempurna, pakaiannya tidak berenda, alisnya tertutup, bahkan ia selalu mengenakan purdah agar dalam bercadar tidak membentuk kepala.. Namun suatu hari ia berjumpa dengan wanita E, seorang muslimah yang belum menutup aurat atau masih berpakaian ketat. Akhwat D, dengan karakter kaku dan semangat menggebu yang jauh dari kecerdasan memahami perasaan orang lain, ia menegur wanita E tadi dan memerintahkan untuk menutup aurat seperti dirinya. Diantara nasihat Akhwat D, “Wanita muslimah itu harus menutup aurat, tidak berpakaian tapi telanjang seperti Anda ini! Jika Anda tetap begini, Anda tidak akan masuk surga.. dan tidak akan mencium baunya!” Tidak tanggung-tanggung, rentetan ayat Quran dan hadits keluar dari lisannya bagai peluru mujahidin melumpuhkan barisan musuhnya.

Merasa mendapat serangan, wanita E terpancing emosi dengan mengatakan, “Pakaian Anda memang islami, nasihat Anda juga sangat bagus, tapi akhlak Anda jauh dari ajaran Islam! Anda tidak memiliki etika!”

=========

Ya akhwat, bagaimanapun cerita di atas tidak sungguhan terjadi namun realita di lapangan banyak kita jumpai hal demikian. Merasa paling mengikuti sunnah, merendahkan yang lain. Merasa diri paling syari, lupa dengan adab menegur.. baru kenal di facebook langsung inbox dengan puluhan hadits, ada akhwat baru pertama datang taklim.. kita sinis melihat gaya pakaiannya yang tidak seperti kita. Merasa?

Apa tidak capek ya akhwat? Setiap hari menilai kekurangan orang lain.. “pakaian ukhty kurang begini dan begitu, cadar ukhty masih begini dan begitu.. coba donk seperti ana”, bla bla bla..

Akhawat fillah, mari kita saling menghormati dan menjaga perasaan saudari-saudari kita.. jangan biarkan perkumpulan kita menjadi majelis ghibah. Jangan biarkan virus-virus menggerogoti ukhuwah sesama muslimah.. Yuk hormati mereka yang dalam berpakaian barangkali menurut kita masih ada kekurangan.. Kalaupun mau memberi nasihat, mari senantiasa menggunakan cara yang baik dan tepat.. Dan jangan lupa, senantiasa bersabar dalam menyampaikan.. ingat ya.. hidayah itu milik Allah, bukan kehendak kita..

Untuk muslimah dimanapun berada, salam ukhuwah penuh cinta dari kami..

(Dari FP Wanita Indonesia Bercadar)

 

 

Suatu ketika seorang akhwat A yang baru berpenampilan syari bahkan tengah belajar mengenakan cadar sedang bertemu dengan…

Posted by Fitria Kurniawan on Friday, June 26, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: