TIPS BERBUKA PUASA

30 May

11666180_10200744630695457_8601221045474031950_n.jpg

Urutan berbuka yg sunnah :

1. Masuk waktu maghrib (tenggelamnya matahari) atau adzan maghrib (bukan dilihat dari bedug).

2. Membaca doa mau makan, yaitu:
“Bismillah”.

3. Makan kurma dengan bilangan ganjil (1 atau 3 atau 5), utamakan kurma basah, kalo ga ada, boleh dengan kurma kering.

4. Setelah itu baru menyantap hidangan yg lain, seperti air minum atau makanan berbuka lainnya.
Sebagian ikhwan kadang lebih mengutamakan minum air daripada makan kurma lbh dulu. Sikap seperti ini bisa menghilangkan keutamaan mendahulukan berbuka dengan kurma. Karena yg disebutkan dlm dalil adalah hendaknya mendahului berbuka dgn kurma terlebih dahulu. Walaupun masalah ini bukan hukumnya wajib. Namun, selagi kita mampu dan mudah utk mengamalkan sunnah, maka semangatlah untuk melestarikan sunnah tsb. Apalagi hal tsb tidak memberatkan kita.

Dari Salman ibn ‘Aamir, Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi)

كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء

Dari Anas, sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru dipetik dari pohonnya-pent) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka denganbeberapa kurma matang, kalau tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

5. Baru kemudian kita membaca doa berbuka yg shahih yg lafazhnya : “Dzahabazh zhama’u…”

Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”

[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki]
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Adapun lafazh doa berbuka : “Allahumma laka shumtu….dst” maka lafazh seperti itu haditsnya Dhaif (Lemah).
Jika ada yg Shahih, kenapa malah mengambil yg lemah?

6. Setelah itu kita boleh menyelesaikan makanan berbuka kita.

7. Ingat, makan dan minum harus dengan tangan kanan, walaupun hanya sekedar makan sebuah cabai.

Semoga dengan niat ikhlas kita utk mengamalkan sunnah ini, Allah menjaga keimanan kita utk selalu istiqamah diatas sunnah… amiin…

Tambahan :

Dokter Ahmad Abdurrauf Hasyim dalam kitabnya Ramadhan wath Thibb berkata :

“Dalam hadits tersebut terkandung hikmah yang agung secara kesehatan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memilih mendahulukan kurma dan air dari pada yang lainnya sedangkan kemungkinan untuk mengambil jenis makanan yang lain sangat besar, namun karena ada bimbingan wahyu Ilahi maka Rasulullah Shalalllahu ‘alaihi wa sallam memilih jenis makanan kurma atau pun air sebagai yang terbaik bagi orang yang berpuasa. Maka, yang sangat diperlukan bagi orang yang ingin berbuka puasa adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh darah, lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga.

Zat-zat yang mengandung gula yaitu glukosa dan fruktosa memerlukan 5-10 menit dapat terserap dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Dan keadaan tersebut terjadi pada orang yang sedang berpuasa. Jenis makanan yang kaya dengan kategori tersebut yang paling baik adalah kurma khususnya ruthab (kurma basah) karena kaya akan unsur gula, yaitu glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh” [Dimuat oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 400)]

Maka, urutan makanan yang terbaik bagi orang yang berbuka puasa adalah ruthab (kurma basah), tamr (kurma kering) kemudian air, kalau itu pun tidak ada, maka boleh menggunakan sirup atau air juice buah yang mengandung unsur gula yang cukup, seperti air yang dicampur sedikit madu, jeruk, lemon, dan sebagainya. [Catatan kaki yang terdapat dalam Shahih At-Thibb An-Nabawy fi Dhau-il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 401) oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly, cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H]

 

Urutan berbuka yg sunnah :1. Masuk waktu maghrib (tenggelamnya matahari) atau adzan maghrib (bukan dilihat dari…

Posted by Fitria Kurniawan on Thursday, June 25, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: