UANG JAJAN SI FAHD

1 Jun

11702822_10200964231065329_348724023468526243_n.jpg

Jatah uang jajan sekolah Fahd (kelas 3 SD) belum ada kenaikan, yaitu seribu rupiah, itu kalo diantar jemput pake motor jika abuya atau mamanya ga ada halangan. Jika jalan kaki atau gowes ke sekolahnya PP maka ditambah seribu lagi, jadi 2rb. Namun Fahd lebih memilih pergi ke sekolah dgn gowes agar bisa dapat uang jajan 2rb. Walaupun jarak dari rumah ke sekolahnya tdk terlalu jauh, sekitar 1,5 km atau PP jadi 3 km.


Sengaja kami tidak kasih uang jajan banyak2, tidak lain untuk mendidiknya agar bisa merasakan hidup prihatin, dan mendidik agar bisa mensyukuri nikmat walaupun sedikit. Dengan begitu, dan semoga sj, Fahd jadi menghargai nilai yg sedikit walaupun hanya seribu rupiah. Dengan uang seribu itu, bisa menjadi nilai yg berharga bagi Fahd, dan dapat dimanfaatkan sebaik2nya.

Disana kawan2nya punya jatah uang jajan yg banyak, ada yg 5rb, bahkan ada yg 10rb, namun sampai saat ini Fahd belum pernah minta kenaikan uang jajan, apalagi sampai berdemo menuntut kenaikan uang jajan. Alhamdulillah. Karena selain memberi uang jajan yg cukup, kami jg sering membekali Fahd dgn bekal makanan atau minuman yg cukup utk dibawa ke sekolah. Bahkan bagi kami, bekal makanan itu lbh baik dari sekedar uang jajan. Selain menjadikan anak tidak jajan sembarangan, itu jg bisa mengajarkan anak utk berhemat dan tdk boros.

Ketahuilah Fahd, byk kawan2 Fahd diluar sana yg bahkan mereka tidak punya uang jajan utk ke sekolah. Bahkan sebagian dari mereka ada yg malah bekerja membantu orgtuanya utk mendapatkan penghasilan atau makan sehari2. Dulu waktu abuya masih sekolah hanya dapat jatah uang jajan sebesar 50 sd 100 rupiah, itupun tidak tiap hari dan harus jalan kaki sekitar 5 km pp.

Namun kadang umminya Fahd sering ga tegaan kalo ksh uang jajan ke Fahd. Sering tanpa sepengetahuan abuyanya ditambah lg uang jajannya dgn syarat, misalnya jika tidak terlambat shalat berjamaah ke masjid, tambah hafalan ayat, selesai membantu pekerjaan di rumah, dan lainnya.

Kami melihat dari pengalaman, bagaimana kehidupan dari anak2 yg terbiasa hidup dimanja dan tidak pernah dididik prihatin, ketika mendapat ujian, mereka byk mengeluh, bahkan merasa ujian tersebut adalah yg terberat baginya, padahal di mata kami ujian itu adalah kecil dan tdk seberapa. Sehingga menjadikan mereka putus asa, dan menyerah terhadap hidup. Maka itu kami mencoba utk menanamkan dalam mendidik anak utk mengenal dan merasakan hidup prihatin dan menghemat, insya Allah.

 

Jatah uang jajan sekolah Fahd (kelas 3 SD) belum ada kenaikan, yaitu seribu rupiah, itu kalo diantar jemput pake motor…

Posted by Fitria Kurniawan on Wednesday, September 2, 2015

 

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: