Archive | 21:50

JIKA MARIA TAHU…

2 Jun

Jika Maria mengetahui bahwa dia mengandung Tuhan atau Allah yg menjelma, atau dia adalah Oknum Tuhan Anak yg dilahirkan dari Oknum Bapak, pastilah akan muncul byk pertanyaan dari Maria, diantaranya:- Bagaimana saya bisa mengandung Tuhan?

– Bagaimana rahimku yg kecil ini mencukupi bagi Tuhan yg langit dan langitnya langit tidak mencukupi-Nya?!

– Bagaimana mungkin aku sebagai manusia mampu mengandung Tuhan; Penciptaku, dan Pencipta alam raya ini?!

– Bagaimana? Sementara aku bukanlah apa2 bila dibandingkan dgn Tuhan?

– Bagaimana aku bisa tidur, dengan membolak-balikkan badan sementara di dalam perutku ada Tuhan yg menciptakanku?!

– Bagaimana aku akan masuk kamar mandi lalu membuang hajatku, sementara di dalam rahimku ada Tuhan, Penciptaku?!

– Bagaimana aku menyembah Tuhanku sementara Dia ada dalam diriku?!

– Bagaimana Tuhan itu akan keluar dariku? Apakah Dia akan keluar sebagaimana anak manusia dilahirkan? Yaitu keluar dari tempat kencing, dan darah haidh yg najis?

– Ya Allah, bagaimana Tuhan turun di antara kedua kakiku, sungguh aku sangat malu dari hal itu?!
Continue reading

JANGAN MEMPERCAYAI JIN YANG ‘MENGAKU’ MUSLIM

2 Jun

Janganlah kita mempercayai suatu berita yang berasal dari Jin yang mengaku jin muslim, apalagi jin tersebut berinteraksi dengan manusia atau masuk ke dalam jasad manusia. Karena itu tidak mungkin dilakukan oleh jin2 yang beriman, bisa jadi itu adalah jin kafir yang mengaku muslim, atau jin muslim tapi yang ahlu bid’ah atau fasiq. Jin yang beriman/alim tidak akan mau berinteraksi dengan manusia, karena itu dilarang bagi jin. Wallahu a’lam.

‎”Dan sesungguhnya di antara kami (bangsa jin) ada yang shaleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jinn: 11)

“Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam.” (QS. Al Jinn: 14-15).

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6)

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Continue reading

JANGAN SOMBONG JIKA SUDAH ‘MENGAKU’ SALAFI

2 Jun

Jangan meremehkan seseorang (menganggap diri kita lebih baik darinya), walaupun dia pelaku maksiat atau pelaku bid’ah (selama bukan bid’ah mukaffirah), atau juga orang yang ditahdzir. Karena bisa jadi Allah mengampuni dosa2 orang tersebut sehingga mendapat keutamaan masuk surga, dan bisa jadi Allah tidak mengampuni dosa2 kita sehingga kita terhalang untuk masuk surga. Wallahul musta’an.

Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri di hadapan manusia dengan ilmunya , merasa dirinya besar dengan kemuliaan yang dia miliki. Bagi orang tersebut tidak bermanfaat ilmunya untuk dirinya. Barangsiapa yang menuntut ilmu demi akhirat maka ilmunya itu akan menimbulkan hati yang khusyuk serta jiwa yang tenang. Dia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya, bahkan setiap saat dia selalu introspeksi dan meluruskannya. Apabila dia lalai dari hal itu, dia akan menyimpang dari jalan yang lurus dan akan binasa. Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesombongan yang paling besar. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar dzarrah (biji sawi).
Laa haula wa laa quwwata illaa billah. ” (Al Kabaa’ir ma’a Syarh li Ibni al ‘Utsaimin hal. 75-76, cet. Daarul Kutub ‘Ilmiyah.)
Continue reading

KETIKA SEORANG ULAMA MENDIDIK ANAKNYA

2 Jun

Yusuf bin Ahmad asy Syirazi pernah menyatakan dalam bukunya Arba’in al Buldan (kisah 40 negeri),
“Tatkala aku mengembara menemui guru kami (yg memang tujuan pengembaraan kami di dunia kala itu adalah ulama ahli isnad masa itu dan tujuan perjalanan menghabiskan waktu), Allah menakdirkan diriku utk dapat menemui beliau di ujung negeri Kerman (di daerah Iran skr). Aku segera memberi salam kepadanya, menciumnya dan duduk dihadapannya. Beliau lalu bertanya kpdku, ‘Angin apa yg membawamu datang ke negeri ini?’ Aku menjawab, ‘Aku memang bermaksud datang kpd anda, dan tujuanku setelah Allah adalah diri anda. Aku telah menulis setiap yang sampai kepadaku dari hadits anda dgn tanganku sendiri, aku datang menemui anda dengan kakiku sendiri; utk mendapatkan berkah nafas2 dan memperoleh bagian dari ketinggian sanad anda.’Beliau menanggapi, ‘Semoga Allah mengaruniai taufiq kpd kita semua menuju keridhaan-Nya, menjadikan usaha dan tujuan kita hanya kepada-Nya. Apabila engkau mengetahui siapa diriku sebenarnya, niscaya engkau tidak akan memberi salam kepadaku dan tidak akan duduk belajar di hadapanku.’ Lalu beliau menangis lama sekali dan membuat org2 disekelilingnya ikut menangis. Kmd beliau berkata, ‘Ya Allah, tutupilah dosa2 kami dgn hijab-Mu yg terbaik, seusai Engkau tutupi dosa2 kami, sisakan perbuatan yg membuat-Mu ridha kpd kami.'”
Continue reading

KENAPA HATI INI TERKUNCI ?

2 Jun

Kenapa hati ini seperti terkunci?
Ancaman2 telah disampaikan, pelajaran2 diperdengarkan & gambaran2 dibacakan, tapi itu hanya masuk ke telinga kanan & keluar dari telinga kiri. Siapa diantara kita yang menangis ketika membaca surat Al Haaqqah? Siapa diantara kita yang gemetar ketika membaca surat Al Zalzalah? Siapa yang bertaubat ketika membaca surat Al Qiyamah?…

Apa pengunci yg ada dihati ini?
Apakah hati kita lbh keras dr batu?
Ketahuilah kalaulah Al Quran ini diturunkan kpd gunung, sgh dia akan tunduk terpecah belah krn takut kpd Allah. Akan tetapi hati ini telah mengeras maka dia spt batu, bahkan lbh keras lg. Pdhal dari batu2 itu pasti ada sungai2 yg airnya memancar darinya. Ada pula yg terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yg meluncur jatuh, krn takut kpd Allah…
Semoga Allah melindungi kita smua dari kerasnya hati dan kelalaian..
(Khutbah Syaikh Su’ud as Shuraim, imam Masjidil Haram).

 

Recent Posts :

KUBURAN ATAU KAMAR PENGANTEN ?

2 Jun

Itu kuburan mirip kamar penganten? Kamar penganten ana dulu gak sebagus itu. Apa yang mati masih penganten baru?
Dipakein kelambu lagi (banyak nyamuknya ya?)
Pake lilin & lampu remang2 (wah tambah romantis banget)
Pake wangi2an & kembang 7 rupa (bikin syahdu)
Plus makanan & buah2an (pengen punya kamar penganten kayak gini..mengkhayal)
…Tapi sayang..knp?
Sayang kuburannya gak di cat warna pink, jadi kurang romantis.

Sekalian aja sesajennya diganti sama cokelat atw permen, biar happy valentine,,,

Ahsan bikin komunitas sendiri ‘KUBURAN FANS MANIA CLUB’.
Lambangnya Love sama Tengkorak… Gokil !

Kite gak menolak dan tdk meniadakan ziarah kubur. Bahkan kite mdukung disyariatkannya ziarah kubur, tapi itu ada adab2nya. Ada ziarah yg disyariatkan dan ada jg yg dilarang. Perlu perincian githu..

Dulu wkt ana msh skolah, ana pernah main ke daerah pondok gede, ujung aspal, didaerah persawahan. Ketika cuaca panas ana berniat utk berteduh. Ana lht ditengah sawah ada bangunan kosong yg kecil seperti pos atau gardu. Setelah ana smp dibangunan tsb ana kaget krn rupanya pabrik rokok!
Maksudnya, bangunan tsb dipenuhi oleh bungkus rokok yg msh utuh dan tersegel sbanyak ratusan bungkus! Saking byknya bungkus rokok tsb, jadi mbentuk spt gunung. Ana perhatikan rupanya dibawah tumpukan rokok tsb adalah sbuah makam keramat!
Ana ketawa heran krn ini kuburan model baru. Biasanya yg ana ketahui kalo kuburan2 itu disebarkan bunga, tapi ini yg disebar malah rokok. Hehehe…
Tanya kenapa?
Continue reading

AKIBAT NONTON SINETRON

2 Jun

Sepasang suami istri asyik nonton sinetron berduaan. Si istri menikmati alur ceritanya, sedangkan si suami menikmati kecantikan artis2nya. Namun rupanya wajah istrinya tak secantik artis sinetron. Akibat terpengaruh sinetron, akhirnya suaminya selingkuh utk melampiaskan hasratnya. Si istri tak mnyadari. Lalu apa yang terjadi kemudian?

Suami asyik dgn selingkuhannya krn lbh cantik dari istrinya, akibatnya istrinya kurang diperhatikan. Krn kurang diperhatikan suami, si istri jg beraksi, sama2 mencari selingkuhan. Akhirnya suami dan istri saling berselingkuh. Rumah tangga mrk smakin mburuk, hingga akhirnya mrk resmi bercerai. Lihatlah bgm syaithan berhasil memisahkan antara suami dgn istri hanya krn diawali oleh sinetron atw yg sejenisnya. Masih mau nonton sinetron?

Byk terjadi hal spt itu dari yg pernah ana tau, bahkan ada yg lbh parah dari itu. Mrk tdk mengetahui bhw sebabnya dari sinetron atw hal2 yg sepele menurut mrk. Sehingga dampaknya mjadi lbh bsar skali. Wallahu alam.

 

Tanya: Bagaimana hukumnya sandiwara (sinetron, film)?

Jawaban Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzahullah

Sandiwara, saya katakan tidak boleh karena:

Pertama: Di dalamnya melalaikan orang yang hadir, mereka memperhatikan gerakan-gerakan pemain sandiwara dan mereka senang (tertawa). Di dalamnya mengandung unsur menyia-nyiakan waktu. Orang Islam akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap waktunya. Dia dituntut untuk memelihara dan mengambil faedah dari waktunya, untuk mengamalkan apa-apa yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla, sehingga manfaatnya kembali kepadanya baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana hadits Abu Barzah Al-Aslamy, dia berkata: Telah bersabda Rasulullah:

“Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. Tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. Tentang badannya untuk apa dia kerahkan…” (Dikeluarkan Al Imam At-Tirmidzi (2417) dan dia menshahihkannya)

Umumnya sandiwara itu dusta. Bisa jadi memberi pengaruh bagi orang yang hadir dan menyaksikan atau memikat perhatian mereka atau bahkan membuat mereka tertawa. Itu bagian dari cerita-cerita khayalan. Sungguh telah ada ancaman dari Rasulullah bagi orang yang berdusta untuk menertawakan manusia dengan ancaman yang keras. Yakni dari Muawiyah bin Haidah bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Celaka bagi orang-orang yang berbicara (mengabarkan) sedangkan dia dusta (dalam pembicaraannya) supaya suatu kaum tertawa maka celakalah dia, celakalah bagi dia.” (Hadits hasan dikeluarkan oleh Hakim (I/46), Ahmad (V/35) dan At-Tirmidzi (2315))

Mengiringi hadits ini Asy-Syaikhul Islam berkata: “Sungguh Ibnu Mas’ud berkata: Sesungguhnya dusta itu tidak benar baik sungguh-sungguh maupun bercanda.”

Adapun apabila dusta itu menimbulkan permusuhan atas kaum muslimin dan membahayakan atas dien tentu lebih keras lagi larangannya. Bagaimanapun pelakunya yang menertawakan suatu kaum dengan kedustaan berhak mendapat hukuman secara syar’i yang bisa menghalangi dari perbuatannya itu.

[Dinukil dari Edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah hal. 84-93, Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan – http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=440]

 

Recent Posts :