YAHUDI JUGA BERCADAR

30 May

11063853_10200683340523241_3338971296205644746_n.jpg

Ini bukan wanita Saudi.
Ini juga bukan wanita Mesir.
Bukan pula wanita Afghanistan.

Mereka adalah wanita Yahudi.

Yahudi pake hijab atau cadar?

Ya…Hijab atau Cadar (Niqab) juga diajarkan dalam agama mereka, bahkan diajarkan dalam agama2 samawi. Sebagian sekte dari agama Yahudi masih menjaga ajaran hijab ini.

Dalam kitab Talmud Yahudi disebutkan:

“Apabila seorang wanita melanggar syariat Talmud, seperti keluar ke tengah-tengah masyarakat tanpa mengenakan kerudung atau berceloteh di jalan umum atau asyik mengobrol bersama laki-laki dari kelas apa pun, atau bersuara keras di rumahnya sehingga terdengar oleh tetangga-tetangganya, maka dalam keadaan seperti itu suaminya boleh menceraikannya tanpa membayar mahar padanya.” [“Al Hijab”, Abul A’la Maududi, h. 6].

Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: “Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala” dan “Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,” dan “Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.” [Sabda Langit Perempuan dalam Tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen, Sherif Abdel Azeem, (Yogyakarta: Gama Media, 2001), cet. Ke-2, h.74].

Jilbab yang dipakai oleh kaum wanita Yahudi bukan saja sebagai syariat yang harus ditaati, namun juga sebagai lambang kemewahan, kewibawaan, dan mahalnya harga wanita yang suci, serta menunjukkan status sosial yang terhormat. Hal ini ditegaskan oleh Menachem M. Brayer bahwa jilbab wanita Yahudi tidak selamanya dianggap sebagai tanda kesederhanaan atau kerendahan hati, melainkan juga simbol keistimewaan dan kemewahan, kewibawaan dan superioritas wanita bangsawan, serta menggambarkan mahalnya harga wanita sebagai milik suami yang suci, di samping sebagai harga diri dan status sosial seorang wanita. [S.W.Schneider, 1984, h. 75].

Maka itu, untuk wanita2 muslimah, kenakan hijabmu, jangan seperti orang2 kuffar yang telah meninggalkan ajaran2 agama mereka. Engkau menjadi mulia karena berpegang kepada agamamu.

Untuk selengkapnya bisa dilihat disini:

https://gizanherbal.wordpress.com/2011/12/17/jilbabcadar-menurut-ajaran-yahudi-nasrani-hindu-buddha-kejawen-dan-jil/

Sumber foto:

https://m.facebook.com/S.EsanPeace.Love.Religion/albums/10153366891281450/

 

Ini bukan wanita Saudi.Ini juga bukan wanita Mesir.Bukan pula wanita Afghanistan.Mereka adalah wanita…

Posted by Fitria Kurniawan on Sunday, June 7, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: